Apakah kamu akan memberikan Novel ke ?
Berikan Novel ini kepada temanmu
Masukan nama pengguna
Novel ini masih diperiksa oleh kurator
Blurb
Sebelum Kita Lupa Menjadi Manusia
Bagaimana jika ancaman terbesar bagi manusia bukanlah perang, bencana, atau teknologi, melainkan hilangnya kemampuan untuk peduli kepada sesamanya?
Sebelum Kita Lupa Menjadi Manusia adalah novel yang mengangkat tema "Cerita Rumah Kita", sebuah refleksi tentang rumah yang sesungguhnya. Rumah bukan hanya tempat tinggal, tetapi juga bumi yang kita huni, lingkungan yang kita jaga, dan hubungan antarmanusia yang memberi makna pada kehidupan.
Di tengah dunia yang terus bergerak maju, manusia semakin sibuk mengejar ambisi, prestasi, dan kenyamanan. Namun tanpa disadari, mereka mulai kehilangan kemampuan untuk mendengar, memahami, dan merasakan apa yang dialami orang lain. Hubungan yang dahulu hangat perlahan menjadi renggang, sementara empati semakin sulit ditemukan.
Melalui perjalanan tokoh-tokoh dari berbagai latar belakang, novel ini menggambarkan bagaimana kesibukan, ego, dan ketidakpedulian dapat membuat "rumah bersama" menjadi tempat yang asing bagi penghuninya sendiri. Namun di balik semua itu, masih ada harapan yang tumbuh dari tindakan-tindakan sederhana: mendengarkan, menolong, dan saling menjaga.
Novel ini mengajak pembaca untuk kembali mengingat bahwa rumah yang paling penting bukanlah bangunan yang kita tempati, melainkan kemanusiaan yang kita rawat bersama. Karena ketika empati hilang, rumah kita pun perlahan kehilangan maknanya.
Bagaimana jika ancaman terbesar bagi manusia bukanlah perang, bencana, atau teknologi, melainkan hilangnya kemampuan untuk peduli kepada sesamanya?
Sebelum Kita Lupa Menjadi Manusia adalah novel yang mengangkat tema "Cerita Rumah Kita", sebuah refleksi tentang rumah yang sesungguhnya. Rumah bukan hanya tempat tinggal, tetapi juga bumi yang kita huni, lingkungan yang kita jaga, dan hubungan antarmanusia yang memberi makna pada kehidupan.
Di tengah dunia yang terus bergerak maju, manusia semakin sibuk mengejar ambisi, prestasi, dan kenyamanan. Namun tanpa disadari, mereka mulai kehilangan kemampuan untuk mendengar, memahami, dan merasakan apa yang dialami orang lain. Hubungan yang dahulu hangat perlahan menjadi renggang, sementara empati semakin sulit ditemukan.
Melalui perjalanan tokoh-tokoh dari berbagai latar belakang, novel ini menggambarkan bagaimana kesibukan, ego, dan ketidakpedulian dapat membuat "rumah bersama" menjadi tempat yang asing bagi penghuninya sendiri. Namun di balik semua itu, masih ada harapan yang tumbuh dari tindakan-tindakan sederhana: mendengarkan, menolong, dan saling menjaga.
Novel ini mengajak pembaca untuk kembali mengingat bahwa rumah yang paling penting bukanlah bangunan yang kita tempati, melainkan kemanusiaan yang kita rawat bersama. Karena ketika empati hilang, rumah kita pun perlahan kehilangan maknanya.
Tokoh Utama
Nathaniel Tan
Evelyn Lim
Michael Huang
Mei Aruna Tan
Ulasan kamu
Ulasan kamu akan ditampilkan untuk publik, sedangkan bintang hanya dapat dilihat oleh penulis
Apakah kamu akan menghapus ulasanmu?
Disukai
0
Dibaca
0
Tentang Penulis
HaoYuen
-
Bergabung sejak 2026-06-01
Telah diikuti oleh 2 pengguna
Sudah memublikasikan 1 karya
Menulis lebih dari 0 kata pada novel
Rekomendasi dari Sejarah
Novel
Luka Lama Sarah
Ery Sithi Badriyya
Novel
Karantina
Jasma Ryadi
Novel
Sebelum Kita Lupa Menjadi Manusia
HaoYuen
Novel
Life Of Maharani 4
Wachyudi
Novel
Sang Kiai
Imajinasiku
Novel
Wajah Cinta
G Wira Negara
Novel
HILANG
rizky al-faruqi
Novel
Cahaya Di Tengah Keterbatasan
Andhika Tulus Pratama
Novel
Lilin yang Patah
Gia Yaquni
Novel
Jangan Panggil Aku Bapak
Haris Fadilah Hryadi
Novel
livesport77 LOGIN RESMI CEPAT & AMAN livesport77
kamala
Novel
DUA HATI
Rizki Ramadhana
Novel
Pangeran dari timur
Bentang Pustaka
Novel
Dear Malaikat Izrail
princess bermata biru
Novel
The Storyteller, Macedonia
Neza
Rekomendasi