Tuhan, Aku Ingin Melihat Senja Sekali Lagi
#11
Titik Hidup Paling Paripurna
Bagikan Chapter
Chapter ini masih diperiksa oleh kurator
  • Bookmark Paragraf ini
  • [1] Siap, sesuai perintah Paduka. Jadi, pastinya Abrit tetap ingat Ide dan Mayu? Tapi, Ide dan Mayu bukankah tetap lupa terhadap Abrit? Oh, baik. Oh, khusus semesta baru yang pertama? Bagaimana (semesta) yang kedua? Oh, di semesta baru kedua, lupa semuanya? Baik, sesuai perintah. Terima kasih, Paduka (bahasa Jawa).
    Chapter Sebelumnya
    Chapter 10
    Gerimis April yang Tiada Pernah Berhenti
    Chapter Selanjutnya
    Chapter 12
    Seorang Bocah di Pemakaman, Seorang Istri yang Lupa Punya Suami