Disukai
0
Dilihat
114
Anastesi di Jari Jemari Kiri
Drama
Cerpen ini masih diperiksa oleh kurator

Sunyi menyapa malam ini, angin di luar jendela menusuk kalbu menyapaku seperti biasanya. Malam-malam telah ku lewati dengan sesak pilu di dada, sendu batinku kian menyiksa. Di ruangan ini, tempat yang seharusnya membuatku nyaman sejak belasan tahun lalu berubah menjadi jeruji besi yang dingin.

Orang lain menenangkan diri dengan meminum alkohol, berbeda denganku yang hanya setiap harinya mengkonsumsi obat-obatan penenang dari psikiater. Sudah hampir bertahun-tahun perasaan ini kian menyiksaku.

Aku hanya bisa memeluk erat sebuah kayu yang tengahnya ...

Baca cerita ini lebih lanjut?
Rp1.000
Suka
Favorit
Bagikan
Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)