Apakah kamu akan memberikan Novel ke ?
Berikan Novel ini kepada temanmu
Masukan nama pengguna
Blurb
Jiwa yang tenggelam dalam rasa dengki, menyeret ke tepian kufur nikmat. Bukan hanya menyakiti dirinya yang terus terkungkung dalam pusaran ketidaktenangan tetapi bisa membahayakan orang lain. Terlebih lagi jika rasa dengki menyebabkan ia berinteraksi dengan makhluk tak kasat mata untuk mengganggu kehidupan seseorang.
Kisah ini menceritakan tentang Hasbih, seorang kontraktor bangunan yang menjadi sasaran yang dilakukan oleh mereka yang memiliki jiwa dengki. Benteng diri Hasbih kala itu sedang goyah, mudah terhantam oleh amukan rasa dengki yang selalu menyerangnya dengan kejadian-kejadian di luar nalar manusia. Kejadian-kejadian gaib itu menimpa Hasbih saat dirinya mendapatkan proyek pembangunan masjid di Pondok Pesantren Nurul Ilmi.
Sepotong benda perak melayang-layang di hadapannya. Menusuk kaki dan mengundang rasa perih. Seseorang mengirimkan hidangan untuk sarapan dan makan siang yang tak menggugah selera bagi Hasbih. Bangkai ayam cemani hitam legam yang menurut orang-orang adalah simbol interaksi antara jin jahat dengan jiwa yang telah dirasuki iblis tersaji di bawah meja kerja Hasbih.
Di dalam kekalutan Hasbih, Kyai Malik pemimpin pondok pesantren meneduhkan batin Hasbih. Kyai Malik mengajaknya untuk mendalami ilmu agama di pesantrennya. Hasbih mendadak menjadi santri.
Entah mengapa ada jiwa dengki seperti itu di atas muka bumi ini. Yang pasti tidak ada satu makhluk pun yang mampu menandingi kekuatan Allah karena Allah yang menciptakan segalanya.
Tubuh sudah lelah dan ringkih.
Apakah Hasbih menyerah dengan kekuatan makhluk tak kasat mata?
Siapakah yang menjahilinya?
Baca kisah selanjutnya di Mata Jahat.
Kisah ini menceritakan tentang Hasbih, seorang kontraktor bangunan yang menjadi sasaran yang dilakukan oleh mereka yang memiliki jiwa dengki. Benteng diri Hasbih kala itu sedang goyah, mudah terhantam oleh amukan rasa dengki yang selalu menyerangnya dengan kejadian-kejadian di luar nalar manusia. Kejadian-kejadian gaib itu menimpa Hasbih saat dirinya mendapatkan proyek pembangunan masjid di Pondok Pesantren Nurul Ilmi.
Sepotong benda perak melayang-layang di hadapannya. Menusuk kaki dan mengundang rasa perih. Seseorang mengirimkan hidangan untuk sarapan dan makan siang yang tak menggugah selera bagi Hasbih. Bangkai ayam cemani hitam legam yang menurut orang-orang adalah simbol interaksi antara jin jahat dengan jiwa yang telah dirasuki iblis tersaji di bawah meja kerja Hasbih.
Di dalam kekalutan Hasbih, Kyai Malik pemimpin pondok pesantren meneduhkan batin Hasbih. Kyai Malik mengajaknya untuk mendalami ilmu agama di pesantrennya. Hasbih mendadak menjadi santri.
Entah mengapa ada jiwa dengki seperti itu di atas muka bumi ini. Yang pasti tidak ada satu makhluk pun yang mampu menandingi kekuatan Allah karena Allah yang menciptakan segalanya.
Tubuh sudah lelah dan ringkih.
Apakah Hasbih menyerah dengan kekuatan makhluk tak kasat mata?
Siapakah yang menjahilinya?
Baca kisah selanjutnya di Mata Jahat.
Tokoh Utama
Hasbih
Ulasan kamu
Ulasan kamu akan ditampilkan untuk publik, sedangkan bintang hanya dapat dilihat oleh penulis
Apakah kamu akan menghapus ulasanmu?
Disukai
3
Dibaca
889
Tentang Penulis
Ratih Setyorini
ig @ratihsetyorini_ajay
Bergabung sejak 2023-08-01
Telah diikuti oleh 82 pengguna
Sudah memublikasikan 3 karya
Menulis lebih dari 15,110 kata pada novel
Rekomendasi dari Religi
Novel
Mata Jahat
Ratih Setyorini
Novel
BUCIN
M habibbul haq
Novel
Air Mata Bintang
kieva aulian
Novel
Bulan di Darah Awan
Affad DaffaMage
Novel
Hari-Hari Berat
Titin Widyawati
Skrip Film
Embun di Atas Daun Maple - Skenario FILM
Hadis Mevlana
Novel
Ngaku Gaul Kok Galau
Bentang Pustaka
Novel
Gadis Kolong Sampah
Kuni 'Umdatun Nasikah
Cerpen
Sobrot
Dewanto Amin Sadono
Novel
Zaidun Wa Hindun
Aviskha izzatun Noilufar
Novel
Cahaya Humaira
Vira Ayu Safila
Novel
Katamu Aku Cantik
Farida Zulkaidah Pane
Novel
DELAPAN AIR MATA
Arul asikin
Novel
Demi Allah dan Waktu yang Berjalan
Diba Tesi Zalziyati
Novel
Allah Tidak Cerewet seperti Kita
Noura Publishing
Rekomendasi