Apakah kamu akan memberikan Novel ke ?
Berikan Novel ini kepada temanmu
Masukan nama pengguna
Novel ini masih diperiksa oleh kurator
Blurb
Sekon Dewandaru dan Karta Raditya datang ke Jakarta ingin tahu rasanya mengunyah debu jalanan, mengenakan dasi murahan yang mencekik leher mereka seperti tali tiang gantungan.
Di menara menjulang Tahir Group, mereka bertemu Lintang, seorang perempuan HRD yang senyumnya mampu membuat dua berandalan kampung ini mendadak percaya pada rindu.
Kapan pun cinta selalu membuat lelaki menjadi tolol, dan ambisi jabatan membuat sepasang sahabat sejati sepenanggungan dari desa ini saling mengasah pisau di balik punggung.
Mereka tidak tahu bahwa Viona, perempuan ular di balik tembok direksi, telah menyiapkan lubang kubur yang pas untuk kepolosan dua lelaki kampung yang menjijikkan.
Lalu malam jahanam itu datang, ketika sepasang suami-istri konglomerat mati, memindahkan noda merah ke kemeja putih dua bedebah yang salah tangkap.
Di dalam sel penjara yang pengap oleh bau kencing dan penyesalan, mereka akhirnya sadar bahwa hukum di kota ini lahir dari rahim pelacur tua yang sama, tak akan ada keadilan bagi si lemah seperti mereka.
Kini, dengan hati luka yang bernanah di dada, mereka harus memilih: mati membusuk sebagai kotoran kota, atau mengamuk membalaskan sakit hati.
*Sebuah novel yang terinspirasi dari balada salah tangkap dalam puisi "Mata Luka Sengkon Karta" Karya Peri Sandi Huizche
Di menara menjulang Tahir Group, mereka bertemu Lintang, seorang perempuan HRD yang senyumnya mampu membuat dua berandalan kampung ini mendadak percaya pada rindu.
Kapan pun cinta selalu membuat lelaki menjadi tolol, dan ambisi jabatan membuat sepasang sahabat sejati sepenanggungan dari desa ini saling mengasah pisau di balik punggung.
Mereka tidak tahu bahwa Viona, perempuan ular di balik tembok direksi, telah menyiapkan lubang kubur yang pas untuk kepolosan dua lelaki kampung yang menjijikkan.
Lalu malam jahanam itu datang, ketika sepasang suami-istri konglomerat mati, memindahkan noda merah ke kemeja putih dua bedebah yang salah tangkap.
Di dalam sel penjara yang pengap oleh bau kencing dan penyesalan, mereka akhirnya sadar bahwa hukum di kota ini lahir dari rahim pelacur tua yang sama, tak akan ada keadilan bagi si lemah seperti mereka.
Kini, dengan hati luka yang bernanah di dada, mereka harus memilih: mati membusuk sebagai kotoran kota, atau mengamuk membalaskan sakit hati.
*Sebuah novel yang terinspirasi dari balada salah tangkap dalam puisi "Mata Luka Sengkon Karta" Karya Peri Sandi Huizche
Tokoh Utama
Sekon
Karta
Ulasan kamu
Ulasan kamu akan ditampilkan untuk publik, sedangkan bintang hanya dapat dilihat oleh penulis
Apakah kamu akan menghapus ulasanmu?
Disukai
0
Dibaca
4
Tentang Penulis
Langit Berawan
Penulis fiksi
Bergabung sejak 2026-07-20
Telah diikuti oleh 25 pengguna
Sudah memublikasikan 4 karya
Menulis lebih dari 159,677 kata pada novel
Rekomendasi dari Sejarah
Novel
LUKA HATI SEKON DAN KARTA
Langit Berawan
Cerpen
Adalah Suatu Kehormatan
Adinda Amalia
Novel
Kos Mukasyafah, Tempat Penantian yang Hangus
Arief Rahmanto
Cerpen
Sinden Desa
Silvarani
Novel
Tawarikh Nusantara - Kitab Kelima: Jantung Revolusi
Kingdenie
Novel
Ini Syarat Penting! jadi Seorang Pramugari dijamin Lulus!
Studi Penerbangan
Cerpen
Surat Cinta Bersampul Emas
Nurul Arifah
Cerpen
Hari Ketujuh Belas di Padang Kurusetra
Suryawan W.P
Novel
Bangka Undercover: Anak Tambang
Tri Prasetio
Novel
Bartleby Sang Juru Tulis Sebuah Kisah Wall Street
Ahmad Muhaimin
Flash
Jangan Menungguku
Laila NF
Cerpen
Selamat Tinggal Tanah Kelahiranku
Anggrek Handayani
Novel
Saat-Saat Terakhir Bersama Soeharto
Bentang Pustaka
Novel
Kolecer & Hari Raya Hantu
Mizan Publishing
Cerpen
Tanah Para Manusia
Adinda Amalia
Rekomendasi