INT. RUANG TENGAH — MENJELANG FAJAR
Ariel memandang jasad Adit, lalu Doni yang masih terengah setelah menyerangnya. Ketika melihat cangkir-cangkir di tangannya, ia akhirnya mengambil keputusan. Ia mengambil cangkir yang tadi diletakkan di dekat tempat duduk Doni dan mengulurkannya kepadanya. Cangkir kedua tetap di tangannya. Tangannya gemetar; ia tidak terlihat tenang, hanya berusaha agar Doni tidak menyadari ketakutannya.
Doni menenggak air itu. Ariel memperhatikannya tanpa berkedip, cangkirnya sendiri belum tersentuh.
Generator mati. Gelap total. Doni masih menggenggam pecahan kaca dan mengayunkannya membabi buta ketika Ariel berusaha menjauh dan menghentikannya. Mereka bertabrakan dalam gelap; pecahan kaca yang diayunkan Doni melukai Ariel. Terdengar benturan, lalu keheningan.
Lampu darurat menyala kembali. Ariel terkulai akibat luka dari pecahan kaca. Cangkirnya jatuh dan tumpah, belum sempat ia minum. Doni memeluknya sambil menangis.
Ariel meninggal akibat luka yang dideritanya. Racun dalam tubuh Doni terus melemahkannya; ia terhuyung dan tumbang di samping istrinya. Kamera menjauh dari enam jasad: Bella, Agnes, Riki, Adit, Ariel, dan Doni. Di cermin retak, tujuh sosok berdiri, meski lantai hanya menampung enam tubuh.