Apakah kamu akan memberikan Novel ke ?
Berikan Novel ini kepada temanmu
Masukan nama pengguna
Novel ini masih diperiksa oleh kurator
Blurb
Bagi banyak orang, aroma bawang goreng dan kaldu sapi pekat yang mengepul dari dapur adalah sebuah undangan pulang. Namun bagi Bumi, aroma rawon buatan Ibunya adalah sebuah mesin waktu mekanis yang memaksanya kembali menghadapi luka yang belum sembuh.
Setelah dua tahun menghindar, Bumi terpaksa pulang ke rumah masa kecilnya. Di sana, sebuah meja makan kayu mahoni tua telah menanti. Meja yang seharusnya menjadi tempat menyatukan yang retak, justru menjadi saksi bisu bagaimana dinginnya dendam Bumi terhadap almarhum ayahnya berbenturan dengan harapan tulus sang Ibu, Astri, serta keceriaan adik bungsunya, Mentari.
Bumi menolak hadir di peringatan seratus hari kematian pria yang sepanjang hidupnya hanya memberikan tuntutan dan makian. Namun, sebuah cangkir kopi tua yang tersisa di meja makan dan sebuah buku agenda usang bersampul kulit hitam mengubah segalanya.
Di balik aroma masakan rumah yang familier, ada rahasia-rahasia kecil yang tak pernah terucap semasa sang ayah hidup. Bab demi bab masa lalu mulai terbuka, memaksa Bumi memilih: tetap mengunci diri dalam ruang dendam yang pekat, atau membiarkan kehangatan meja makan membasuh lukanya yang paling dalam?
"Karena terkadang, cinta yang paling besar justru disembunyikan di tempat yang paling bising: di balik denting sendok dan aroma masakan Ibu."
Setelah dua tahun menghindar, Bumi terpaksa pulang ke rumah masa kecilnya. Di sana, sebuah meja makan kayu mahoni tua telah menanti. Meja yang seharusnya menjadi tempat menyatukan yang retak, justru menjadi saksi bisu bagaimana dinginnya dendam Bumi terhadap almarhum ayahnya berbenturan dengan harapan tulus sang Ibu, Astri, serta keceriaan adik bungsunya, Mentari.
Bumi menolak hadir di peringatan seratus hari kematian pria yang sepanjang hidupnya hanya memberikan tuntutan dan makian. Namun, sebuah cangkir kopi tua yang tersisa di meja makan dan sebuah buku agenda usang bersampul kulit hitam mengubah segalanya.
Di balik aroma masakan rumah yang familier, ada rahasia-rahasia kecil yang tak pernah terucap semasa sang ayah hidup. Bab demi bab masa lalu mulai terbuka, memaksa Bumi memilih: tetap mengunci diri dalam ruang dendam yang pekat, atau membiarkan kehangatan meja makan membasuh lukanya yang paling dalam?
"Karena terkadang, cinta yang paling besar justru disembunyikan di tempat yang paling bising: di balik denting sendok dan aroma masakan Ibu."
Tokoh Utama
BUMI
#1
BAB 1: Kepulangan yang Asam
#2
BAB 2: Sisa Semalam di Cangkir Kopi
#3
BAB 3: Takaran Bumbu yang Hilang
#4
BAB 4: Guratan pada Batu Marmer
#5
BAB 5: Jejak Karat di Laci Meja Kerja
#6
BAB 6: Aroma yang Pulang ke Meja Makan
#7
BAB 7: Catatan di Balik Malam yang Sunyi (Sisi Lain Meja Makan)
#8
BAB 8 : Titik Balik di Balik Jendela Subuh
#9
BAB 9: Aroma yang Memanggil Pulang
#10
BAB 10: Doa di Singgasana Kayu Jati
#11
BAB 11 : Hidangan yang Merdeka
#12
BAB 12: Lembar Baru di Balik Jendela Sore
Disukai
42
Dibaca
130
Tentang Penulis
Nurfaizah
Temukan duniaku di setiap bab karyaku
Bergabung sejak 2026-06-23
Telah diikuti oleh 8 pengguna
Sudah memublikasikan 1 karya
Menulis lebih dari 40,494 kata pada novel
Rekomendasi dari Fantasi
Novel
NUMBER NINE
mahes.varaa
Novel
Sleeping Beauty is Back
Lady Queen
Novel
Aroma Meja Makan
Nurfaizah
Novel
Rebecca of Sunnybrook Farm
Noura Publishing
Novel
Seal of Jinn
Karsa Raksa
Novel
SI JUKI THE MOVIE
Falcon Publishing
Novel
7 Kisah di Balik Jendela
Ravistara
Novel
Gino The Magic Box
BellaEkaRameswara
Novel
The Beginning
Siji Getih
Novel
Decameron City
Lisa La
Novel
The Cure
fiat
Novel
EVERNA Bittersweet Symphony
Andry Chang
Novel
Kutkh
AlexSF
Novel
Pinjol Pocalypse
Rexa Strudel
Novel
Anak Titipan dari Wanita Malam
Yuli Yastri
Rekomendasi