Apakah kamu akan memberikan Novel ke ?
Berikan Novel ini kepada temanmu
Masukan nama pengguna
Blurb
Plak! Plak! Plak!
"Siapa?"
Langkah kaki itu terhenti, lalu sepi. Dulah menahan napas. Perasaannya tak keru-keruan; campur baur antara berani, takut, dan ingin tahu. Tak ada lagi angin yang berembus di kamarnya. Tak ada bau wangi-wangian yang menerpa hidungnya; bunga melati ataupun dupa. Meskipun begitu, hawa dingin itu masih dirasakannya.
Dalam situasi yang mencekam seperti itu, suara langkah kaki itu tiba-tiba terdengar lagi. Arahnya menjauhi tempat tidur, menuju pintu, lalu menghilang dan sepi.
Serta-merta Dulah menyalakan lampu, gegas beranjak dari tempat tidur; membuka pintu, melongok ke emperan rumah, ke kanan dan kiri. Siapa tahu sebenarnya suara itu adalah langkah kaki para santri yang hendak ke masjid. Namun, pemandangan di luar kamarnya hanya berupa keramik putih yang ditimpa lampu lima watt; tanaman dalam pot plastik yang tertata rapi, serta halaman pondok pesantren yang berpaving bentuk oktagon. Selebihnya kosong, tak ada siapa-siapa dan apa-apa. Orang ataupun suara.
Sampai adzan Subuh bergema, Dulah tak lagi berani memejamkan matanya.
"Siapa?"
Langkah kaki itu terhenti, lalu sepi. Dulah menahan napas. Perasaannya tak keru-keruan; campur baur antara berani, takut, dan ingin tahu. Tak ada lagi angin yang berembus di kamarnya. Tak ada bau wangi-wangian yang menerpa hidungnya; bunga melati ataupun dupa. Meskipun begitu, hawa dingin itu masih dirasakannya.
Dalam situasi yang mencekam seperti itu, suara langkah kaki itu tiba-tiba terdengar lagi. Arahnya menjauhi tempat tidur, menuju pintu, lalu menghilang dan sepi.
Serta-merta Dulah menyalakan lampu, gegas beranjak dari tempat tidur; membuka pintu, melongok ke emperan rumah, ke kanan dan kiri. Siapa tahu sebenarnya suara itu adalah langkah kaki para santri yang hendak ke masjid. Namun, pemandangan di luar kamarnya hanya berupa keramik putih yang ditimpa lampu lima watt; tanaman dalam pot plastik yang tertata rapi, serta halaman pondok pesantren yang berpaving bentuk oktagon. Selebihnya kosong, tak ada siapa-siapa dan apa-apa. Orang ataupun suara.
Sampai adzan Subuh bergema, Dulah tak lagi berani memejamkan matanya.
Tokoh Utama
Dulah
Rodan
Rodin
#1
Tawuran
#2
Tertangkap Polisi
#3
Kehidupan Baru yang Meresahkan
#4
Kalung yang Menghipnotis
#5
Kiai Kholil
#6
Rukiah
#7
Dibuntuti Dua Orang Kembar Misterius
#8
Dua Orang Kembar di Sekolah
#9
Kembar Berkopiah di Masjid
#10
Rodan dan Rodin
#11
Kena Pengaruh
#12
Diajak Kabur
#13
Sepasang Daun dalam Bandul Kalung
#14
Penjelasan Kiai Kholil Tentang Jin
#15
Kenalan Lama
Ulasan kamu
Ulasan kamu akan ditampilkan untuk publik, sedangkan bintang hanya dapat dilihat oleh penulis
Apakah kamu akan menghapus ulasanmu?
Kamu harus masuk terlebih dahulu untuk mengirimkan ulasan, Masuk
Keren parah. Manifestasi dari hal yang tak terduga.
Disukai
0
Dibaca
6.1k
Tentang Penulis
HAA
-
Bergabung sejak 2023-11-09
Telah diikuti oleh 19 pengguna
Sudah memublikasikan 1 karya
Menulis lebih dari 15,162 kata pada novel
Rekomendasi dari Misteri
Novel
Rodan Rodin
HAA
Flash
Kereta Terakhir
Nurbaya Pulhehe
Cerpen
NEURA
tepinprandana
Flash
Teh Sore untuk Emily
Haris Hidayat
Novel
Alif Lam Mim
Zainur Rifky
Cerpen
RENCANA TERAKHIR
Setiyarini
Novel
Susuk Jaipong
silvi budiyanti
Flash
Lukisan Bedhaya Ketawang II
Rifatia
Cerpen
Tak Ada Percaya Pada Ku
Christian Shonda Benyamin
Novel
Married by Magic
Ikhsan Ardiansyah
Cerpen
Ketukan Ganda
Novita Ledo
Cerpen
Ketika Seluruh Orang di Dunia Menjadi Gundul
Arba Sono
Cerpen
Sang Pencuri
Firmansyah Slamet
Flash
Mengundang Tawa
Rifatia
Novel
Mereka adalah Aku
Sunarti
Rekomendasi