Apakah kamu akan memberikan Novel ke ?
Berikan Novel ini kepada temanmu
Masukan nama pengguna
Blurb
Nurhasanah terpaksa mengikuti kedua orang tuanya pindah ke sebuah rumah tua yang berdiri di tengah pemakaman. Ayahnya berkata kepindahan tersebut hanya sementara, tetapi Nur tahu janji-janji seperti itu selalu lebih mudah diucapkan daripada ditepati.
Sejak hari pertama, rumah itu menghadirkan kejanggalan. Ibunya mencium bau bangkai dari semangkuk mi instan, berbicara kepada seseorang yang tak pernah terlihat, dan terus menatap pemakaman seolah sedang menunggu seseorang pulang.
Sepeninggal ayahnya, seluruh beban hidup berpindah ke pundak Nur. Ia harus mencari nafkah, mengurus kebun, dan merawat sang ibu yang perlahan kehilangan ingatannya. Rumah tak pernah diam. Akar selalu punya cara untuk mencari tempat baru.
Sejak hari pertama, rumah itu menghadirkan kejanggalan. Ibunya mencium bau bangkai dari semangkuk mi instan, berbicara kepada seseorang yang tak pernah terlihat, dan terus menatap pemakaman seolah sedang menunggu seseorang pulang.
Sepeninggal ayahnya, seluruh beban hidup berpindah ke pundak Nur. Ia harus mencari nafkah, mengurus kebun, dan merawat sang ibu yang perlahan kehilangan ingatannya. Rumah tak pernah diam. Akar selalu punya cara untuk mencari tempat baru.
Tokoh Utama
Nurhasanah
Ibu
Ayah
#1
Bab 1: Pindah
#2
Bab 2: Rumah Baru
#3
Bab 3: Dapur
#4
Bab 4: Pias
#5
Bab 5: Tanah Subur
#6
Bab 6: Mimpi
#7
Bab 7: Pandangan
#8
Bab 8: Belenggu
#9
Bab 9: Orang Pintar
#10
Bab 10: Bisikan
#11
Bab 11: Tatapan
#12
Bab 12: Nasi Pemakaman
#13
Bab 13: Penghidupan
#14
Bab 14: Serupa
#15
Bab 15: Bayangan
#16
Bab 16: Tersesat
#17
Bab 17: Di Atas
#18
Bab 18: Ayah
#19
Bab 19: Pilihan
#20
Bab 20: Suara
#21
Bab 21: Keranda
#22
Bab 22: Kemeja Itu
#23
Bab 23: Datang
#24
Bab 24: Hidup Baru
#25
Bab 25: Roti
#26
Bab 26: Rambut
#27
Bab 27: Menginap
#28
Bab 28: Bau Tanah
#29
Bab 29: Hasil Kebun
#30
Bab 30: Sama
#31
Bab 31: Habis
#32
Bab 32: Pulang
#33
Bab 33: Ibu
#34
Bab 34: Akar
Ulasan kamu
Ulasan kamu akan ditampilkan untuk publik, sedangkan bintang hanya dapat dilihat oleh penulis
Apakah kamu akan menghapus ulasanmu?
Kamu harus masuk terlebih dahulu untuk mengirimkan ulasan, Masuk
Rumah, makam, dan ingatan sebagai ruang tempat trauma sebuah keluarga terus bercecabang dari satu generasi ke generasi berikutnya. Dalam sastra gotik perspektif Marianne Hirsch, pengalaman masa lalu dapat hidup sebagai postmemory, menjadi sesuatu yang tidak dialami secara langsung, tetapi begitu kuat diwariskan melalui cerita, perilaku, benda, dan kehidupan keluarga sehingga terasa seperti ingatan sendiri. Dalam novel, kematian ayah dan hilangnya ingatan sang ibu, berhadapan dengan sesuatu dari masa lalu yang seolah belum selesai. "Akar selalu punya cara untuk mencari tempat baru" akhirnya bukan sekadar kalimat puitis, melainkan gambaran tentang bagaimana masa lalu dapat menemukan jalan untuk hidup kembali dalam diri keturunannya. Novel ini menjadikan aliran kesadaran atas gothic, bukan semata-mata sebagai kisah tentang makam dan rumah aneh, tetapi sebagai kisah tentang ingatan, kehilangan, dan warisan luka yang terus mencari generasi berikutnya.
Disukai
12
Dibaca
2.1k
Tentang Penulis
Jasma Ryadi
Hidup dalam tulisan. Menetap bersama kata-kata. Aku ada karena aku bercerita.
Bergabung sejak 2025-06-04
Telah diikuti oleh 402 pengguna
Sudah memublikasikan 140 karya
Menulis lebih dari 102,811 kata pada novel
Rekomendasi dari Horor
Novel
Akar di Kepala Ibu
Jasma Ryadi
Novel
Fantasteen Black Shadow
Mizan Publishing
Cerpen
Rencana
Endah Wahyuningtyas
Novel
PERHIASAN TERKUTUK
Endah Wahyuningtyas
Novel
Fantasteen The Escapist
Mizan Publishing
Cerpen
Terkutuk
Christian Shonda Benyamin
Flash
MANGKAT
IGN Indra
Cerpen
Besuk
Amelia Purnomo
Flash
Sosok yang Lain
Jasma Ryadi
Flash
Kaca Malam Hari
Donquixote
Novel
Tingkah Aneh Istriku
Diyah Islami
Flash
Menjelang Kiamat
Rere Valencia
Flash
SURAT CINTA MEMATIKAN
Destiara Kim
Cerpen
Retak
Christian Shonda Benyamin
Komik
LIVESTREAMING
livestreamingwebcomic
Rekomendasi
Novel
Akar di Kepala Ibu
Jasma Ryadi
Flash
Sosok yang Lain
Jasma Ryadi
Flash
Sepatu Basah
Jasma Ryadi
Flash
Rumah Tanpa Isinya
Jasma Ryadi
Flash
Bagaimana Jika Aku Menjadi Umbi-Umbian?
Jasma Ryadi
Cerpen
Bronze
Inang
Jasma Ryadi
Cerpen
Bronze
Rindu di Antara Dua Stasiun
Jasma Ryadi
Flash
Mengasuh Sabar
Jasma Ryadi
Flash
Mengapa Aku Belum Mati?
Jasma Ryadi
Flash
Satu Langkah Setelah Luka
Jasma Ryadi
Flash
Aku atau Dia
Jasma Ryadi
Flash
Tiga Ketukan Sunyi
Jasma Ryadi
Flash
Layangan di Langit Hitam
Jasma Ryadi
Cerpen
Bronze
Mana Paket Saya?
Jasma Ryadi
Flash
Aroma Semur
Jasma Ryadi