Orang ke-7
11. Scene 11
Skrip ini masih diperiksa oleh kurator

INT. RUANG KOSONG / KORIDOR / RUANG TENGAH — MALAM

Adit berdiri sejenak di dekat tubuh Agnes, tak sanggup bergerak. Ia kembali melalui koridor depan. Laci meja tua terbuka dan kosong. Jam tangan berkarat itu kini tergeletak di lantai, padahal ia yakin telah meninggalkannya di laci. Ia tidak ingat pernah menyentuhnya. Jarumnya bergerak mundur satu detik, lalu berhenti. Di bawahnya ada plastik lolipop lain, lebih tua dan rapuh.

Di ruang tengah, Doni masih terlelap di dekat pintu; Ariel di pojok. Adit berlutut di samping Bella yang tertutup kain. Ia menyentuh tangan kakaknya, lalu merapikan lolipop yang hampir terlepas dari genggaman Bella. Tangannya gemetar ketika ia menarik kain agar menutupi bahu kakaknya.

ADIT
Maafin Adit, Kak. Adit telat.

Adit menahan diri agar tidak bersenandung lagi. Ia kembali ke ruang kosong, mengangkat dan menyeret tubuh Agnes ke ruang tengah, lalu membaringkannya di samping Bella dan menutupinya dengan kain. Doni bergerak dalam tidurnya; Adit membeku, menatap pintu seolah menunggu seseorang memanggilnya. Ketika napas Doni kembali teratur, Adit melanjutkan.

Setiap melewati dinding bertanda, Adit menghitung garis-garisnya. Angkanya tidak cocok dengan jumlah malam yang ia ingat. Di balik lapisan kayu, ia menemukan tulisan kecil: “46 KALI”. Tulisan itu tampak lebih tua daripada goresan lain. Adit menyentuh angka itu dengan ujung pulpen besi, tetapi tidak mencoba menebak artinya. Ia tidak tahu apa yang dihitung, atau siapa yang menuliskannya. Ia hanya mengingat angka tersebut, lalu menggenggam pulpen besi di saku jaketnya.



Suka
Bagikan
Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)