Apakah kamu akan memberikan Novel ke ?
Berikan Novel ini kepada temanmu
Masukan nama pengguna
Blurb
Hadi, seorang guru PJOK yang mengabdi sebagai guru di SMPN 4 Surabaya. Untuk menafkahi keluarganya, ia harus rela diejek dan dipandang remeh oleh siswa-siswinya sendiri. Tak banyak yang menyukai mapel yang ia ajar, dan itu memerlukan motivasi ekstra bagi Hadi. Selain harus menyusun modul ajar, Hadi juga harus sabar menghadapi beragam karakter murid. Dan membuktikan bahwa dia jugalah guru signifikan di sekolah ini.
Di tengah-tengah badai kekecewaan terhadap murid, di tengah-tengah tekanan batin yang begitu besar, sanggupkah Hadi bertahan sebagai seorang guru? Mampukah ia memperkuat mental untuk menghadapi dunia yang seakan tak pernah berpihak padanya?
*DISCLAIMER: Cerita ini sepenuhnya fiksi, hanya untuk hiburan semata*
Di tengah-tengah badai kekecewaan terhadap murid, di tengah-tengah tekanan batin yang begitu besar, sanggupkah Hadi bertahan sebagai seorang guru? Mampukah ia memperkuat mental untuk menghadapi dunia yang seakan tak pernah berpihak padanya?
*DISCLAIMER: Cerita ini sepenuhnya fiksi, hanya untuk hiburan semata*
Tokoh Utama
Hadi
Zea
#1
Permulaan
#2
Menjadi Guru Ternyata Tidak Mudah
#3
"Bosan, Pak!"
#4
Kata-Kata Penguat
#5
Dihina, Dipuji, Tetaplah Seorang Guru
#6
Ucapan Selamat Pun Tak Ada
#7
Bukan Hasil yang Dinilai, Tapi Prosesnya
#8
Susahnya Menjadi Wasit
#9
Kekhawatiran yang Melanda
#10
Aku Hanya Tidak Ingin Mereka Salah Paham
#11
Ada yang Berbeda (Zea)
#12
Isi yang Sama, Perlakuan yang Beda (Zea)
#13
Bukan Hanya Beliau yang Merasakan (Zea)
#14
Ucapan yang Menyakitkan (Zea)
#15
Dua Tugas yang Memberatkan
#16
Segaduh Ini Rupanya (Yahya)
#17
Perbaikan Keran
#18
Rencana yang Sudah Disusun Matang-Matang (Zea)
#19
Perintah yang Diabaikan (Zea)
#20
Sesuatu Menjadi Sempurna Karena Niatnya (Zea)
#21
Aku Akan Tetap Berusaha (Zea)
#22
Semua Ini Masih Berlanjut (Zea)
#23
Perlu Revisi (Zea)
#24
Aku Tak Pernah Memilih Langkah Ini (Zea)
#25
Tangis yang Selama Ini Ditahan (Zea)
#26
Satu Tim (Zea)
#27
Persiapan Untuk Besok (Zea)
#28
Kupikir Biasa Saja (Zea)
#29
Bukan Hanya Diriku yang Merasakan
#30
Sama-Sama Berjuang
#31
Epilog
Ulasan kamu
Ulasan kamu akan ditampilkan untuk publik, sedangkan bintang hanya dapat dilihat oleh penulis
Apakah kamu akan menghapus ulasanmu?
Disukai
2
Dibaca
1.5k
Tentang Penulis
Kiara Hanifa Anindya
"Menulis berarti menciptakan duniamu sendiri" -Stephen King-
"It is immoral not to tell" -Albert Camus-
"It is immoral not to tell" -Albert Camus-
Bergabung sejak 2024-11-12
Telah diikuti oleh 245 pengguna
Sudah memublikasikan 47 karya
Menulis lebih dari 54,533 kata pada novel
Rekomendasi dari Drama
Novel
Ini Sepi Terus Ada, dan Menanti
Achmad Muchtar
Novel
Even They Can Cry
Kiara Hanifa Anindya
Novel
Adam and His Frustration
Hendra Wiguna
Skrip Film
LUKA MEMELUK LUNA
essa amalia khairina
Cerpen
Hujan Musim Panas
Andi Ramdani
Novel
H-365
Ludiamanta
Novel
Mencari Jalan Pulang
Nita Roviana
Flash
Pergaulan Bebas
lidhamaul
Novel
Simfoni Kesedihan
Yudhi Herwibowo
Skrip Film
Awang Mencari Pahlawan
Hendra Purnama
Flash
Catatan Abad Ini
Noyn
Novel
Perempuan Gagal
Anifa Hambali
Novel
Aku, Kau, dan Luka Yang Tak Terucap
Irfandi Rizky Tomagola
Flash
Taman Sore
eko s
Cerpen
Kupu-Kupu Amnesia
Weny Aptini
Rekomendasi
Novel
Even They Can Cry
Kiara Hanifa Anindya
Cerpen
Kebahagiaan untuk Ninik
Kiara Hanifa Anindya
Flash
Lagu Persahabatan
Kiara Hanifa Anindya
Cerpen
Menampung Air Hujan
Kiara Hanifa Anindya
Flash
Rindu
Kiara Hanifa Anindya
Flash
Cerdas Cermat
Kiara Hanifa Anindya
Cerpen
Masih Perlu Usaha
Kiara Hanifa Anindya
Flash
Isi Bekal Amel
Kiara Hanifa Anindya
Flash
Bronze
Pak Guru Says!
Kiara Hanifa Anindya
Flash
Karyawan yang Malas Membaca
Kiara Hanifa Anindya
Flash
Bronze
2024 dan 2025
Kiara Hanifa Anindya
Cerpen
Bronze
Bertemu Ajak di Thailand
Kiara Hanifa Anindya
Cerpen
Bronze
Trend
Kiara Hanifa Anindya
Cerpen
Bronze
Aku Ingin Mudik, Tapi Tidak Bisa
Kiara Hanifa Anindya
Flash
Secangkir Kopi untuk Kakek Husni
Kiara Hanifa Anindya