Apakah kamu akan memberikan Novel ke ?
Berikan Novel ini kepada temanmu
Masukan nama pengguna
Novel ini masih diperiksa oleh kurator
Blurb
Banda meninggal pada hari yang seharusnya menjadi hari paling membahagiakan dalam hidupnya. Sebuah perjalanan sederhana di tengah hujan berubah menjadi tragedi yang merenggut nyawanya. Di hadapan kerumunan orang dan sirine ambulans yang datang setelahnya, hidup Banda berakhir begitu saja. Sementara itu, Naira hanya menyaksikan seluruh dunia runtuh dalam satu hari. Kematiannya mulai dikabarkan terus-menerus. Orang-orang memberinya harapan bahwa Banda telah bahagia di dimensi yang lain. Namun, setiap kali Naira ingin percaya, setiap itu juga tidak bisa sebab Naira tahu satu hal yang tidak dimiliki orang-orang di sekitarnya.
Duka yang terlalu besar membuat Naira menutup diri dari kehidupan. Hingga satu malam, setelah tertidur dalam kekelalahan dan kehilangan yang tidak tertahankan, Naira terbangun dalam keadaan yang mustahil. Waktu kembali, bukan beberapa menit, bukan beberapa jam, melainkan beberapa hari sebelum kematian Banda terjadi.
Semua orang masih menjalani hidup seperti biasa. Kota masih sama. Hujan belum turun, kecelakaan tragis belum terjadi. Hanya Naira yang membawa satu hal dari masa depan: ingatan tentang kematian Banda. Bagi Naira, yang telah tersiksa oleh penyesalan, kematian, dan rasa bersalah terus-menerus, ini adalah kesempatan kedua. Kesempatan untuk menyelamatkan orang yang paling dicintainya.
Namun mengubah takdir ternyata jauh lebih rumit daripada mencengah sebuah kecelakaan itu sendiri. Ia berhadapan dengan pola takdir yang semakin liar menyerang, mengintai, dan memburu setiap gerak-geriknya. Setiap keputusan yang berhasil menyelamatkan Banda justru melahirkan kejadian-kejadian yang janggal yang bahkan lebih tragis dari kematian Banda itu sendiri. Kota menjadi chaos, puluhan nyawa melayang, dan orang-orang disekitarnya menjadi pengganti serta terlibat kecelakaan. Pola itu terus berusaha mengembalikan keseimbangan yang telah terusik.
Di tengah kekacauan itu, Banda mulai mengalami serangkaian dejavu. Potongan-potongan kejadian yang hilang ketika dirinya mati muncul perlahan. Wajah-wajah asing terasa akrab. Tempat-tempat yang berlum pernah dikunjungi terasa pernah dilalui. Hingga akhirnya bertemu dengan Sabda, seorang lelaki tua berusia seabad yang hidupnya dipenuhi kisah tentang kematian. Dari pertemuan itu, perlahan terungkap sebuah pola yang lebih mengerikan daripada kematian itu sendiri. Bahwa sebagian orang pernah mati. Bahwa sebagian orang pernah kembali. Dan bahwa pola takdir tidak pernah benar-benar kalah. Ia hanya mencari pengganti dan bagi yang melawannya ia akan hidup sangat lama, tidak bisa mati, serta sangat menderita.
Ketika cinta, kehilangan, dan kematian saling bertabrakan, Banda dan Naira harus menghadapi satu pernyataan yang tidak memiliki jawaban: jika orang yang paling kau cintai bisa diselamatkan, tetapi seseorang yang lain harus menggantikannya, apakah kau tetap akan melakukannya?
Duka yang terlalu besar membuat Naira menutup diri dari kehidupan. Hingga satu malam, setelah tertidur dalam kekelalahan dan kehilangan yang tidak tertahankan, Naira terbangun dalam keadaan yang mustahil. Waktu kembali, bukan beberapa menit, bukan beberapa jam, melainkan beberapa hari sebelum kematian Banda terjadi.
Semua orang masih menjalani hidup seperti biasa. Kota masih sama. Hujan belum turun, kecelakaan tragis belum terjadi. Hanya Naira yang membawa satu hal dari masa depan: ingatan tentang kematian Banda. Bagi Naira, yang telah tersiksa oleh penyesalan, kematian, dan rasa bersalah terus-menerus, ini adalah kesempatan kedua. Kesempatan untuk menyelamatkan orang yang paling dicintainya.
Namun mengubah takdir ternyata jauh lebih rumit daripada mencengah sebuah kecelakaan itu sendiri. Ia berhadapan dengan pola takdir yang semakin liar menyerang, mengintai, dan memburu setiap gerak-geriknya. Setiap keputusan yang berhasil menyelamatkan Banda justru melahirkan kejadian-kejadian yang janggal yang bahkan lebih tragis dari kematian Banda itu sendiri. Kota menjadi chaos, puluhan nyawa melayang, dan orang-orang disekitarnya menjadi pengganti serta terlibat kecelakaan. Pola itu terus berusaha mengembalikan keseimbangan yang telah terusik.
Di tengah kekacauan itu, Banda mulai mengalami serangkaian dejavu. Potongan-potongan kejadian yang hilang ketika dirinya mati muncul perlahan. Wajah-wajah asing terasa akrab. Tempat-tempat yang berlum pernah dikunjungi terasa pernah dilalui. Hingga akhirnya bertemu dengan Sabda, seorang lelaki tua berusia seabad yang hidupnya dipenuhi kisah tentang kematian. Dari pertemuan itu, perlahan terungkap sebuah pola yang lebih mengerikan daripada kematian itu sendiri. Bahwa sebagian orang pernah mati. Bahwa sebagian orang pernah kembali. Dan bahwa pola takdir tidak pernah benar-benar kalah. Ia hanya mencari pengganti dan bagi yang melawannya ia akan hidup sangat lama, tidak bisa mati, serta sangat menderita.
Ketika cinta, kehilangan, dan kematian saling bertabrakan, Banda dan Naira harus menghadapi satu pernyataan yang tidak memiliki jawaban: jika orang yang paling kau cintai bisa diselamatkan, tetapi seseorang yang lain harus menggantikannya, apakah kau tetap akan melakukannya?
Tokoh Utama
Banda
Naira
#1
HUJAN
#2
RINDU
#3
DIMENSI WAKTU
#4
KESEMPATAN
#5
PENUNDAAN
#6
PENGGANTI
#7
POLA
#8
LIAR
#9
RETAK
#10
KORBAN
#11
KEKACAUAN
#12
BAYANGAN
#13
CATATAN
#14
PENELUSURAN
#15
HAMPIR MATI
#16
PERTEMUAN
#17
JALAN BASAH
#18
TERJEBAK
#19
LUKA SAYAT
#20
MELINDUNGINYA
#21
GAUN MERAH
#22
MEMBUNUH
#23
DEJAVU
#24
BADAI
#25
MENGAKHIRI
#26
KABUT
Ulasan kamu
Ulasan kamu akan ditampilkan untuk publik, sedangkan bintang hanya dapat dilihat oleh penulis
Apakah kamu akan menghapus ulasanmu?
Disukai
1
Dibaca
18
Tentang Penulis
Rayasa Kherta
lelaki yang menulis apa saja
Bergabung sejak 2026-07-18
Telah diikuti oleh 7 pengguna
Sudah memublikasikan 4 karya
Menulis lebih dari 33,659 kata pada novel
Rekomendasi dari Misteri
Novel
DEJAVU: Orang-Orang yang Pernah Mati
Rayasa Kherta
Flash
Mengisi Segelas Kopi
imagivine
Flash
Ombak
Febby Arshani
Flash
Teh Sore untuk Emily
Haris Hidayat
Flash
Jendela Kantor
Agung Prasetiarso
Flash
Kalian Seharusnya Suka Dengan Cerita Ini
Rahma Nanda Sri Wahyuni
Novel
Lembar Usang Berkisah
Dwimarta
Cerpen
Desa Jati(part 2)
Rizqy Kurniawan
Novel
S A N T R I
Lalu Syarif Maulana Ahsan
Flash
Suspicious Boyfriend
Matrioska
Flash
THE DEATH
Donquixote
Cerpen
BAYANG-BAYANG DI BALIK JENDELA
Penulis N
Novel
Hikayat Pesta Babi
Harly B. Poetra
Flash
Kereta Terakhir
Afri Meldam
Cerpen
Bobong dan Negeri Cahaya
Titin Widyawati
Rekomendasi