Tangisan si Durhaka
Sejarah
Pada suatu sore, Angin berhembus lembut di tepi alun-alun kerajaan Panjalu. Matahari condong ke barat, meninggalkan jejak jingga di langit yang mulai berdebu. Di tengah lapangan batu yang luas, berdiri seorang lelaki muda dengan pakaian lusuh dan pedang patah di tangan. Wajahnya tertunduk, lututnya gemetar, dan air mata mengalir di pipinya yang kotor. Ia menatap ke arah istana yang menjulang — tempat di mana segalanya bermula, dan di mana ia kini...
Baca cerita ini lebih lanjut?
Rp1.000
Suka
Favorit
Bagikan
Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)
Rekomendasi dari Sejarah
Cerpen
Tangisan si Durhaka
Gall.F
Novel
BELENGGU DENDAM
Freya
Novel
Ungkapan Cinta Terakhir
El khiyori
Novel
Berbagi Hati
Noura Publishing
Flash
Surat dari Batavia ke Soerabaya
Lentera jingga
Novel
Seteru 1 Guru
Mizan Publishing
Novel
Homoromantic
Zakka Nabil Al-Aqra
Novel
Berjuang di tanah rantau
Bentang Pustaka
Novel
Bus Maut
Ariny Nurul haq
Novel
Warisan Perempuan Terbuang
Shinta Larasati Hardjono
Novel
MEI
Nurinwa Ki. S Hendrowinoto
Novel
Muhammad Ali
Bentang Pustaka
Novel
Creator.Inc
Bentang Pustaka
Novel
SUPAI
halbert caniago
Cerpen
LEMBAYUNG MERAH JINGGA
Lian lubis
Rekomendasi