Novel
Genre → Fantasi
Rumah Penghisap Luka
Mulai membaca
Telah selesai
Gratis untuk dibaca
Novel ini masih diperiksa oleh kurator
Blurb
Aku nggak nyari penghuni. Aku cuma menunggu.

Yang datang ke aku selalu orang yang capek. Malam itu, yang datang cuma tiga orang dengan tiga kardus dan satu koper. Seorang kakak yang udah lama lupa caranya jadi anak kecil. Seorang adik yang kekecilan buat melawan. Seorang ayah yang diam-diam pengen kabur dari kegagalannya sendiri.

Aku kasih mereka rumah yang hangat. Ada kamar yang aku pilihkan sendiri buat masing-masing. Kamar boneka. Kamar es. Kamar layang-layang. Kamar ketapel. Kamar kertas lipat. Aku belum bisa sebut apa aja kekuatannya. Yang jelas, kekuatan dari kamar itu lahir persis dari cara mereka lari dari luka.

Yang nggak aku bilang: setiap kekuatan ada harganya. Dan aku selalu menghisap pelan-pelan sepotong demi sepotong kenangan di sini. Sampai yang tersisa cuma keluarga yang kelihatan baik-baik saja dari luar, tapi kosong kalau diintip ke dalam.

Aku pernah punya penghuni lain sebelum mereka. Keluarga paling harmonis. Nggak pernah berantem. Selalu tenang. Kalau kamu tanya aku, itu bukan kebahagiaan. Itu yang terjadi kalau sebuah keluarga lupa alasan untuk peduli satu sama lain.

Rindu yang pertama sadar sesuatu hilang tiap kali dia membekukan waktu. Tapi menyadari itu tidak sama dengan berhenti menggunakannya.

Pertanyaannya bukan apakah rumah ini jahat?

Pertanyaannya: seberapa banyak dirimu sendiri yang rela kamu lupakan, demi berhenti merasa sakit?
Tokoh Utama
Rindu Andaiwaktu
Damba Sediakala
Bagja Sertamulia
Kenanga Tiadalupa
Rumemo
#1
63.971 Hari Aku Berdiri
#2
Sebelum Menghuni Aku
#3
Kamar-Kamar dengan Kekuatan Super
#4
Aroma Yang Pamit dari Hidungnya Malam Itu
#5
Rumah yang Ramai Lagi di Hari ke 63.978 - 63.999
#6
Detik yang Rindu Curi Tanpa Sadar, Hari ke-64.013
#7
Hari ke-1 Damba di Sekolah Baru
#8
Toni dan Rahasia Kecil
#9
Rasa Manis Asin Kaldu Tulang Ayam dan Sedikit Gula Merah, Toples ke 3, Rak Nomor 224
#10
Segores Retakan di Cat yang Rapi: Bikin Aku Malas Hitung Usiaku Lagi
#11
Pak Yono yang Lihat Bagja Nggak Injak Tanah
#12
Ingatan Sang Kepala Keluarga, Toples ke 11, Rak Nomor 304
#13
Panci yang Ingkar Janji dan Buku Catatan dengan Goresan Tangan yang Mau Aku Ambil Bentar Lagi
#14
Kartu Ucapan yang Salah Alamat
#15
Aku Khawatir Dunia Nggak Tua-Tua
#16
Ketemu Keluarga Nyang yang Kelewat Ramah
#17
Figura Tanpa Foto dan Gelas yang Terus Berputar
#18
Di Tenang yang Kosong, Ada Keluarga yang Nggak Ngerti Cara Berantem
#19
Detik yang Kali Ini Sengaja Dicuri
#20
Aturan yang Origa Pelajari dengan Cara yang Salah
#21
Telepon yang Nggak Seharusnya Aku Denger
#22
Hari Terakhir yang Rindu Nggak Tahu Itu Hari Terakhir Dia Bisa Mimpi Soal Ibunya
#23
Kamar Rahasia di Ruang Paling Belakang yang Nggak Pernah Aku Tunjukin ke Siapa Pun Sebelum Ini
#24
Pak Yono yang Hampir Pingsan Itu Malah Penasaran
#25
Satu-Satunya Ingatan yang Nggak Mungkin Aku Hapus Gitu Aja
#26
Kertas yang Nggak Bisa Aku Ambil Balik
#27
Panggilan yang Nggak Kembali
#28
Tawaran Paling Jujur yang Pernah Aku Ucapkan
#29
Enam Keluarga yang Nggak Pernah Sampai Sejauh Rindu
#30
Koper Setengah Isi dan Tikus-Tikus di Pojok Gudang
#31
Telepon: Benda yang Kubenci
#32
1x Lagi Tawaran Terakhir
#33
Bagja dan Cermin
#34
Tawaran Bagus buat Damba, Kekuatan Level Tinggi
#35
Pulang Lagi ke Rasa Sakit
#36
64.546 Hari Aku Berdiri
Kamu harus masuk terlebih dahulu untuk mengirimkan ulasan, Masuk
Belum ada Ulasan
Disukai
9
Dibaca
355
Tentang Penulis
Kartini F. Astuti
Sedang menulis novel "Rumah Penghisap Luka"
Bergabung sejak 2026-06-12
Telah diikuti oleh 95 pengguna
Sudah memublikasikan 4 karya
Menulis lebih dari 125,302 kata pada novel
Rekomendasi dari Fantasi
Rekomendasi