Kejadian ini berlangsung setelah pelajaran olahraga. Seperti biasa, saya dan teman-teman selalu mandi setelah pelajaran tersebut kemudian haha-hihi sejenak di area kamar mandi sambil memakai skincare. Barulah kami kembali ke kelas saat bel penanda pergantian mata pelajaran dibunyikan. Saya melipat baju olahraga kemudian memasukkannya ke dalam tas. Setelahnya menuju bangku Momon--nama panggilan teman saya--seraya menunggu guru mata pelajaran berikut yang enggak datang-datang.
Di sela perbincangan, tiba-tiba Momon sibuk sendiri. Cewek semampai itu menoleh ke sana kemari dan memeriksa tas serta kolong meja. Saya pun bertanya, "Ada apa gerangan?"
Ternyata celana olahraganya hilang!
Lantas, teman saya itu ke kamar mandi dengan harapan barang yang dicari akan ditemukan di sana, tetapi dia kembali dengan tangan kosong dan wajah cantiknya makin muram. Sebagai teman yang perhatian, saya mencoba menenangkan.
Toh, kalau cuma celana kan bisa beli lagi, pikir saya.
Tetapi katanya, "Bukan masalah celananya, tapi ada uang sakunya di situ."
"Banyak?" tanya saya lagi dan Momon mengangguk.
"Lumayan buat dua hari," imbuhnya.
Saya tercengang karena uang saku Momon yang dua hari itu setara uang jajan saya selama seminggu. Pada akhirnya, saya bersemangat membantunya dengan harapan akan mendapatkan apresiasi berupa semangkuk bakso kantin. Saya pun mengumumkan berita kehilangan itu ke seluruh kelas sampai membuat teman-teman lain ikut mencari.
Sayangnya, hasilnya tetap nihil.
"Punya kamu, tuh, belum diperiksa!"
Celetukan salah satu teman membuat saya kesal. Dengan percaya diri, saya mengeluarkan celana olahraga yang telah terlipat rapi tadi. Hingga kepercayaan diri itu lenyap saat melihat nama teman saya tersemat pada bagian dalam celana, berikut sejumlah uang yang disebutkannya.
O-o-oh, hilanglah semangkuk bakso kantin yang sedap nan gurih!
Karuan saja, seisi kelas menyoraki saya sementara Momon berkacak pinggang sambil mengomel. Setelahnya saya yang kelimpungan mencari celana olahraga milik sendiri.