Daftar isi
#1
Halo, SMA Punca Prawira!
#2
Dia, Mahaprana Aditya
#3
Cerita Latihan Dasar Hari Pertama
#4
Cerita Latihan Dasar Hari Kedua
#5
Hari Pertama Menjadi Gangsa
#6
Suara-Suara Sumbang
#7
Dukungan Dari Senior
#8
Hari Sial!
#9
Ketua Osis Baru
#10
Simbiosis Mutualisme
#11
Pelayaran Hasil Simbiosis
#12
Naik ke Selaka!
#13
Ujian Kenaikan Taekwondo
#14
Cerita Bersama Bunda
#15
Lengsernya Bang Iskandar
#16
Perjodohan Berhasil!
#17
Petualangan Baru
#18
Luvina?
#19
Adit si Asal Bunyi
#20
Boleh Berdamai?
#21
Turnamen Perdana
#22
Akhirnya, Kencana!
#23
Junior Mak Comblang
#24
Mengejar Masa Depan
#25
Berkas yang Menumpuk!
#26
Pertarungan Dimulai!
#27
Hari Kelulusan
#28
Gugur
#29
Cerita Lama Bersemi Kembali
#30
Adit Diasingkan!
#31
Dukungan dari Pulau Kalimantan
#32
Hasil Akhir
Apakah Anda akan menghapus komentar ini?
Apakah Anda akan menghapus komentar ini?
#19
Adit si Asal Bunyi
Bagikan Chapter
Beberapa tahun sebelum kecelakaan itu terjadi, papi Iskandar sempat bertugas di Koarmada 2 sebagai prajurit korps navigasi. Ternyata satgas Natuna itu menjadi satgas terakhir bersama tiga rekan seperjuangannya, empat foto prajurit itu sempat diabadikan dalam kegiatan penguatan pangkalan militer di Natuna sehari sebelum kejadian. Maka dari itu, Iskandar pasti mengunjuni Museum Pusat Angkatan Laut setidaknya sebulan sekali untuk melepas rindu pada sang papi.
Chapter Sebelumnya
Chapter 18
Luvina?
Chapter Selanjutnya
Chapter 20
Boleh Berdamai?
Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)
Rekomendasi
Flash
Palopomoromisme
Novel
Sembilan Bulan Diganggu Setan
Flash
MILIARAN KESADARAN MANUSIA YANG MENGELANA DI ANGKASA
Flash
Adera Lina
Novel
Wajah Bumi
Flash
Jangan Dimakan!
Cerpen
Menuju Jalan Keluar
Novel
Cherwoni
Cerpen
ALI DAN ILMU
Flash
PEREMPUAN YANG BERSAMAKU
Novel
Killer Bunny
Cerpen
Bayangan di Balik Jendela
Cerpen
Rahmat Anti-Feminis
Flash
Ketika Bapak Memanggil
Komik
RAJA BORNEO
Cerpen
Si Jomblo yang Beruntung
Cerpen
Tujuh Daun Bidadari
Novel
Cerita Hidup Irawan Bersaudara
Cerpen
Bakso dan Basa-basi: juru cuci mangkuk yang mendadak panik
Novel
SAMPAI NANTI SAATNYA TIBA