Disukai
0
Dilihat
18
Lelaki Paruh Baya Bercelana Karung Goni
Aksi
Cerpen ini masih diperiksa oleh kurator

Namanya Sunaryoto, musafir paruh baya yang  terbuang dari kampung halamannya sendiri. Sudah dua puluh tahunlamanya, ia enggan menginjakkan kaki di Kampung Air lagi.Kampung yang sejatinya gemah ripah loh jinawi, namun tidak pernah memberinya penghidupan. Justru memberikan ejekan yang melekat pada dirinya sebagai si kering keronta bercelana karung goni. Mendiang bapak dan ibu tidak meninggalkan apa pun, kecuali sepetak rumah mepet sawah. Orang sekitar lebih sering menyebutnya gubuk ketimbang rumah karena atapnya terbuat dari ilalang kering, tembok dari papan kayu, serta hanya memiliki dua kamar tanpa ventilasi udara. Tempat yang pengap itulah yang selalu diperguncingkan oleh kedua saudaranya yang telah menikah muda serta masing-masing punya balita.

Sunaryoto pergi tanpa berpamitan kepada siapa pun menuju kota-kota yang dalam benaknya bisa mengubah nasibnya. Tidak ada ijazah yang disertakan dalam tas hitam yang resletingnya telah rusak itu. Hanya beberapa helai pakain yang se...

Baca cerita ini lebih lanjut?
Rp5.000
Suka
Favorit
Bagikan
Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)
Rekomendasi dari Aksi
Rekomendasi