Sebaris Kalimat

Aku tak mungkin lagi berkisah di atas kertas putih yang sudah kaunodai. Entah mengapa, seduhan kopi di mejaku terasa sangat pahit. Cokelatnya terasa sangat manis. Seolah-olah membuat perlawanan yang kentara di hatiku. Daun bunga talas yang memandangku terlihat mulai layu. Ah, aku tak bisa lagi begini.

Potretan hidupku sudah tergambar. Setengahnya menjadi manusia jahat penuh kebencian. Setengah lagi seperti manusia baik yang dirindukan surga. Jengah rasanya jika terus begini. Wajahku tertunduk lesu dibalik foto hari itu.

"Jen, bisakah kaubuatkan aku satu baris kalimat?"

Jakarta, 19 September 2020

5 disukai 1 komentar 4.1K dilihat
Suka
Bagikan
Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Singkat tapi jelas
Saran Flash Fiction