Genre → Romantis Telah Selesai
Sejati
Mulai membaca
Blurb
Bukan novel.
Hanya memoar sederhana, kumpulan penggalan cerita tentang hidup, tentang cinta, tentang mati. Tentang pencarian cinta sejati sebelum mati. Tentang pencarian bahagia di tengah pilu.
Katanya, seharusnya, semua pencarian berhenti ketika tiba pada satu kata :

syukur.
Tokoh Utama
Deden
Asri
Kamu harus masuk terlebih dahulu untuk mengirimkan ulasan, Masuk
salah satu jenis novel slice of life yang ringan, dekat dengan keseharian, namun endingnya bikin meleleh. ditunggu karya selanjutnya 👍
cerita tentang cinta yang sejati sampai akhir, sesuai judulnya 👍👍 ini novel pertama yang saya baca sampai tamat sekaligus karena bab nya pendek-pendek, dan langsung to the point dengan bahasa yang sederhana dan mudah dimengerti.
Terus berkarya pa..
Maaf mau jujur. Tema cerita D. Penulisan A. Benar, penulis bukan hanya harus membaca Toni Morrison, Leo Tolsyoy, Toer, Yusi Avianto, atau Dee. Tapi membaca draf novel teman itu penting. Lanjut ke tema buku / novel yang lebih berisi, Bung! Tuhan memberkati Anda kemauan membaca banyak karya itu berkat. Terus menulis.
Penulis ini butuh tantangan lagi menulis di luar tema domestik. Tema di luar rumahan. Kebahasaannya cekatan. Jelas, penulis bukan cuma jualan barang, tapi juga sekaligus pembeli barang. Penulis juga harus banyak baca. Ini hasilnya. Saya suka caranya menempatkan bahasa Indonesia yang tepat di naskah ini.
Playfull like Moschino, classics like Armani, and mix of domestic colors like Donna Karan (in the past yeah). Terherat sudah saya dari WA group beberapa hari ini, oh not fashion, but still, yang membahas cerita domestik ini ; This, simply the best
Memoarnya saya baca setelah mendengar desas-desus japri pada beberapa orang. Dia adalah penulis yang mau membaca karya orang lain, dan tidak pelit menghabiskan waktu untuk mengapresiasi karya orang lain. Saya menelusuri beberapa novel di sini yang dia muncul berkomentar samai di bab akhir beberapa novel, dan juga komentar di sebuah novel yang tampak jelas, dia mau membaca karya orang lain tanpa pandang bulu. Hasilnya tampak jelas dari pencapaiannya dari proses belajarnya. Kepengrajinan bahasanya terlatih, dan dia menuai apa yang kata orang menanam jati kaya kemudian hari. Kalau penulis lain menyibukkan diri mempromosikan karyanya tanpa pernah mau mencolek karya orang lain, bahkan banyak yang gengsi meninggalkan jejak untuk sebintang like. Tapi dia mencitrakan dirinya sebagai pembelajar yang seakan-akan rugi waktu menghabiskan waktu untuk membaca karya orang lain, tapi hasilnya kita bisa lihat sendiri sekarang. Soal memoar ini saya tidak perlu bahas lagi.
Disukai
1.1k
Dibaca
8.1k
Tentang Penulis
Deden Darmawan
-
Bergabung sejak 2020-12-10
Telah diikuti oleh 335 pengguna
Sudah memublikasikan 1 karya
Menulis lebih dari 9,670 kata
Rekomendasi