Flash Fiction
Disukai
0
Dilihat
2
Yang Tersisa dari Hutan
Drama
Flash Fiction ini masih diperiksa oleh kurator

Bagian 2: Yang Tersisa dari Hutan

(Sudut pandang: hutan itu sendiri)

Aku menjadi abu, melayang di atas kampung yang dulu kupayungi, jatuh perlahan di atap-atap seng seperti salju yang salah warna.

Sebelum itu, aku menjadi api — merambat dari akar ke akar, dari gambut yang sudah kering seperti kertas tua, menjilat semua yang kutumbuhkan selama puluhan tahun dalam hitungan jam saja.

Sebelum itu, aku menjadi kering. Tanahku yang biasa basah dan lembap berubah retak-retak seperti kulit yang pecah-pecah, dan setiap akar pohon yang dulu menyimpan air kini hanya menyimpan udara panas.

Sebelum itu, aku menjadi asing — sebagian diriku ditebang, dibersihkan, dibiarkan menjadi lahan kosong yang menunggu dibakar, cara paling cepat dan murah untuk membuka ruang baru.

Sebelum itu, aku menjadi rumah — bagi orangutan yang mengayun dari dahan ke dahan, bagi burung enggang yang bersuara nyaring setiap pagi, bagi ribuan serangga kecil yang tak pernah dilihat manusia tapi menjaga tanahku tetap subur.

Sebelum itu, aku menjadi paru-paru — menyerap udara panas dan mengembalikannya sejuk, menahan hujan di akar-akarku agar sungai di bawah tidak kering, agar kampung-kampung di sekitarku bisa terus hidup tanpa harus mengantre bensin atau menutup jendela dari asap.

Dan sebelum semua itu, aku hanya hutan — tumbuh diam-diam selama ratusan tahun, tak pernah meminta apa-apa dari manusia, hanya memberi: udara, air, keteduhan, dan rumah bagi siapa saja yang datang. Aku tidak tahu bahwa suatu hari nanti, memberi terlalu lama justru membuatku dianggap kosong — sesuatu yang boleh dihabiskan.

Keterangan:

Bagian ini mengambil sudut pandang non-manusia agar pembaca melihat dampak dari sisi yang biasanya tak bersuara. "Aku" di sini adalah hutan, dan setiap "sebelum itu" mundur ke masa ia masih utuh — dari abu, api, kering, ditebang, sampai ke masa ia masih menjadi paru-paru dan rumah. Bagian ini adalah pasangan dari Bagian 1: apa yang dialami keluarga di kampung adalah akibat dari apa yang terjadi pada hutan ini.

Suka
Favorit
Bagikan
Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)
Rekomendasi dari Drama
Rekomendasi