Selayaknya Ampas Kopi
Slice of Life
Warung kopi di pojokan jalan itu gak pernah berubah. Meja kayunya udah lecet, gelasnya retak di pinggir, tapi rasanya tetap sama pahit, tapi jujur. Aku duduk di situ hampir tiap sore, menatap ampas yang berputar di dasar gelas kayak nasib yang gak mau tenggelam-tenggelam.
Lucu ya, manusia itu mirip kopi. Dihaluskan, diseduh, dinikmati, lalu dibuang. Katanya, yang tersisa di bawah cuma ampas padahal tanpa ampas, kopi gak bakal punya cerita. Tapi siapa peduli? Dunia cum...
Baca cerita ini lebih lanjut?
Rp1.000
Suka
Favorit
Bagikan
Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)
Rekomendasi dari Slice of Life
Cerpen
Selayaknya Ampas Kopi
KusumaBagus Suseno
Cerpen
Waktu yang Tak Pernah Padam
Meliawati
Cerpen
Lima Kelopak di Taman yang Layu Sebelum Mekar
Nuryanti
Cerpen
Penenun Pelangi
Rafael Yanuar
Cerpen
Lelaki Bermata Teduh Part-5
Munkhayati
Cerpen
Dendam Sofia
hyu
Cerpen
Di antara kopi pahit dan Langit kosong
Langitttmallam
Cerpen
Anto dan Sebatang Rokok
Jasma Ryadi
Cerpen
Adik Lahir, Mama Berpulang
Novita Ledo
Cerpen
Merawat Anak Pelakor
Novita Ledo
Cerpen
15 Tahun Untuk Apa?
Novita Ledo
Cerpen
Unfinished Business
Jasma Ryadi
Cerpen
Racau
Rafael Yanuar
Cerpen
Tamu yang Tak Pernah Datang
raras
Cerpen
Dunia Tanpa Hukum
Jasma Ryadi
Rekomendasi
Cerpen
Bronze
Selayaknya Ampas Kopi
KusumaBagus Suseno
Cerpen
Manifesto Seorang Pemancing Sungai Kecil
KusumaBagus Suseno
Cerpen
Ada Nastar Di Kulkas
KusumaBagus Suseno
Cerpen
Mangkuk Sakti Penjual Bakso Keliling
KusumaBagus Suseno
Cerpen
The Jhony : Antara Nasi Kucing dan NASA
KusumaBagus Suseno
Cerpen
Naskah Orang Mabuk
KusumaBagus Suseno
Cerpen
Kitab yang Ditulis oleh Bayangan
KusumaBagus Suseno
Cerpen
Pujian Tanpa Nutrisi: Sebuah Biografi
KusumaBagus Suseno
Cerpen
Tugas Akhir Mahasiswa Sastra Mancing
KusumaBagus Suseno