Genre → Misteri Sedang Berlangsung
Sejoli Di Ujung Dunia
Oleh Radif
Mulai membaca
Blurb
"Masalahnya aku nggak ingin dipahami, nggak ingin dimengerti, nggak juga ingin dimaklumi ... aku lebih mengekspektasikan jika dirimu menerimaku."

Kedua orang tua tirinya yang miskin seringkali bertengkar, tapi semata-mata ia tumbuh bersama kekecewaan terdalam. Lalu dunia yang penuh kerumitan membimbingnya dalam berperilaku buruk.

Melampiaskan segalanya demi mengetahui sejauh mana kepuasan dalam bermain, kepuasan cinta, pencapaian jati diri dan kepuasan dalam kebahagiaan dapat diraih.

Baginya, hidup tak ubahnya sebatas mencapai kepentingan pribadi yang didalihkan kebahagiaan.

Beruntungnya Arin Putri Nuria sebagai kekasihnya yang periang dan tulus selalu memedulikannya secara positif.



Namun suatu ketika sekolahnya kedatangan murid baru, bernama Enia. Perempuan yang penuh misteri, berwatak dingin tak berperasaan, yang sukses menyajikan kenyataan seru, unik, aneh, menjijikkan dan bahkan tidak diekspektasikan Fen sebelumnya.

Perempuan itu mengubah Fen nyaris dari setiap sisi secara tak terduga.
Tokoh Utama
Fen Syarif Putra
Enia Larasati
Arin Putri Nuria
#1
Prolog.
#2
Prolog 2.
#3
Bab 1: Penasaran Sejauh Mana Diriku Rusak.
#4
Bab 2: Kita Sejalan, Maka Biarlah Masa Depan Terlihat Buram.
#5
Bab 3: Kalau Aku Tidak Berubah, Biar Dirimu Yang Kuubah.
#6
Bab 4: Masalah Itu Telan Sendiri, Aku Muak.
#7
Bab 5: Bersenang-Senanglah Selagi Tidak Merasa Senang.
#8
Bab 6: Cukup Diriku Menanggung Pecah Dan Utuh Kembali.
#9
Bab 7: Kau Punya Hidup Indah Yang Aku Impi-Impikan.
#10
Bab 8: Cita-Cita Itu Sesungguhnya Hanya Membuatku Buta.
#11
Bab 9: Ego Yang Terikat Hiburan Supaya Tenteram.
#12
Bab 10: Kaulah Samudra Yang Asin Dan Menenggelamkan.
#13
Bab 11: Seperti Yang Kupikirkan Hingga Terdiam Cengang.
#14
Bab 12: Dan Surut Waktu Menanti Perasaannya.
#15
Bab 13: Genggam Kata-Kataku Bawa Aku Remuk Dan Kembali Utuh.
#16
Bab 14: Solidaritas Untuk Kebodohan Pengakuan.
#17
Bab 15: Karena Aku Beling-Beling Kenyataan Dalam Dunia Ini.
#18
Bab 16: Siswa Ganteng Yang Baik Hati Dan Tidak Sombong.
#19
Bab 17: Mungkin Hanya Napasmu Yang Menggugurkan Letih Itu.
#20
Bab 18: Senandung Fakta Memilukan Yang Apa Adanya.
#21
Bab 19: Cinta Yang Sehat Dalam Beban Kenyataan.
#22
Bab 20: Dari Didikan Moral Bermasyarakat Lugu Dan Sehat.
#23
Bab 21: Ikatan Keakraban Yang Menjalin Kuat Dan Kokoh.
#24
Bab 22: Kasih Dan Cinta Yang Sehat Yang Menyenangkan.
#25
Bab 23: Sehat Dan Sakit Dihadapi Selalu Walau Terlunta-Lunta.
#26
Bab 24: Sebagaimana Anak Seperti Ayah.
#27
Bab 25: Pecahan Masa Lalu Merekonstruksi Masa Kini.
#28
Bab 26: Kematian Yang Indah Dan Menyedihkan.
#29
Bab 27: Memulas Kenangan Dalam Samudra Memori.
#30
Bab 28: Tiga Kepala Dalam Satu Hasrat Terpendam.
#31
Bab 29: Engkau Bisa Melihatku Tapi Engkau Tidak Bisa Melihat dirimu.
#32
Bab 30: Biar Diriku Perlihatkan Apa Itu Keberanian.
#33
Bab 31: Perubahan Yang Terlihat Agak Samar.
#34
Bab 32: Satu Pertemuan Langka Yang Memulai Semuanya.
#35
Bab 33: Selamat Datang Dalam Kehidupan Diriku Yang Berantakan.
#36
Bab 34: Mengapa Harus Keanehan Yang Didapat Lagi?
#37
Bab 35: Biar Aku Dan Dirimu Satu Dalam Pikiran.
#38
Bab 36: Korban Dari Keinginan Dan Harapan.
#39
Bab 37: Sepenting Dan Seberharga Itulah Dirimu.
#40
Bab 38: Ingin Sekali Abadi Dalam Kebahagiaan.
#41
Bab 39: Pemahaman Yang Impresif Dan Menggiurkan.
#42
Bab 40: Profesional Tegas Ramah Dan Menunjang Humanisme.
#43
Bab 41: Mengingat-Ingat Dalam Gelap Pikiran Dan Hedonisme Adalah Makna Hidup.
#44
Bab 42: Mencoba Hindari Waktu Yang Terulang Dan Terulang.
#45
Bab 43: Penjara Pikiran Dan Hasrat Terpendamnya Yang Mengikat Diri Sendiri.
#46
Bab 44: Belenggu Rantai Masa Lalu Yang Meluluhkan Hati.
#47
Bab 45: Diriku Sendiri Yang Memegang Kendali Lembaran Kenyataan.
#48
Bab 46: Tidak Bermaksud Memiliki Banyak Hasrat Dan Keinginan.
#49
Bab 47: Selalu Berusaha Untuk Menerima Yang Mudah-Mudah.
#50
Bab 48: Tempat Ini Kian Asing Seiring Waktu.
#51
Bab 49: Terima Kasih Atas Perhatian Yang Lebih Dari Setiap Manusia.
#52
Bab 50: Terima Atau Tidak Akan Pernah Lepas Sama Sekali.
#53
Bab 51: Akhir Yang Bahagia Untuk Jiwa Yang Sunyi. (Epilog.)
#54
Epilog.
Kamu harus masuk terlebih dahulu untuk mengirimkan ulasan, Masuk
Belum ada Ulasan
Disukai
287
Dibaca
10.3k
Tentang Penulis
Radif
Hai, saya bukanlah siapa-siapa. Tapi, banyak ide dalam kepala saya yang rasanya mendesak untuk disajikan. Oleh karenanya, saya ucapkan selamat datang. Semoga kawan-kawan di sini menemukan pemuas dari hausnya hiburan, dan menikmati sajian imaji tanpa batas.
Bergabung sejak 2021-07-04
Telah diikuti oleh 215 pengguna
Sudah memublikasikan 2 karya
Menulis lebih dari 65,282 kata
Rekomendasi