Apakah kamu akan memberikan Novel ke ?
Berikan Novel ini kepada temanmu
Masukan nama pengguna
Blurb
Padma Larasati memiliki segalanya yang diinginkan perempuan seusianya: karier stabil di gedung pencakar langit, hunian nyaman di Jakarta Selatan, dan Arga—kekasih mapan yang dipuja banyak orang. Di mata dunia, hidup Padma sempurna. Namun, di balik blazer rapi dan senyum yang dipoles, ia merasa kosong.
Ia terjebak dalam ekspektasi menjadi "wanita sukses" bagi keluarganya dan "boneka etalase" yang penurut bagi Arga. Setiap hari adalah panggung sandiwara, dan Padma mulai lupa siapa dirinya yang sebenarnya.
Di tengah badai quarter-life crisis yang melanda, langkah kaki Padma tersasar ke sebuah gang sempit yang tersembunyi. Di sana, di antara aroma kopi gosong dan rak kayu tua Klub Buku Halaman Belakang, ia bertemu Sabda—pemilik kafe bermulut pedas yang lebih tertarik pada isi kepala daripada polesan wajah.
Lewat buku-buku pinjaman dan percakapan jujur tanpa filter, pertahanan diri Padma perlahan runtuh. Sabda tidak menawarkan pelukan manis, melainkan cermin retak yang memaksa Padma melihat kenyataan: bahwa ia sedang kehilangan dirinya sendiri demi membahagiakan orang lain.
Ketika Arga mulai memperketat kendali dan dunia menuntutnya berlari kencang, Padma dihadapkan pada pilihan tersulit: tetap menjadi sempurna di mata orang lain tapi mati rasa, atau berani menjadi tidak sempurna demi menemukan jalan pulang ke diri sendiri?
Ini bukan sekadar kisah cinta, tapi perjalanan menyusun ulang kepingan diri yang hilang di tengah hiruk-pikuk kota yang lupa cara memeluk.
Ia terjebak dalam ekspektasi menjadi "wanita sukses" bagi keluarganya dan "boneka etalase" yang penurut bagi Arga. Setiap hari adalah panggung sandiwara, dan Padma mulai lupa siapa dirinya yang sebenarnya.
Di tengah badai quarter-life crisis yang melanda, langkah kaki Padma tersasar ke sebuah gang sempit yang tersembunyi. Di sana, di antara aroma kopi gosong dan rak kayu tua Klub Buku Halaman Belakang, ia bertemu Sabda—pemilik kafe bermulut pedas yang lebih tertarik pada isi kepala daripada polesan wajah.
Lewat buku-buku pinjaman dan percakapan jujur tanpa filter, pertahanan diri Padma perlahan runtuh. Sabda tidak menawarkan pelukan manis, melainkan cermin retak yang memaksa Padma melihat kenyataan: bahwa ia sedang kehilangan dirinya sendiri demi membahagiakan orang lain.
Ketika Arga mulai memperketat kendali dan dunia menuntutnya berlari kencang, Padma dihadapkan pada pilihan tersulit: tetap menjadi sempurna di mata orang lain tapi mati rasa, atau berani menjadi tidak sempurna demi menemukan jalan pulang ke diri sendiri?
Ini bukan sekadar kisah cinta, tapi perjalanan menyusun ulang kepingan diri yang hilang di tengah hiruk-pikuk kota yang lupa cara memeluk.
Tokoh Utama
Padma Larasati
Arga Julian Mahardika
Bumi Sabda Gantara
Ulasan kamu
Ulasan kamu akan ditampilkan untuk publik, sedangkan bintang hanya dapat dilihat oleh penulis
Apakah kamu akan menghapus ulasanmu?
Disukai
0
Dibaca
39
Tentang Penulis
Erica Aulia Widiani
Perempuan yang percaya bahwa setiap kalimat adalah jembatan—menghubungkan hati yang berdetak sendirian dengan dunia yang terlalu luas untuk dipahami. Menulis bukan sekadar hobi, melainkan cara bertahan hidup di tengah hiruk-pikuk yang tak pernah berhenti.
"Menulis adalah caraku mengatakan: kamu tidak sendirian."
"Menulis adalah caraku mengatakan: kamu tidak sendirian."
Bergabung sejak 2025-06-30
Telah diikuti oleh 17 pengguna
Sudah memublikasikan 2 karya
Menulis lebih dari 2,760 kata pada novel
Rekomendasi dari Fantasi
Novel
Never Come Back
Via S Kim
Novel
PADMA
Erica Aulia Widiani
Novel
Istri Duke adalah Putri Terkutuk
Aerina No 7
Novel
Lost Darold Princess
Pena Manusia
Novel
Sleeping Beauty is Back
Lady Queen
Komik
Nugos
Blueleaf
Novel
JONA & BOCAH KEMBANG API
Alvin Suhadi
Komik
Eriga
Ictos Gold
Novel
ILHAM SANG RAJA STALKER
Satria Adhika Nur Ilham
Komik
Chaos
Tommy Agin
Komik
Rainbow
Wulan Benitobonita
Novel
Athena
G A
Novel
Fantasteen: Last Puzzle
Mizan Publishing
Novel
Misi Sukses
twipsle 🧚🏻♀️
Komik
Dusphire
pelpin
Rekomendasi