Orang ke-7
16. Scene 16
Skrip ini masih diperiksa oleh kurator

INT. RUANG TENGAH — MALAM

Adit menendang pintu depan yang macet oleh pohon tumbang. Pintu tak bergerak. Doni menyusul dengan darah di pelipis, menarik baju Adit dan membantingnya ke lantai.

Ariel berdiri gemetar di dekat dinding. Ia menyembunyikan kedua cangkir di balik punggung dan menjerit melihat pertengkaran serta jasad-jasad di sekelilingnya.

ARIEL
Mas! Apa yang terjadi?!

Doni tak menjawab. Ia menyambar pecahan botol kaca di dekat pintu dan menyerang Adit berkali-kali. Adit berusaha melawan, lalu terdiam. Ia menatap Ariel sekali, seolah ingin mengatakan sesuatu, tetapi tidak sempat. Tatapannya kehilangan fokus. Ia tak lagi bergerak.

Doni berdiri dengan napas memburu. Ariel memandang tubuh-tubuh itu dan memahami bahwa tidak ada lagi yang bisa ia selamatkan.



Suka
Bagikan
Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)