Cottage Florist

 Siang itu, seorang laki-laki berparas tampan turun dari mobil mewahnya. Dia segera menuju ke toko bunga bernama Cottage Garden Florist. Bangunan dengan warna putih yang di depannya banyak bunga yang ditaruh di depan toko maupun digantung di dinding. Aroma bunga mulai tercium di hidung cowok bernama Raka.  Tak sabar, dia segera menghampiri toko bunga itu. Segera, cowok itu memilih bunga. Tak berselang lama sang pemilik toko menyambut dengan ramah. 

 "Pilih saja bunga yang Anda suka, " ucapnya. 

 Mata Raka sangat kaget melihat siapa pemilik toko bunga itu. Ya, Dita. Wanita yang pernah ditolaknya sewaktu zaman kuliah. 

 "Dita?" 

"Bener, Raka, ini aku Dita.  Kamu apa kabar?"

"Baik, " jawab Raka singkat. Tidak mau terlalu lama di sana, Raka memilih bunga yang disukai pacarnya. 

 Setelah urusan selesai, Raka menoleh ke belakang. "Jangan mengharapkan cintaku, Dita.  Aku tak akan mencintaimu!" serunya berlalu menuju mobil. Ucapan Raka membuat Dita sedih. Jujur, Dita masih menyimpan rasa pada Raka, karena dia adalah cinta pertamanya. Dita tidak pernah dendam saat Raka menolak cintanya kala itu. Semenjak saat itu, Dita tidak pernah membuka hati untuk orang lain. 

 Alangkah terkejutnya Raka saat hendak masuk mobil, dia melihat pacarnya bernama Merita bersama laki-laki lain. Dengan amarah yang mengebu-gebu, Raka menghampiri keduanya. 

 "Tega kamu, Mer!"

Merita anya bersikap cuek saat Raka mengucapkan kata itu. 

 "Kamu itu cuma bumerang dalam hidup Kakakku." Hanya itu yang diucapkan Merita. Raka tambah bingung apa yang dimaksud Melinda. 

 "Maksud kamu apa?"

 "Dita itu kakak aku! Aku mau sama kamu karena aku ingin membalaskan sakit hati kakakku! " Merita ertawa puas. Kini sakit hati Dita sudah dibayar tuntas!

6 disukai 1.6K dilihat
Suka
Bagikan
Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Saran Flash Fiction