Kirim izin baca kepada penulis skrip ini?
Blurb
Zein yang sedang bekerja dari rumah menerima telepon dari debt collector yang menagih hutang Abangnya. Emosi, karena ketika dikonfirmasi ke Abangnya, Abangnya malah meminta Zein untuk melunasi hutangnya.
Ketika hatinya panas karena Abangnya, Ibunya menghubunginya untuk membujuknya membayar hutang Abangnya. Hatinya kini bimbang. Haruskah ia membayar hutang Abangnya?
Ketika hatinya panas karena Abangnya, Ibunya menghubunginya untuk membujuknya membayar hutang Abangnya. Hatinya kini bimbang. Haruskah ia membayar hutang Abangnya?
Premis
Sebelum rumahnya didatangi DC, Zein (M29) menolak melunasi hutang abangnya ketika ditagih, karena ingin fokus pada keluarganya dan mencoba menyalahkan abang dan mendebat Ibunya. Masalahnya, bujukan Ibunya membuatnya bimbang.
Pengenalan Tokoh
-
Sinopsis
Disukai
0
Dibaca
24
Tentang Penulis
Muhammad Zein Hanafi
-
Bergabung sejak 2021-04-21
Telah diikuti oleh 18 pengguna
Sudah memublikasikan 8 karya
Menulis lebih dari kata
Rekomendasi dari Drama
Novel
Tuhan, Jaga Dia untukku
Kim Sabu
Novel
Memoar
Kurarin Arin
Skrip Film
DON'T JUDGE MAUDY
Fajar Suwandi
Skrip Film
Untuk Abang
Muhammad Zein Hanafi
Cerpen
Mata Tetangga
Novita Ledo
Cerpen
META MATA MENYITA
Ayub Wahyudin
Novel
EMOSI
Jast name
Novel
Andai Menikah Bukan Ibadah
dhanty Lesmana
Novel
Deessert
Bentang Pustaka
Novel
PEONY
Lilly Amundsen
Novel
LDR: Love, Drama, Receh
Muhammad Agra Pratama Putra
Skrip Film
Andai Aku Boleh Memilih (Sebuah Skenario Film)
Imajinasiku
Flash
Cinta Satu Malam
silvi budiyanti
Flash
SHIKI -Tanda Kepemilikan- pt.1
Kosong/Satu
Cerpen
Mata Arit
Susanto
Rekomendasi
Skrip Film
Untuk Abang
Muhammad Zein Hanafi
Flash
Semangkuk Burjo Sebelum Pulang
Muhammad Zein Hanafi
Flash
Rindu Pungguk pada Bulan
Muhammad Zein Hanafi
Flash
Bronze
Tak Ada yang Istimewa, Hanya Pak Rudi yang yang Membakar Sampah Setiap Pagi
Muhammad Zein Hanafi
Flash
Raja Kecil
Muhammad Zein Hanafi
Flash
Jangan Buka Pintu Sebelum Ayah Pulang
Muhammad Zein Hanafi
Skrip Film
SeLaras
Muhammad Zein Hanafi
Cerpen
Bronze
Pria yang Senyumnya Dibeli
Muhammad Zein Hanafi