Apakah kamu akan memberikan Novel ke ?
Berikan Novel ini kepada temanmu
Masukan nama pengguna
Novel ini masih diperiksa oleh kurator
Blurb
Sena Aruna tidak pernah belajar cara memilih dirinya sendiri. Hidupnya berjalan sesuai dengan apa yang Ibunya mau. Kampus untuk kuliah, jurusan yang diambil, tempat untuk bekerja, bahkan pasangan hidup. Segala hal yang kelihatannya berjalan baik di hidup Sena, tak pernah luput dari campur tangan Ibunya. Dan walaupun orang-orang melihat ia sangat beruntung dan bahagia. Namun, siapa sangka bahwa hatinya terasa kosong. Ia tidak mengerti bedanya antara keinginan dan kewajiban.
Lalu ketika ia mengalami kegagalan pertamanya saat sidang. Dan di perpustakaan yang dia datangi untuk melakukan pelarian, ada seseorang yang memberi ruang tanpa diminta.
Kaleo Wira. Mahasiswa DKV di kampus yang sama dengan Sena. Semester sembilan yang hampir menyelesaikan studinya. Tenang, tidak banyak bicara, tapi selalu ada saat dibutuhkan. Orang yang pertama kali membuat Sena bertanya: Apa sebenarnya yang aku inginkan dalam hidup?
Masalahnya, Kaleo hampir lulus. Ada kota lain yang menunggunya, pekerjaan impian, dan jarak yang tidak bisa dilipat.
Di antara meja perpustakaan, jalan pulang yang sengaja diperpanjang, dan telepon tengah malam Ibu yang tidak menyadari kesalahannya—Sena belajar satu hal yang tidak ada di kurikulum manapun:
Bahwa memenangkan diri sendiri adalah pilihan. Dan pilihan itu hanya bisa dibuat oleh dirinya sendiri.
Lalu ketika ia mengalami kegagalan pertamanya saat sidang. Dan di perpustakaan yang dia datangi untuk melakukan pelarian, ada seseorang yang memberi ruang tanpa diminta.
Kaleo Wira. Mahasiswa DKV di kampus yang sama dengan Sena. Semester sembilan yang hampir menyelesaikan studinya. Tenang, tidak banyak bicara, tapi selalu ada saat dibutuhkan. Orang yang pertama kali membuat Sena bertanya: Apa sebenarnya yang aku inginkan dalam hidup?
Masalahnya, Kaleo hampir lulus. Ada kota lain yang menunggunya, pekerjaan impian, dan jarak yang tidak bisa dilipat.
Di antara meja perpustakaan, jalan pulang yang sengaja diperpanjang, dan telepon tengah malam Ibu yang tidak menyadari kesalahannya—Sena belajar satu hal yang tidak ada di kurikulum manapun:
Bahwa memenangkan diri sendiri adalah pilihan. Dan pilihan itu hanya bisa dibuat oleh dirinya sendiri.
Tokoh Utama
Sena Aruna
Kaleo Wira
Ulasan kamu
Ulasan kamu akan ditampilkan untuk publik, sedangkan bintang hanya dapat dilihat oleh penulis
Apakah kamu akan menghapus ulasanmu?
Disukai
0
Dibaca
30
Tentang Penulis
ericawidiani
Perempuan yang percaya bahwa setiap kalimat adalah jembatan—menghubungkan hati yang berdetak sendirian dengan dunia yang terlalu luas untuk dipahami. Menulis bukan sekadar hobi, melainkan cara bertahan hidup di tengah hiruk-pikuk yang tak pernah berhenti.
"Menulis adalah caraku mengatakan: kamu tidak sendirian."
"Menulis adalah caraku mengatakan: kamu tidak sendirian."
Bergabung sejak 2025-06-30
Telah diikuti oleh 17 pengguna
Sudah memublikasikan 3 karya
Menulis lebih dari 8,521 kata pada novel
Rekomendasi dari Drama
Novel
New Face
Joanna Bee
Novel
ALDI TAHER SEMBUH KANKER
alditaher
Novel
KALI INI AKU
ericawidiani
Flash
LDR PROBLEM
Maldalias
Novel
Jejak: Romantic Love Story #1
Imajinasiku
Komik
Can I ?
Blueleaf
Skrip Film
Purnama Kedua Belas
Puan Purnama
Cerpen
Panggung Cantika, si Ratu Sejagat
Mahalawan
Novel
Let's Not Fall In Love
Alva
Novel
Untuk Hati Yang Terluka
Wiwit Widianti
Komik
Kesambar Petir Jadi Takjir
Xrutes
Skrip Film
Nada Citaku
Hesti Yuliantika
Flash
Menolak Lupa 2
Shin No Hikari
Flash
Semangkuk Bakso
Jasma Ryadi
Cerpen
Mendung Di September
Nabilla Shafira
Rekomendasi