Bab 1: Transaksi yang Bocor
Malam di Pelabuhan Sunda Kelapa selalu berbau garam, besi berkarat, dan rahasia yang terkubur. Jarum jam baru saja menunjuk angka dua pagi ketika sebuah sedan hitam bermesin *supercharged* mematikan seluruh lampunya, menyelinap bagai hantu di antara jajaran kontainer tua yang menjulang tinggi seperti labirin baja. Di balik kemudi, Rian memeriksa magasin pistol Glock 17 miliknya untuk ketiga kali. Ketukan ujung jarinya pada roda setir berirama konstan dan perlahan—sebuah indikasi bahwa detak jantungnya tetap stabil dan dingin, meski ia sangat tahu malam ini bisa menjadi lembar terakhir dalam buku hidupnya.
Tugasnya kali ini sebenarnya terdengar sangat sederhana: mengambil sebuah *flashdisk* berbentuk tabung silinder mikro yang berisi data korupsi logistik militer tingkat tinggi dari seorang informan bernama Malik. Namun, dalam dunia spionase hitam yang digeluti Rian, kesederhanaan sering kali hanyalah sebuah sinonim dari jebakan yang paling mematikan.
Ia membuka pintu mobil pelan, turun ke aspal basah tanpa menimbulkan suara sedikit pun. Sepatu boot taktisnya mencengkeram permukaan beton dengan sempurna. Bau ami...