Gomenasai
Romantis
Cerpen ini masih diperiksa oleh kurator
Aku duduk sendiri di pojokan cafe ini. Secangkir coklat panas mengepul di atas meja tepat dihadapanku. Ku ambil cangkir itu, menghembuskan udara ke atasnya dan kemudian menyesapnya secara perlahan. Kunikmati kehangatan coklat panas itu sembari menatap gerimis di jendela kaca tempat dimana aku duduk. Aku mengamati kegiatan di luar sana. Dapat terlihat beberapa pengendara motor menghentikan motornya dan mengenakan jas hujannya kemudian.
Tampak pula...
Baca cerita ini lebih lanjut?
Rp1.000
Suka
Favorit
Bagikan
Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)
Rekomendasi dari Romantis
Novel
Destined
ratatouille
Flash
Putus
Nurulina Hakim
Cerpen
Gomenasai
Khudaifa Sari
Novel
Cinta Sewindu
Amelia Rasyid
Novel
Cinta Si Pembunuh Bayaran
Kismi Fauziah
Novel
Goodbye
Yohana Yunita
Novel
Benang Merah Takdir
Muha To
Skrip Film
Silent Whispers
Imam faqih
Novel
Jemput Aku di Paris
Bond Monosta
Novel
Lovertone
Marion D'rossi
Cerpen
Bunga Malam
Azizah Noor Qolam
Flash
Microwife
Andriyana
Novel
Sejuang Restu
Rizkia Amalia
Flash
Antara Christy dan Christine
Nuel Lubis
Novel
Aku Kamu Dan Cinta
Surya Santosa
Rekomendasi