Apakah kamu akan memberikan Novel ke ?
Berikan Novel ini kepada temanmu
Masukan nama pengguna
Blurb
Apa itu rumah? Tempat kita lahir, atau tempat kita akhirnya memilih tinggal?
Bhanu Srengenge lahir di sebuah desa di Yogyakarta pada tahun 1950, lima tahun sejak kemerdekaan Bangsa Indonesia. Ia tumbuh di tengah perubahan keluarga, pergolakan masyarakat, dan zaman yang terus bergerak. Ia menyaksikan bagaimana keyakinan bisa memisahkan orang-orang, bagaimana politik dapat membelah masyarakat, dan bagaimana hidup kadang memaksa seseorang berjalan lebih jauh dari yang pernah ia bayangkan.
Perjalanan hidup membawanya hingga ke Kalimantan, tempat ia menghadapi kerasnya hidup, perbedaan budaya, dan berbagai ujian yang menempa. Ia tetap menjadi sosok lelaki Jawa yang penyabar, tenang, dan berpegang pada falsafah hidupnya yang kemudian juga membuatnya menemukan cinta.
Bhanu Srengenge mungkin bukan orang suci. Tetapi ia tahu satu hal yang pasti, rumah membutuhkan seseorang yang bersedia menjaganya. Di tanah perantauan itulah ia akhirnya menemukan arti rumah yang sebenarnya.
Bhanu Srengenge lahir di sebuah desa di Yogyakarta pada tahun 1950, lima tahun sejak kemerdekaan Bangsa Indonesia. Ia tumbuh di tengah perubahan keluarga, pergolakan masyarakat, dan zaman yang terus bergerak. Ia menyaksikan bagaimana keyakinan bisa memisahkan orang-orang, bagaimana politik dapat membelah masyarakat, dan bagaimana hidup kadang memaksa seseorang berjalan lebih jauh dari yang pernah ia bayangkan.
Perjalanan hidup membawanya hingga ke Kalimantan, tempat ia menghadapi kerasnya hidup, perbedaan budaya, dan berbagai ujian yang menempa. Ia tetap menjadi sosok lelaki Jawa yang penyabar, tenang, dan berpegang pada falsafah hidupnya yang kemudian juga membuatnya menemukan cinta.
Bhanu Srengenge mungkin bukan orang suci. Tetapi ia tahu satu hal yang pasti, rumah membutuhkan seseorang yang bersedia menjaganya. Di tanah perantauan itulah ia akhirnya menemukan arti rumah yang sebenarnya.
Tokoh Utama
Bhanu Srengenge
#1
Aroma Minyak Kayu Putih Bercampur Dengan Bunga Melati.
#2
Ada Senyum Dikulum di Sana
#3
Angin Saja Mampu Mengembuskan Berita
#4
Dunia Diletakkan di Atas Nampan
#5
Sekadar Sapa Atau Saling Bertanya
#6
Menjadi Baik adalah Hal yang Baik
#7
Diselimuti Asmara Menggantung di Punggung
#8
Seekor Merak Betina yang Sudah Memutuskan Untuk Jatuh di Dalam Pesona Merak Jantan
#9
Mengendus Ada Sesuatu yang Tidak Biasa
#10
Melakukan Hal Pengecut Pertamanya
#11
Awan dan Birunya Langit yang Terhampar Melewati Bulatan Jendela Pesawat
#12
Vivere Pericoloso
#13
Guyub Rukun Seduluran Saklawase
#14
Kakinya Masih Goyah dan Pegangannya Masih Goyang
Ulasan kamu
Ulasan kamu akan ditampilkan untuk publik, sedangkan bintang hanya dapat dilihat oleh penulis
Apakah kamu akan menghapus ulasanmu?
Disukai
39
Dibaca
433
Tentang Penulis
Nikodemus Yudho Sulistyo
Tulisan adalah senjata.
Bergabung sejak 2021-09-09
Telah diikuti oleh 599 pengguna
Sudah memublikasikan 9 karya
Menulis lebih dari 397,961 kata pada novel
Rekomendasi dari Religi
Novel
Srengenge
Nikodemus Yudho Sulistyo
Novel
Jejak-Jejak Islam
Bentang Pustaka
Cerpen
Waktu, Alien, dan Plasma
M. Faizal Armandika
Flash
Sajadah
Penulis N
Novel
A Bad Girl Who Wanna Be Khadijah
Iis Y. Mutia
Novel
Kuntum-Kuntum Surga
Mizan Publishing
Skrip Film
Ka'bah Guwai Datuk
Dwi Kurnialis
Novel
Shopaholic Insyaf
Mizan Publishing
Cerpen
GARIS LAUT LANGIT YANG SAMA
Priy Ant
Flash
Aku Bukan Maria ( Perempuan Tanah Syurga)
Bisma Lucky Narendra
Novel
Butiran Tasbih Arini
Diyah Ayu NH
Novel
Dampar Pesantren
Aviskha izzatun Noilufar
Flash
Menulis Ulang Posisi Setan di Kehidupan Besar Manusia
Silvarani
Flash
Hijrah
Dwi Kurnialis
Flash
Sita Permata Syurga
Rahmi Susan
Rekomendasi
Novel
Srengenge
Nikodemus Yudho Sulistyo
Novel
Perempuan Amuk
Nikodemus Yudho Sulistyo
Cerpen
Seorang Ranu Inten Melihat Hantu
Nikodemus Yudho Sulistyo
Novel
Bronze
6nam
Nikodemus Yudho Sulistyo
Novel
Hujung Tanah
Nikodemus Yudho Sulistyo
Novel
Bronze
Pancajiwa
Nikodemus Yudho Sulistyo
Cerpen
Bronze
Pengakuan yang Tidak Kusayangkan
Nikodemus Yudho Sulistyo
Novel
AMUK!
Nikodemus Yudho Sulistyo
Novel
The Babad Noir Chronicles
Nikodemus Yudho Sulistyo