“Pipin... pin... istirahat dulu belajarnya, sekarang makan dulu. Sudah jam dua belas siang loh...” ujar ibu pada Pipin yang masih asyik berkutat dengan soal-soal latihan.
“Iya buk, tanggung... sebentar lagi ya.”
“Sebentar lagi – sebentar lagi.” Ibu langsung bergegas mengambil nasi dan beberapa lauk pauk, lalu langsung menyuapkan ke mulut Pipin.
“Buka mulutnya! A...” Pipin membuka mulut dan ibu menyuapkan nasi sesuap demi sesuap.
“Ibu tahu, kalau kamu benar-benar ingin masuk SMA Pemuda. Tapi enggak usah terlalu serius begini, kalah-kalahkan ujian kelulusan saja belajarnya. Hem! Belum mandi juga, setelah makan kamu mandi ya! Terus salat zuhur, percuma belajar giat kalau lupa sama Allah.”
“Iya buk...” Jawab Pipin dengan mulut yang penuh sambil mengunyah.
SMA Pemuda adalah salah satu sekolah terbaik di kota tempat Pipin berada. Tes masuk yang super sulit dan ketat membuat Pipin sangat giat dalam belajar. Karena kelak, Pipin ingin melanjutkan ke ...