Disukai
1
Dilihat
38
FACIO Si Tisu Malang
Drama
Cerpen ini masih diperiksa oleh kurator

FACIO

SI TISU MALANG

...ketika hidup harus bertahan, tapi keadaan tak memungkinkan...

 

 

“Hargai sekitarmu,

hormati makhluk ciptaan-Nya,

semua berhak bahagia,

karena semua memiliki hak yang sama.”

 

Aku terdampar di pinggir jalan dengan tubuh penuh luka sobek dan lecek. Aku Kesal, geram. Amarahku tak terbendung, teringat saat sedang berkumpul bersama teman-temanku di sebuah rumah plastik, tiba-tiba dua jari lembut nan lentik dengan kuku-kukunya yang panjang berwarna merah terang, menarikku kasar. Lalu jemari itu mendekatkanku ke bibirnya, mengusap kasar dan menekan-nekanku. Setelah memakaiku, ia menghempaskanku begitu saja. Melemparkanku ke udara.

Tubuhku terlempar jauh. Aku terjerembab lunglai. Untungnya aku masih bisa berjalan dan bernapas. Sekuat tenaga aku bangkit, lalu aku menyusuri jalan lurus tak berujung di depan sana.

Aku menoleh ke belakang, ke rumah palstik tempat teman-temanku masih berkumpul di sana. Aku memandang mereka...

Baca cerita ini lebih lanjut?
Rp1.000
Suka
Favorit
Bagikan
Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)