Masjid Istiqlal
Religi
Cerpen ini masih diperiksa oleh kurator
Aroma tanah basah dan sisa embun pagi selalu menjadi menu pembuka hari bagi Yusuf. Di bawah langit dusun yang masih remang, pemuda berusia dua puluh dua tahun itu sudah berlutut di atas tanah lempung yang pekat. Jari-jarinya yang kasar dengan cekatan mencabut rumput liar yang tumbuh di sela-sela tanaman kacang tanah. Rumput liar, tanah lempung, dan lumpur adalah teman sehari-hari yang paling setia baginya.
Pekerjaan Yusuf sangat sederhana, namun m...
Baca cerita ini lebih lanjut?
Rp5.000
Suka
Favorit
Bagikan
Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)
Rekomendasi dari Religi
Cerpen
Masjid Istiqlal
Azis Sulaeman
Novel
#Three Hundred Fifty Thousand
Be. One
Novel
Met My First Love
Farchah Ba'dal Chazani
Flash
LUPA
Vitri Dwi Mantik
Novel
Ruang
Aida Nabila
Novel
Hijrah Itu Cinta
Bentang Pustaka
Novel
Apakah ini takdirku
ndy.rhma
Novel
Psikologi Kebahagiaan
Noura Publishing
Novel
Mantan: Masih Ada Cahaya Di sana!
Imajinasiku
Flash
Biar Tuhan Saja yang Menulis Ceritanya
Hans Wysiwyg
Novel
Pernikahan Impian
Mizan Publishing
Cerpen
ALI DAN ILMU
Rara3
Cerpen
Tangan yang Tak Terlihat
Penulis N
Novel
Wanita Yang Dirindukan Surga
HANA PUSPARINI
Novel
Teman Tapi Setan
Titin Hartini
Rekomendasi
Cerpen
Bronze
Masjid Istiqlal
Azis Sulaeman
Novel
Bronze
Damar dan Hana
Azis Sulaeman
Cerpen
Bronze
Keluarga besar Nenek
Azis Sulaeman
Cerpen
Bronze
Selamat jalan Gendut
Azis Sulaeman
Cerpen
Bronze
Ukhti Naila
Azis Sulaeman
Cerpen
Bronze
Cahaya itu adalah F
Azis Sulaeman
Novel
Bronze
Rumah sejati Ahmad Sadikin
Azis Sulaeman