Tuhan, Aku Ingin Melihat Senja Sekali Lagi
#9
Sori Mas, Punya Mancis atau Rek Jres?
Bagikan Chapter
Chapter ini masih diperiksa oleh kurator
  • Bookmark Paragraf ini
  • [1] Mulutmu robek! Yang namanya manusia itu pasti nelangsa. Anakku lima, yang pertama belum bekerja, setiap hari aku pusing hendak memberi uang saku berapa. Tapi, lantas kenapa? Yang membuat hidupku menyala adalah nelangsa tadi. Dasar, simbah-simbah tolol (bahasa Jawa)

    [2] Benar, memang memuakkan sekali. Hidupku sekarang susah. Bus kota semakin ditinggal penumpang. Kata Mbak Mayu, lima belas tahun lagi aku mati gara-gara kamu. Tapi, justru karena itu. Aku ingin lima belas tahun ini, semuanya kubuat jadi semanagat. Paham tidak? Aku tidak takut mati. Aku takutnya sama istriku sih (bahasa Jawa)
    Chapter Sebelumnya
    Chapter 8
    Marche Funèbre
    Chapter Selanjutnya
    Chapter 10
    Gerimis April yang Tiada Pernah Berhenti