Hana menyempatkan dirinya sore itu, berkumpul bersama teman-temannya. Terlihat meja nomer 2 di Kafe itu sangat berisik, berbeda dengan Hana yang tengah sibuk merapikan tugas-tugas kuliahnya.
"Sibuk banget, pantesan jarang ngumpul," ucap Jessi melirik sinis Hana yang tengah berkutat dengan layar laptopnya.
"Iya nih, atau jangan-jangan punya temen baru kali makannya baru bisa dateng sekarang," timpal Naira.
Hana mendengar percakapan mereka, namun ia tidak memperdulikannya karena ia tahu itu akan membuang-buang waktunya. Sejenak ia menutup layar laptopnya dan menatap teman-temannya yang sedang tertawa lepas menyindirnya.
Hana menarik napas dalam-dalam, menahan gejolak di dadanya. Ia memaksakan sebuah senyum tipis, jenis senyum formal yang biasa ia berikan pada dosen atau orang asing.
"Tugas semester ini emang lagi padat banget. Bukan karena ada temen baru," jawab Hana tenang, mencoba mencairkan suasana.
Namun, jawaban tenang Hana sepertinya bukan hal yang diinginkan meja nomor 2. Caca, yang sedari tadi sibuk memoles lipstik, ikut menaruh cermin kecilnya dengan ketukan keras di atas meja.
"Halah so sibuk lo. Bilang aja udah males temenan lagi sama kita. Tiap diajak ngumpul banyak banget alasannya, biasanya dulu lo ga gitu!"
Naira ikut memanaskan suasana dengan candaan halus tapi menyindir. "Gapapa, Hana kan udah punya temen baru, kesibukan baru, jadi kita temen lama dilupain."
"Haha iya juga ya, kacang lupa kulit upss," ucap Jessi sambil menutup mulutnya.
Hana berdiri dengan hembusan nafas panjang, membereskan laptop dan menaruh uang untuk kopinya. Dengan nada tenang, tanpa terbata-bata ia membela dirinya secara elegan.
"Oh jadi ini topeng kalian? Ternyata kalian takut kalo gue glow up, takut banget kesaing sama gue ya. Ya sudah, kalau begitu gue pamit undur diri," ucap Hana sambil memberikan senyum sinisnya.
"Bye bye muka dua, gue emang ga pantes temenan lagi sama kalian. Otw cari circle baru, Have fun muka dua!