Disukai
1
Dilihat
9
Lentara yang Padam
Misteri
Cerpen ini masih diperiksa oleh kurator

Lentera minyak di atas meja kayu ek itu berkedip malas, melemparkan bayangan panjang yang gemetar ke dinding ruangan yang penuh dengan botol-botol kaca kecil. Di dalam botol-botol itu, cairan berwarna-warni berkilau redup; ada yang sewarna biru laut dalam, ada yang memancarkan pendar keemasan seperti matahari terbit, dan ada pula yang pekat, kelabu seperti asap kebakaran hutan.

Arka adalah seorang Kolektor. Di kota metropolis yang dibangun di atas sisa-sisa peradaban lama ini, ingatan adalah mata uang termahal. Orang-orang datang ke tokonya yang tersembunyi di gang sempit Distrik Anggrek untuk dua hal: membuang ingatan yang terlalu menyakitkan untuk dipikul, atau membeli ingatan palsu demi merasakan kebahagiaan yang tidak pernah mereka miliki.

"Kau yakin ingin menjual yang ini, Sarah?" Arka menatap wanita di depannya.

Sarah adalah seorang pelukis berbakat, namun lingkaran hitam di bawah matanya menceritakan kisah yang berbeda. Tangannya gemetar saat menyodorkan sebuah tabung kaca kecil berujung jarum perak, alat penyedot memori.

"Aku tidak bisa melukis lagi jika terus melihat wajahnya setiap kali aku memejamkan mata," bisik Sarah, suaranya parau. "Setiap goresan kuas hanya memanggil kembali malam ketika kecelakaan itu terjadi. Ambil saja. Berikan aku kedamaian, Arka. Aku tidak peduli berapa kau akan membayarnya."

Arka menghela napas. Tugasnya bukan untuk menghakimi, melainkan untuk mengekstrak. Ia memasangkan ujung jarum perak itu ke pelipis Sarah. Mesin di bawah meja mulai berdengung rendah. Sebuah cairan berwarna violet pekat perlahan mengalir keluar dari pelipis Sarah, mengisi botol kaca kosong yang sudah disiapkan Arka....

Baca cerita ini lebih lanjut?
Rp3.000
Suka
Favorit
Bagikan
Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)
Rekomendasi dari Misteri
Rekomendasi