Kutunggu Kau di BIL

"Aku tak mau ketinggalan kereta," ujar Naya cemberut.

"Oke."

Rani menjawab mantap dengan wajah tegas. Koper bututnya ditarik kencang hingga berlarian menuju kereta terakhir malam itu. Kakinya terseok-seok menyusuri jalan peron kereta. Naya tetap saja tak mengikutinya.

"Kau mau ikut atau tidak?"

Dengan wajah cemberut. Lemah gemulainya mengikuti Rani memasuki kereta malam itu. Suara operator sudah memekakkan telinga. Saat ini mereka akan ke Bandara Internasional Lombok (BIL). 

"Aku ingin menunggunya disana," Naya berucap lagi.

Jakarta, 19 September 2020

3 disukai 4.6K dilihat
Suka
Favorit
Bagikan
Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Saran Flash Fiction