Wisnu membaringkan tubuh, bulan puasa ini semakin membuat tubuhnya kurus kering. Ia tidak punya ide mau kemana untuk ngabuburit, padahal pacarnya, Euis, sudah dari malam minggu di minggu pertama bulan puasa minta sekedar healing.
"Mau healing kemana? Kalo duit banyak engga masalah" gerutu Wisnu sambil memeluk guling yang kapuknya keluar
Tiba-tiba Euis menelepon, dengan antusias ia pun mengangkatnya,
"Yang, nanti sore kita nonton bioskop,"
"filmnya aman engga usah takut batal."
"Kamu samper aku jam setengah 3 sore."
"Uangnya pake uangku aja, kamu cukup jajan aja,"
"Bawa aja 50 ribu buat jajan, pas"
Hanya lima kalimat itu, langsung ditutup, tanpa memberikan kesempatan Wisnu untuk berkata, bahwa,
Ia sama sekali belum pernah ke bioskop.
***
Singkatnya mereka berdua sudah sampai di bioskop, sebetulnya Euis sudah curiga karena anehnya Wisnu membawa tas ransel dan waktu ditanya isinya apa? Dia bilang cemilan biar lebih hemat. Merasa tak enak Euis memilih diam saja, tapi dalam batinnya ia tertawa.
Saat membeli tiket Euis yang sebetulnya sudah tau mencoba menawarkan diri supaya dia saja yang beli, tapi Wisnu dengan sok gagahnya bilang Euis adalah ratu baginya,
"Tugas hamba" begitulah gombalan khas pria yang suka cengar-cengir sendiri kalau malam itu.
Setelah mengantri beberapa lama Wisnu pun mendapatkan tiketnya, Euis melihat tiketnya, ia tahu ada kesalahan besar, tapi ia memilih untuk diam.
"Kamu tau, Yang. Seromantis apapun hubungan si karakter di film,"
"Engga akan seromantis aku kamu kamu aku"
Euis sebetulnya sudah mual, "Udah salah dan sok romantis pula" itu sebetulnya balasan kata yang ingin dia ungkap ke Wisnu, tapi dirinya masih mencoba menahan diri.
Euis tahu kalau Wisnu bakal dapet malu sama penjaga porter saat akan melewatinya, jadi dia bergegas masuk duluan, dari dalam kemudian ia mengamati Wisnu.
Benar saja terdengar suara keras penjaga kalau tidak boleh bawa makanan dari luar, Wisnu hanya bisa cengengesan, sebetulnya Euis dan seluruh isi gedung yang melihat ingin tertawa terbahak-bahak, tapi merasa kasihan.
***
Wisnu yang gengsi dan berusaha untuk menetralkan aib yang baru saja ia dapat mencoba mentraktir jajanan, Euis bilang biar bayar masing masing saja, engga jadi traktir Wisnu, tapi dengan suara lantang Wisnu berkata bahwa membayar adalah tugasnya laki laki.
Benar saja sambil menunduk Wisnu berbisik pada kekasihnya kalo dompetnya ketinggalan, gestur Euis yang mengeluarkan dompet dari tasnya sebetulnya sudah amat sangat membuat yang ada di sekitar ingin tertawa, pun Euis juga, tapi mereka sadar kalau saat ini mereka sedang berpuasa.
***
Akhirnya tiba waktunya masuk ke studio 3 sesuai dengan yang ada di tiket, dengan sok tau Wisnu masuk, mencoba menggandeng tangan Euis mesra, memperingatkan kekasihnya itu agar tidak tersandung untuk menutupi kalau dirinya kaget kalau ternyata ruang bioskop itu gelap dan makin lucunya Wisnu lah yang tersandung sendiri.
"Euis ikutin ayang aja" Ucap Wisnu mantap, Euis tahu Wisnu bakal mengajaknya duduk di bangku yang salah, jadi sebelum ikut kena malu dirinya beralasan hendak ke kamar mandi karena panggilan alam.
Saat ditanya "Tidak apa gelap?" Euis mengangguk dengan penuh senyum.
Benar saja saat kembali Euis yang memperhatikan dari jauh melihat Wisnu sedang ribut dengan tiga orang remaja putri. Penjaga pun mendekat dan mengatakan kalau Wisnu salah tempat duduk.
Wisnu cengar-cengir minta maaf kemudian diarahkan ke tempat duduk yang benar. Euis pun mengikuti di belakang pelan-pelan supaya tidak ketahuan cowok yang dari tadi bikin masalah itu adalah cowoknya.
Saat menonton Wisnu kesal bukan main ia menggerutu karena harus mendongakkan kepala sepanjang durasi, Euis hanya tersenyum kecil,
"Engga apa, Yang. Yang penting kita bisa jalan berdua" Ucapnya sambil tersenyum dimana sebetulnya ia ingin menertawakan Wisnu keras-keras.
"Aduh, nanti malem ke tukang urut gua" gerutu Wisnu.