Kirim izin baca kepada penulis skrip ini?
Blurb
Fadi berusia 21 tahun, usia di mana kedewasaan mulai dipertanyakan. Namun, ia masih bergantungan pada kakaknya yang masih pengantin baru dan memiliki calon bayi. Uang kirimannya mulai sedikit dan terbagi. Tiba-tiba saja ponsel kesukaannya untuk bermain gim rusak.
Fadi bingung, ia ragu meminta lagi. Ingin membeli HP baru, tapi apa yang bisa ia lakukan? Kenangan masa lalu justru datang dan menghancurkannya. Saat dia pernah dipanggil jenius, dan orang rumah memanggilnya tak berguna. Saat dirinya mulai hilang arah dan berakhir meringkuk di bawah kegelapan.
Fadi ingin membeli HP baru, keputusan terakhirnya tentang berjuang membuatnya rapuh. Tentang apa hidup ini sebenarnya, apa lagi yang bisa ia jual sebenarnya? Teman-temannya juga sama, mereka hidup di ambang kedewasaan yang penuh dengan keputusan. Entah keputusan itu membuat mereka tetap hidup, atau justru berakhir ironi.
Fadi bingung, ia ragu meminta lagi. Ingin membeli HP baru, tapi apa yang bisa ia lakukan? Kenangan masa lalu justru datang dan menghancurkannya. Saat dia pernah dipanggil jenius, dan orang rumah memanggilnya tak berguna. Saat dirinya mulai hilang arah dan berakhir meringkuk di bawah kegelapan.
Fadi ingin membeli HP baru, keputusan terakhirnya tentang berjuang membuatnya rapuh. Tentang apa hidup ini sebenarnya, apa lagi yang bisa ia jual sebenarnya? Teman-temannya juga sama, mereka hidup di ambang kedewasaan yang penuh dengan keputusan. Entah keputusan itu membuat mereka tetap hidup, atau justru berakhir ironi.
Premis
Seorang mahasiswa yang kecanduan gim mencoba mencari cara untuk membeli hp baru, tetapi belenggu zona nyaman dan rasa tidak percaya dirinya selalu menghalangi.
Pengenalan Tokoh
Fadi adalah seorang mahasiswa pecandu gim mobile. Setiap hari dia habiskan dengan bermain gim dan uring-uringan saja atau menonton anime dan drama lainnya. Biaya hidupnya bergantung pada sang kakak yang sudah duluan bekerja.
Suatu hari ponsel Fadi mati dan tak bisa menyala lagi. Dirinya yang sudah kecanduan gadget mini itu membuat Fadi tak kuat hidup tanpa ponsel lama-lama. Ia pun terpaksa mencari sesuatu yang bisa dilakukan untuk mendapatkan penghasilan.
Fadi berpikir untuk menjadi pelayan, tetapi ingatan akan kecerobohan masa kecil membuatnya urung. Bisnis kaos print on demand pun tak berani ia lakukan meskipun sudah punya ide desain. Bisnis aplikasi administratif 'Suratin', kaos Tie-Dye dan melukis di kaos juga sama diurungkan. Harapan utamanya adalah lomba menulis skenario oleh Kwikku. Namun, di tengah jalan ia mulai meragukan kemampuan menulisnya sendiri. Pikirannya yang kacau membuat ia nekat melakukan sesuatu yang tak biasa, bermain dengan perempuan, istri orang.
Fadi memaksa Rio untuk menjual dirinya pada wanita kesepian. Namun, Rio mempertemukan Fadi dengan tantenya dan justru diajak berbincang menceritakan bebannya. Bukannya tenang, Fadi semakin terpuruk dan nekat ingin bunuh diri. Namun, ia hanya pengecut yang tak punya nyali.
Dalam kelemahan itu, datang kabar baik dari abangnya, Fadi akan dibelikan ponsel baru. Sandi mengatakan bahwa kisah Fadi layak didengar orang lain, penting untuk pelajaran banyak orang. Ia menawarkan bantuan untuk memperkenalkan skenario Fadi ke produser. Sejak saat itu, Fadi pun semakin percaya diri untuk berjuang menggapai mimpinya yang belum terwujudkan.
Suatu hari ponsel Fadi mati dan tak bisa menyala lagi. Dirinya yang sudah kecanduan gadget mini itu membuat Fadi tak kuat hidup tanpa ponsel lama-lama. Ia pun terpaksa mencari sesuatu yang bisa dilakukan untuk mendapatkan penghasilan.
Fadi berpikir untuk menjadi pelayan, tetapi ingatan akan kecerobohan masa kecil membuatnya urung. Bisnis kaos print on demand pun tak berani ia lakukan meskipun sudah punya ide desain. Bisnis aplikasi administratif 'Suratin', kaos Tie-Dye dan melukis di kaos juga sama diurungkan. Harapan utamanya adalah lomba menulis skenario oleh Kwikku. Namun, di tengah jalan ia mulai meragukan kemampuan menulisnya sendiri. Pikirannya yang kacau membuat ia nekat melakukan sesuatu yang tak biasa, bermain dengan perempuan, istri orang.
Fadi memaksa Rio untuk menjual dirinya pada wanita kesepian. Namun, Rio mempertemukan Fadi dengan tantenya dan justru diajak berbincang menceritakan bebannya. Bukannya tenang, Fadi semakin terpuruk dan nekat ingin bunuh diri. Namun, ia hanya pengecut yang tak punya nyali.
Dalam kelemahan itu, datang kabar baik dari abangnya, Fadi akan dibelikan ponsel baru. Sandi mengatakan bahwa kisah Fadi layak didengar orang lain, penting untuk pelajaran banyak orang. Ia menawarkan bantuan untuk memperkenalkan skenario Fadi ke produser. Sejak saat itu, Fadi pun semakin percaya diri untuk berjuang menggapai mimpinya yang belum terwujudkan.
Sinopsis
Disukai
0
Dibaca
2.7k
Tentang Penulis
Alif Aliss
Nama asli saya Alif Mahfud. Alis saya tebal dan nyambung. Jadi, nama pena saya Alif Aliss dan saya bukan mbak-mbak, apalagi ibu-ibu. Hehe.
Bergabung sejak 2021-02-17
Telah diikuti oleh 8 pengguna
Sudah memublikasikan 1 karya
Menulis lebih dari kata
Rekomendasi dari Drama
Novel
Iridescent
Putri Dila Yustianti
Novel
Klien Ketiga
Sidik Nugroho
Novel
Pengantin 98
Herman Siem
Novel
FULAN
Avisena Sirr Zafran
Komik
MOVE-ON
iswana suhendar
Skrip Film
Suami Untuk Prita
Eko Hartono
Skrip Film
Mama, Aku Pengen Beli HP Baru!
Alif Aliss
Skrip Film
Marry Rich Society: Sebuah Panduan Menikah Kaya di Abad 21
Marcel Rustandie
Flash
PADI & ILALLANG
Rahmayanti
Flash
BANG SATE
Mega Puji Indrawati
Cerpen
Queen Is A King
Maina Suryani
Novel
versatile
HELLOHAYDEN
Komik
BACK STORY : THE END
willa crown
Skrip Film
Selingkuh
M Fadly Hasibuan
Skrip Film
Mitsaq
Anne Maria Yulianna
Rekomendasi