Apakah kamu akan memberikan Novel ke ?
Berikan Novel ini kepada temanmu
Masukan nama pengguna
Novel ini masih diperiksa oleh kurator
Blurb
Filosofi Rumah adalah cara kembali tanpa menyakiti siapapun. Terkadang pulang hanya sebagian lalu yang sebagiannya lagi tertinggal di kantor, jalanan atau mungkin pada lingkup duniawi lainnya. Tidak mesti menunggu kehilangan atau merasakan kehilangan itu sendiri bahwa ia memang benar ada dan nyata. Apa yang paling menyiksa di hidup ini? Tentu rindu dengan seseorang yang bahkan jejaknya telah tiada di bumi. Kerinduan semacam itu tidak pernah berhenti sebab ia hadir ke dalam mimpi, dalam doa yang paling serius dan menjelma sebuah lirik-lirik lagu.
Filosofi Rumah meyakini kehidupan ini kompleks maka dari itu bertahanlah dan bertahanlah lagi hingga badai itu hilang dengan sendirinya. Rumah akan senantiasa berfungsi dengan baik sebagai tempat keluh kesah kemudian bersemai mekar dengan seisinya. Cinta, peradaban, dan kehidupan adalah bentuk paradoks yang semesta suguhkan untuk setiap insan. Bertahanlah dan cobalah bertahan lagi hingga sinar matahari menempus celah-celah sempit itu kemudian terang benderang disaksikan.
Pulanglah tanpa menunggu isyarat apapun. Terkadang dunia ini hanya sedang bermain jangan terlalu serius kecuali perihal kerinduan dan pertemuan. Jika kamu berpikir bisa hidup tanpa cinta atau bahkan tanpa rasa rindu sebab segala bentuk pencapaian duniawi ini telah berada dalam genggaman maka itulah yang dinamakan paradoks, megah tapi sepi dan ramai tapi hampa. Mungkin senyum bisa kamu tebar dalam setiap perjamuan, perayaan hingga pesta namun ketika pulang kamu hanya sebatang kara tanpa cinta dan kerinduan.
Mumpung jalan pulang masih terekam jelas dan mumpung penghuni rumah masih lengkap tidak ada salahnya untuk merayakan banyak rindu dengannya. Jikapun penghuni rumah telah hilang satu, dua atau pun tiga, tidak apa-apa untuk kembali. Pulang adalah cara lain untuk bernostalgia dan meredam ambisi. Tidak ada larangan untuk kembali sebab kamu masih bagian utuh darinya. Tidak ada tempat mengenang nostalgia selain pulang membingkai langkah-langkah mungil itu lagi. Akan tertata rapi dalam secangkir kopi, makanan buatan oramg rumah atau obrolan tentang mimpi kecil dulu. Memang hidup ini tentang banyak pilihan namun untuk yang satu ini pilihlah untuk kembali dan menengok kerinduan itu. Semoga senantiasa berbahagia atas hidup ini namun jika bersedih maka secukupnya saja sebab hidup adalah teman sepermainan.
Filosofi Rumah meyakini kehidupan ini kompleks maka dari itu bertahanlah dan bertahanlah lagi hingga badai itu hilang dengan sendirinya. Rumah akan senantiasa berfungsi dengan baik sebagai tempat keluh kesah kemudian bersemai mekar dengan seisinya. Cinta, peradaban, dan kehidupan adalah bentuk paradoks yang semesta suguhkan untuk setiap insan. Bertahanlah dan cobalah bertahan lagi hingga sinar matahari menempus celah-celah sempit itu kemudian terang benderang disaksikan.
Pulanglah tanpa menunggu isyarat apapun. Terkadang dunia ini hanya sedang bermain jangan terlalu serius kecuali perihal kerinduan dan pertemuan. Jika kamu berpikir bisa hidup tanpa cinta atau bahkan tanpa rasa rindu sebab segala bentuk pencapaian duniawi ini telah berada dalam genggaman maka itulah yang dinamakan paradoks, megah tapi sepi dan ramai tapi hampa. Mungkin senyum bisa kamu tebar dalam setiap perjamuan, perayaan hingga pesta namun ketika pulang kamu hanya sebatang kara tanpa cinta dan kerinduan.
Mumpung jalan pulang masih terekam jelas dan mumpung penghuni rumah masih lengkap tidak ada salahnya untuk merayakan banyak rindu dengannya. Jikapun penghuni rumah telah hilang satu, dua atau pun tiga, tidak apa-apa untuk kembali. Pulang adalah cara lain untuk bernostalgia dan meredam ambisi. Tidak ada larangan untuk kembali sebab kamu masih bagian utuh darinya. Tidak ada tempat mengenang nostalgia selain pulang membingkai langkah-langkah mungil itu lagi. Akan tertata rapi dalam secangkir kopi, makanan buatan oramg rumah atau obrolan tentang mimpi kecil dulu. Memang hidup ini tentang banyak pilihan namun untuk yang satu ini pilihlah untuk kembali dan menengok kerinduan itu. Semoga senantiasa berbahagia atas hidup ini namun jika bersedih maka secukupnya saja sebab hidup adalah teman sepermainan.
Tokoh Utama
AKU
#1
TENTANG RUMAH
#2
RUMAH SESUNGGUHNYA
#3
RUMAH TAPI PARADOKS
#4
RUMAH DI TEPI BARAT
#5
MEKAR DI LUAR PAGAR
#6
KEHABISAN KATA
#7
PATAH LALU TUMBUH LAGI
#8
DOA SAMPAI KEMANA-MANA
#9
DIRIMU DAN KESUNYIAN
#10
MATI RASA
#11
BERDAMAI DENGAN DIRI SENDIRI
#12
PARADOKS
#13
TUHAN HANYA BERCANDA
#14
CINTA DAN HARAPAN
#15
DI UJUNG PENANTIAN
#16
PERAYAAN
#17
MANUSIA DAN KEINGINAN
#18
KABUT DAN GUNUNG
#19
TERSERAH TUHAN SAJA
#20
MENCINTAI DENGAN SEDERHANA
#21
SEMOGA KITA SAMPAI
Ulasan kamu
Ulasan kamu akan ditampilkan untuk publik, sedangkan bintang hanya dapat dilihat oleh penulis
Apakah kamu akan menghapus ulasanmu?
Disukai
0
Dibaca
11
Tentang Penulis
Rayasa Kherta
lelaki yang menulis apa saja
Bergabung sejak 2026-07-18
Telah diikuti oleh 15 pengguna
Sudah memublikasikan 11 karya
Menulis lebih dari 83,058 kata pada novel
Rekomendasi dari Drama
Novel
FILOSOFI RUMAH
Rayasa Kherta
Skrip Film
WHEN WE TALK WHAT A LOVE IS
Herman Trisuhandi
Novel
KKPK The Melody of Twin
Mizan Publishing
Novel
Kaligrafi untuk Sabrina
Bisma Lucky Narendra
Novel
Kuncup Berlian
Ais Aisih
Novel
Unperfect Marriage
Elisabet Erlias Purba
Novel
Separuh Mengabur
May
Novel
UNQUALIFIED
Putri Lailani
Novel
DI BALIK LAMPU IBUKOTA
Arata Kaivan
Novel
7 Rumah Mirah
Anggi Gayatri Purba
Novel
Cinta Tapi Beda
Imajinasiku
Novel
hope beyond my limits
Nur dotul jannah
Skrip Film
ARAH ASA
Herman Trisuhandi
Cerpen
Di Depan Mata Sobatku Pergi
Maldalias
Novel
Jejak Umbu di Tanah Bertuah
Sika Indry
Rekomendasi
Novel
FILOSOFI RUMAH
Rayasa Kherta
Novel
Bronze
DEJAVU: Orang-Orang yang Pernah Mati
Rayasa Kherta
Cerpen
Bronze
GURU NUSA
Rayasa Kherta
Cerpen
Bronze
Lelaki Paruh Baya Bercelana Karung Goni
Rayasa Kherta
Novel
GENTA 2018
Rayasa Kherta
Cerpen
Bronze
DINDA OBAT PANDEMI
Rayasa Kherta
Cerpen
Bronze
JUM WANGI
Rayasa Kherta