INT. LORONG BELAKANG / GUDANG / RUANG LUKIS — MALAM
Generator tersendat. Lampu darurat berkedip lalu padam. Riki berdiri di gudang sambil membasuh tangan; obeng tergeletak di sampingnya. Ia mengeluarkan narkotika yang biasa dikonsumsinya dari saku dan menelannya dengan tergesa. Tangannya masih gemetar. Ia menarik napas berulang, berusaha menenangkan diri setelah membunuh Bella dan Agnes. Setelah itu, ia mengambil obeng dan keluar ke lorong. Senandung Bella terdengar dari ujung lorong, lalu seolah berpindah ke belakangnya.
Tidak ada jawaban. Tiga ketukan terdengar dari dinding. Riki berbalik; suara langkah kecil muncul dari sisi lain. Ia mundur dan tersandung masuk ke ruang lukis.
Sesuatu berkilat dari kegelapan dan menghantam leher Riki dari belakang. Riki menjerit dan mencabut benda itu: pulpen besi yang tadi ditemukan Adit. Ia mengayunkan obeng secara liar. Adit muncul dari ujung lorong, beberapa langkah jauhnya. Ia sendiri tampak terkejut melihat pulpen itu sudah berada di tangan Riki.
Mereka bergulat. Adit merebut obeng dan menyerang Riki dalam pergulatan singkat. Riki terjatuh dan berusaha bangkit, tetapi Adit kembali menghantamnya hingga tubuh Riki akhirnya tak bergerak dan tak menunjukkan tanda kehidupan. Pulpen besi telah melukai leher Riki, tetapi serangan Adit dengan obeng menjadi penyebab langsung kematiannya. Adit tetap memegang obeng, menunggu rasa ngeri datang. Tidak ada rasa lega. Pulpen besi tergeletak di lantai, jauh dari tempat Adit berdiri saat benda itu melesat. Ia memungutnya dan memasukkannya kembali ke saku jaket, tanpa berani memeriksa bagaimana benda itu bergerak.