Kirim izin baca kepada penulis skrip ini?
Blurb
"Kalau melihat ranjang itu, jangan pernah berbaring di atasnya."
"Kalau melihat keranjang itu, jangan pernah menggesernya, walau satu inci."
Itulah pesan terakhir Opa dan Oma sebelum mereka meninggal.
Tak ada penjelasan. Tak ada alasan.
Selama puluhan tahun, seluruh keluarga mematuhinya tanpa pernah bertanya.
Sampai seseorang menganggapnya sebagai takhayul.
Sejak malam itu, rumah tua yang diwariskan turun-temurun mulai memilih siapa yang boleh keluar... dan siapa yang harus tinggal.
Karena ada larangan yang dibuat bukan untuk ditaati demi sopan santun.
Melainkan demi tetap hidup.
"Kalau melihat keranjang itu, jangan pernah menggesernya, walau satu inci."
Itulah pesan terakhir Opa dan Oma sebelum mereka meninggal.
Tak ada penjelasan. Tak ada alasan.
Selama puluhan tahun, seluruh keluarga mematuhinya tanpa pernah bertanya.
Sampai seseorang menganggapnya sebagai takhayul.
Sejak malam itu, rumah tua yang diwariskan turun-temurun mulai memilih siapa yang boleh keluar... dan siapa yang harus tinggal.
Karena ada larangan yang dibuat bukan untuk ditaati demi sopan santun.
Melainkan demi tetap hidup.
Premis
Setelah Opa dan Oma meninggal dunia, sebuah rumah tua diwariskan kepada anak-anak dan cucu-cucunya. Bersamaan dengan warisan itu, mereka menerima dua pesan yang terdengar tak masuk akal:
"Jangan meniduri ranjang Opa."
"Jangan memindahkan keranjang Oma."
Tak seorang pun mengetahui alasan di balik larangan tersebut. Sebagian menganggapnya sebagai pesan orang tua yang sudah pikun, sementara yang lain memilih mematuhinya demi menghormati wasiat terakhir.
Namun ketika salah satu larangan dilanggar, kejadian-kejadian ganjil mulai menghantui seluruh penghuni rumah. Mimpi terasa lebih nyata daripada kenyataan, ingatan berubah, dan rumah itu perlahan memaksa mereka mengungkap rahasia yang selama puluhan tahun disembunyikan oleh keluarga sendiri.
Kini mereka harus mencari tahu mengapa ranjang itu tak boleh ditiduri dan mengapa keranjang itu tak boleh dipindahkan... sebelum rumah tersebut menentukan siapa yang akan menjadi penghuni
"Jangan meniduri ranjang Opa."
"Jangan memindahkan keranjang Oma."
Tak seorang pun mengetahui alasan di balik larangan tersebut. Sebagian menganggapnya sebagai pesan orang tua yang sudah pikun, sementara yang lain memilih mematuhinya demi menghormati wasiat terakhir.
Namun ketika salah satu larangan dilanggar, kejadian-kejadian ganjil mulai menghantui seluruh penghuni rumah. Mimpi terasa lebih nyata daripada kenyataan, ingatan berubah, dan rumah itu perlahan memaksa mereka mengungkap rahasia yang selama puluhan tahun disembunyikan oleh keluarga sendiri.
Kini mereka harus mencari tahu mengapa ranjang itu tak boleh ditiduri dan mengapa keranjang itu tak boleh dipindahkan... sebelum rumah tersebut menentukan siapa yang akan menjadi penghuni
Pengenalan Tokoh
Sudah puluhan tahun rumah tua di ujung desa itu kosong, tetapi tak pernah benar-benar ditinggalkan. Setelah Opa dan Oma meninggal, rumah itu diwariskan kepada anak-anak dan cucu-cucu mereka dengan dua pesan yang sama sekali tak masuk akal.
"Jangan meniduri ranjang Opa."
"Jangan memindahkan keranjang Oma."
Tak ada penjelasan. Tak ada alasan. Hanya dua larangan yang diwariskan dari satu generasi ke generasi berikutnya.
Bagi sebagian anggota keluarga, itu hanyalah kepercayaan kuno yang tak lagi relevan. Rumah harus dibersihkan, perabot usang harus disingkirkan, dan hidup harus berjalan seperti biasa. Namun ketika salah satu larangan dilanggar, rumah itu berubah.
Suara-suara mulai terdengar pada jam yang sama setiap malam. Penghuni rumah mengalami mimpi yang identik, seolah-olah melihat masa lalu yang bukan milik mereka. Benda-benda kembali ke tempat semula setelah dipindahkan. Pintu yang sudah dikunci terbuka sendiri. Yang paling mengerikan, setiap orang mulai kehilangan potongan ingatannya, seakan rumah itu sedang mengambil sesuatu yang tak kasatmata.
Semakin mereka berusaha mencari jawaban, semakin jelas bahwa Opa dan Oma selama ini bukan sedang menyembunyikan rahasia keluarga, melainkan menjaga sesuatu agar tetap terkurung. Ranjang tua dan keranjang bambu itu bukan sekadar peninggalan, melainkan bagian dari sebuah ikatan yang telah dipertahankan selama puluhan tahun.
Kini keluarga itu hanya memiliki dua pilihan: memulihkan aturan yang telah dilanggar atau menghadapi kenyataan bahwa rumah tersebut sedang mencari penghuni baru.
Karena ada warisan yang tidak pernah dimaksudkan untuk dimiliki.
Hanya untuk dijaga.
"Jangan meniduri ranjang Opa."
"Jangan memindahkan keranjang Oma."
Tak ada penjelasan. Tak ada alasan. Hanya dua larangan yang diwariskan dari satu generasi ke generasi berikutnya.
Bagi sebagian anggota keluarga, itu hanyalah kepercayaan kuno yang tak lagi relevan. Rumah harus dibersihkan, perabot usang harus disingkirkan, dan hidup harus berjalan seperti biasa. Namun ketika salah satu larangan dilanggar, rumah itu berubah.
Suara-suara mulai terdengar pada jam yang sama setiap malam. Penghuni rumah mengalami mimpi yang identik, seolah-olah melihat masa lalu yang bukan milik mereka. Benda-benda kembali ke tempat semula setelah dipindahkan. Pintu yang sudah dikunci terbuka sendiri. Yang paling mengerikan, setiap orang mulai kehilangan potongan ingatannya, seakan rumah itu sedang mengambil sesuatu yang tak kasatmata.
Semakin mereka berusaha mencari jawaban, semakin jelas bahwa Opa dan Oma selama ini bukan sedang menyembunyikan rahasia keluarga, melainkan menjaga sesuatu agar tetap terkurung. Ranjang tua dan keranjang bambu itu bukan sekadar peninggalan, melainkan bagian dari sebuah ikatan yang telah dipertahankan selama puluhan tahun.
Kini keluarga itu hanya memiliki dua pilihan: memulihkan aturan yang telah dilanggar atau menghadapi kenyataan bahwa rumah tersebut sedang mencari penghuni baru.
Karena ada warisan yang tidak pernah dimaksudkan untuk dimiliki.
Hanya untuk dijaga.
Sinopsis
Disukai
0
Dibaca
0
Tentang Penulis
Vitri Dwi Mantik
Still a little girl, who believes in her heart, in fulfilling her calling to draw the colours of the Wonderland.
Bergabung sejak 2021-10-07
Telah diikuti oleh 564 pengguna
Sudah memublikasikan 102 karya
Menulis lebih dari kata
Rekomendasi dari Horor
Skrip Film
RANJANG OPA & KERANJANG OMA
Vitri Dwi Mantik
Skrip Film
Rayuan Maut Pulau Kelabu
Arlita Dela
Novel
Akhir Bulan Yang Menyeramkan
Atika Salsabila Zahra
Novel
Fantasteen Ghost Dormitory in Tanzania
Mizan Publishing
Flash
Legenda gunung Dalem
ocha novianti
Novel
Fantasteen Beautiful Stranger
Mizan Publishing
Novel
Fantasteen Scary Red Eyes
Mizan Publishing
Cerpen
Maut Di Kapal Tua
Christian Shonda Benyamin
Novel
Fantasteen Scary VE
Mizan Publishing
Novel
Fantasteen Scary Knock! Knock!
Mizan Publishing
Novel
Sebuah Romansa Putih
Arifzu
Novel
Fantasteen Saving Ludo
Mizan Publishing
Cerpen
Main Di Tengah Malam
Christian Shonda Benyamin
Novel
Fantasteen Scary Hot Seat
Mizan Publishing
Novel
Fantasteen: Ivore dan Akoya
Mizan Publishing
Rekomendasi
Skrip Film
RANJANG OPA & KERANJANG OMA
Vitri Dwi Mantik
Skrip Film
Sihir Marongge
Vitri Dwi Mantik
Flash
Rumah Besar Di Surga
Vitri Dwi Mantik
Flash
Adi Parasakti
Vitri Dwi Mantik
Cerpen
Bronze
Pahatan Hati
Vitri Dwi Mantik
Cerpen
Cyber Security
Vitri Dwi Mantik
Flash
Prince of Peace
Vitri Dwi Mantik
Flash
LUPA
Vitri Dwi Mantik
Flash
Lara
Vitri Dwi Mantik
Novel
Persinggahan Terakhir
Vitri Dwi Mantik
Flash
Keris Bima Sakti: The Return of Jena Teke
Vitri Dwi Mantik
Novel
Bronze
Riwayat Al-Arada
Vitri Dwi Mantik
Skrip Film
Dat Rosa Mel Apibus
Vitri Dwi Mantik
Novel
Ranjang Opa & Keranjang Oma
Vitri Dwi Mantik
Novel
Rumah Di Atas Bukit
Vitri Dwi Mantik