Apakah kamu akan memberikan Novel ke ?
Berikan Novel ini kepada temanmu
Masukan nama pengguna
Novel ini masih diperiksa oleh kurator
Blurb
Blurb Novel: "Pulang ke Pelukan Rumah"
Di sebuah sudut kota yang tenang, berdirilah sebuah rumah tua berlantai dua yang selalu tampak hangat dari luar. Di dalamnya, tinggal keluarga besar Arkan dan Samaira bersama tiga anak kandung mereka, tiga orang keponakan yang yatim piatu atau merantau, serta Bi Turi. Rumah itu tidak pernah sepi; selalu ada suara denting sendok di meja makan, perdebatan kecil soal saluran televisi, atau suara tangis dan tawa yang berkejaran.
Namun, kedamaian di bawah atap itu tidak datang secara instan.
Dita, si sulung, selama ini menyembunyikan rasa lelahnya menanggung ekspektasi dunia luar di balik senyum sempurnanya. Arman dan Fajar, dua sepupu yang membawa luka kehilangan orang tua, sempat merasa menjadi "pengunjung asing" yang takut merepotkan. Sementara Ghina, sepupu perempuan mereka, kerap menutup rapat rahasia remajanya karena takut dihakimi. Di sisi lain, si kembar Gita dan Fita serta kehadiran Bi Turi menjadi warna yang membuat rumah itu hidup, tempat di mana keluh kesah dan tindakan konyol kerap berpadu menjadi harmoni.
Konflik mulai memuncak ketika tekanan hidup eksternal—kegagalan karier Arkan, masalah finansial keluarga, dan krisis identitas yang dialami para remaja—mengancam keutuhan mental masing-masing individu. Satu per satu dari mereka mulai membawa beban luar ke dalam rumah, memicu ketegangan, salah paham, dan air mata yang tumpah di ruang tengah.
Namun, di titik terendah itulah esensi sejati rumah teruji.
Di bawah bimbingan Arkan dan Samaira, rumah ini bertransformasi menjadi manifestasi penerimaan, kenyamanan, dan ketulusan. Ruang tamu berubah menjadi tempat di mana Dita bisa melepaskan topengnya dan menangis sepuasnya tanpa merasa malu. Meja makan menjadi saksi bisu tempat Arman, Fajar, dan Ghina mencurahkan rasa takut mereka tanpa takut dihakimi.
Satu per satu, luka-luka itu disembuhkan bukan dengan ceramah atau tuntutan, melainkan dengan pelukan hangat, penerimaan apa adanya, dan tawa bersama yang memecah sepi.
"Pulang ke Pelukan Rumah" adalah kisah tentang bagaimana sebuah keluarga besar menemukan kembali arti pulang. Bahwa rumah bukanlah tempat singgah sementara, melainkan satu-satunya tempat di muka bumi di mana jiwa merasa utuh, diterima seutuhnya, dan dicintai tanpa syarat.
Di sebuah sudut kota yang tenang, berdirilah sebuah rumah tua berlantai dua yang selalu tampak hangat dari luar. Di dalamnya, tinggal keluarga besar Arkan dan Samaira bersama tiga anak kandung mereka, tiga orang keponakan yang yatim piatu atau merantau, serta Bi Turi. Rumah itu tidak pernah sepi; selalu ada suara denting sendok di meja makan, perdebatan kecil soal saluran televisi, atau suara tangis dan tawa yang berkejaran.
Namun, kedamaian di bawah atap itu tidak datang secara instan.
Dita, si sulung, selama ini menyembunyikan rasa lelahnya menanggung ekspektasi dunia luar di balik senyum sempurnanya. Arman dan Fajar, dua sepupu yang membawa luka kehilangan orang tua, sempat merasa menjadi "pengunjung asing" yang takut merepotkan. Sementara Ghina, sepupu perempuan mereka, kerap menutup rapat rahasia remajanya karena takut dihakimi. Di sisi lain, si kembar Gita dan Fita serta kehadiran Bi Turi menjadi warna yang membuat rumah itu hidup, tempat di mana keluh kesah dan tindakan konyol kerap berpadu menjadi harmoni.
Konflik mulai memuncak ketika tekanan hidup eksternal—kegagalan karier Arkan, masalah finansial keluarga, dan krisis identitas yang dialami para remaja—mengancam keutuhan mental masing-masing individu. Satu per satu dari mereka mulai membawa beban luar ke dalam rumah, memicu ketegangan, salah paham, dan air mata yang tumpah di ruang tengah.
Namun, di titik terendah itulah esensi sejati rumah teruji.
Di bawah bimbingan Arkan dan Samaira, rumah ini bertransformasi menjadi manifestasi penerimaan, kenyamanan, dan ketulusan. Ruang tamu berubah menjadi tempat di mana Dita bisa melepaskan topengnya dan menangis sepuasnya tanpa merasa malu. Meja makan menjadi saksi bisu tempat Arman, Fajar, dan Ghina mencurahkan rasa takut mereka tanpa takut dihakimi.
Satu per satu, luka-luka itu disembuhkan bukan dengan ceramah atau tuntutan, melainkan dengan pelukan hangat, penerimaan apa adanya, dan tawa bersama yang memecah sepi.
"Pulang ke Pelukan Rumah" adalah kisah tentang bagaimana sebuah keluarga besar menemukan kembali arti pulang. Bahwa rumah bukanlah tempat singgah sementara, melainkan satu-satunya tempat di muka bumi di mana jiwa merasa utuh, diterima seutuhnya, dan dicintai tanpa syarat.
Tokoh Utama
Arkan
Samaira
#1
Simfoni Pagi di Rumah Tua
#2
Senyum Sempurna Dita
#3
Tamu di Rumah Sendiri
#4
Rahasia di Balik Pintu Kamar
#5
Jangkar yang Mulai Goyah (Arkan)
#6
Retakan Pertama. Sebuah insiden
#7
Kabar Buruk dari Kantor
#8
Kepanikan Samaira
#10
Bab 10: Dinding Pertahanan Ghina Runtuh
#11
Krisis Identitas Arman dan Fajar
#12
Efek Domino
#13
Makan Malam Bisu
#14
Arkan yang Terpuruk
#15
Pencarian Ghina
#16
Ghina Ditemukan
#17
Pengakuan Arman dan Fajar
#18
Puncak Ketegangan
#19
Titik Nadir
#20
Campur Tangan Bi Turi
#21
Fajar Baru
#22
Ruang Tamu sebagai Suaka
#23
Memeluk Dita
#24
Merangkul Arman dan Fajar
#25
Memahami Ghina
#26
Tim Ekonomi Keluarga
#27
Tawa yang Kembali
#28
Gotong Royong Rumah Tua
#29
Arti "Pulang" yang Sesungguhnya
#30
Kembali Harmoni
Ulasan kamu
Ulasan kamu akan ditampilkan untuk publik, sedangkan bintang hanya dapat dilihat oleh penulis
Apakah kamu akan menghapus ulasanmu?
Disukai
0
Dibaca
43
Tentang Penulis
Amrullah Ibrahim
Seorang yang suka berpikir imajiner dan suka membaca cerita fiksis
Bergabung sejak 2026-07-30
Telah diikuti oleh 15 pengguna
Sudah memublikasikan 16 karya
Menulis lebih dari 1,003,977 kata pada novel
Rekomendasi dari
Rekomendasi
Novel
KEMELUT TERATAI KEMBAR
Amrullah Ibrahim
Novel
Pulang ke Pelukan Rumah
Amrullah Ibrahim
Novel
SERI 2 - PEDANG TERATAI HITAM
Amrullah Ibrahim
Novel
SERI 3: TERATAI MEKAR DI PUNCAK BROMO
Amrullah Ibrahim
Novel
SERI 10: GUGURNYA TERATAI JINGGA
Amrullah Ibrahim
Novel
SERI 8: KEMELUT TERATAI BIRU
Amrullah Ibrahim
Novel
Denyut Nadi di Rumah Kita
Amrullah Ibrahim
Novel
Baiti Jannati
Amrullah Ibrahim
Novel
Pulang ke Pelukan Desa
Amrullah Ibrahim
Novel
SERI 5: PENDEKAR TERATAI EMAS
Amrullah Ibrahim
Novel
Bronze
TERATAI BERDARAH DI RAWA MUSI
Amrullah Ibrahim
Novel
SERI 6: BAYANGAN TERATAI BERACUN
Amrullah Ibrahim
Novel
SERI 9: TERATAI SAKTI DARI SAMUDRA SELATAN
Amrullah Ibrahim
Novel
Tit Tak Sempurna
Amrullah Ibrahim
Novel
SERI 7: TERATAI PUTIH PENYAPU ANGIN
Amrullah Ibrahim