Flash Fiction
Disukai
0
Dilihat
4
Kronik Tak Beretika #001--Terjerat Tali Kambing
Komedi
Flash Fiction ini masih diperiksa oleh kurator

Cerita ini bermula saat saya yang masih SD diperintah Yang Mulia Ratu alias Mamak untuk membeli tahu di rumah tetangga. Nah, berangkatlah saya meski agak berat karena harus meninggalkan anime favorit yang on-going.

Sampai di tujuan, saya dibuat kecewa karena tahunya belum matang. Saya pun berniat pulang.

Namun, niat itu terdistraksi saat melihat seekor kambing peliharaan si tetangga. Mendekatlah saya kepada makhluk berbulu cokelat yang dijerat pasal pertalian itu. Dan sebagai penyayang hewan, saya tidak melewatkan kesempatan untuk mengelus bulu-bulu kasarnya. Si kambing awalnya diam saja sambil menatap saya. Mungkin aura kasih diri ini memancar.

Mendadak, si kambing mengitari saya. Saya masih santai karena enggak paham sama kelakuannya dan malah asyik mengajaknya ngobrol. Hingga si kambing berhenti berputar lalu menatap saya lagi sambil berkata, "Terima kasih, ya, Dek, sudah manjain saya."

Eh, bercanda! Si kambing cuma nge-mbek doang. Karena merasa cukup, saya melanjutkan niat untuk pulang. Tetapi, tiba-tiba saya terjatuh!

𝘚𝘳𝘦𝘡-π˜‰π˜Άπ˜¨π˜©!

Ternyata kaki saya terjerat tali si kambing! Belum sempat berdiri, si kambing berjalan berputar lagi seperti tadi. Alhasil, tubuh saya ikut terseret. Kotoran, remah rumput, dan ampas berlomba-lomba menempel ke baju dan tubuh. Saya makin panik waktu si kambing mendekat kemudian menjilati kepala saya.

Jangan makan saya, Mbing! pinta saya dalam hati.

Saat itu saya enggak menangis atau berteriak minta tolong. Entah karena keajaiban mental atau minus berpikir.

Hingga akhirnya, datanglah pahlawan itu! Adalah Bapak!

Bapak tentu saja terkejut dengan apa yang terjadi kepada anak gadisnya. Tanpa banyak bicara, Bapak melepaskan jeratan kemudian menuntun saya pulang. Rupanya beliau disuruh Mamak buat nyariin saya karena terlalu lama.

"Ugh, baunya! Jangan dekat-dekat!"

Begitulah perlakuan Mamak ketika melihat anak gadis yang menjalankan titahnya tadi kembali dalam keadaan penuh kotoran. Saya pun berakhir disemprot memakai selang.

Suka
Favorit
Bagikan
Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)