Apakah kamu akan memberikan Novel ke ?
Berikan Novel ini kepada temanmu
Masukan nama pengguna
Novel ini masih diperiksa oleh kurator
Blurb
PT Alam Daya Agung, salah satu perusahaan pertambangan emas terbesar di Indonesia, mengalami kerugian besar ketika harga emas melemah dan nilai saham perusahaan terus menurun. Dalam rapat darurat bersama jajaran direksi, Hari Sakti, Chief Operating Officer perusahaan, menyadari bahwa krisis tersebut mungkin tidak semata-mata disebabkan oleh kondisi pasar.
Di tengah rencana perampingan karyawan, Hari juga dipercaya untuk sementara mengambil alih posisi Chief Human Resources Officer. Bersama Abiyasha, Human Resource Manager, ia menugaskan tiga staf rekrutmen—Adelia Dini Estera, Nizar Irham, dan Ignatius Theo—untuk mengevaluasi para pegawai perusahaan. Tugas tersebut menjadi rumit karena Adel terjebak dalam cinta segitiga dengan Nizar dan Ignatius. Meskipun hubungan pribadi mereka penuh ketegangan, ketiganya berusaha tetap profesional di tengah ancaman pemecatan massal.
Saat memeriksa data perusahaan, Nizar menemukan jejak pengalihan dana dari sejumlah investor besar PT Alam Daya Agung menuju perusahaan-perusahaan kecil yang diduga mengelola pertambangan emas tanpa izin di Sijunjung. Penyelidikannya mengarah pada PT Martha Abdi Dana, perusahaan investasi milik Ares Rajasa yang justru meningkatkan kepemilikan saham di PT Alam Daya Agung ketika perusahaan itu sedang terpuruk.
Kecurigaan semakin kuat ketika Nizar menemukan bahwa PT Martha Abdi Dana memiliki data rahasia mengenai cadangan emas di Pancurendang dan rencana penundaan pertambangannya. Data tersebut seharusnya hanya diketahui oleh orang-orang tertentu di dalam PT Alam Daya Agung. Hari pun membentuk penyelidikan internal bersama Maya Widaya, Chief Data Officer, serta dua petugas kepatuhan, Abby Martadipura dan Jaden Adinegara.
Pada saat yang sama, Ignatius mengusulkan pemecatan Dandy Silvano, staf digital senior yang diketahui melakukan tindakan tidak pantas di tempat kerja. Dari komputer Dandy ditemukan koleksi pornografi hasil manipulasi digital yang menggunakan wajah Joannita Widaya, istri Ramy Agustino, Chief Marketing Officer perusahaan.
Setelah Dandy dipecat, Ignatius dan Adel tanpa sengaja melihatnya bertemu Ares Rajasa di sebuah kafe bersama seorang perempuan bernama Serafina Rajasa, atau Sierra, adik Ares. Rekaman pertemuan tersebut menjadi bukti bahwa Dandy bukan sekadar pegawai bermasalah, melainkan kemungkinan sumber kebocoran data perusahaan.
Sebelum dapat diperiksa, Dandy menghilang dengan alasan menjalani kontrol kesehatan di Jepang. Namun, ia tiba-tiba kembali dalam pesta ulang tahun PT Alam Daya Agung bersama Sierra. Kehadiran mereka ternyata merupakan bagian dari rencana untuk mempermalukan Joannita dan menghancurkan reputasi Ramy.
Sierra menjebak Joannita di area restroom, sementara Dandy mencoba memaksanya dan merekayasa situasi agar tampak seperti sebuah perselingkuhan. Rencana itu gagal ketika Maya memergoki tindakan Dandy. Dalam kepanikan, Dandy menculik Maya dan membawanya ke rumah Sierra.
Di tempat tersebut, Maya disekap dan terancam dibunuh. Ignatius datang untuk menyelamatkannya, tetapi tertembak saat melindungi Maya dan jatuh dari lantai atas ke kolam renang. Hari tiba bersama pasukan polisi, tetapi Dandy dan Sierra berhasil melarikan diri dengan bantuan Roki, pengawal Ares yang bersenjata.
Di tengah kekacauan itu, Hari menerima kabar bahwa saham-saham PT Alam Daya Agung yang sebelumnya dikuasai PT Martha Abdi Dana tiba-tiba menghilang dari catatan pasar modal. Seluruh jejak transaksi telah dihapus dan kepemilikan ekuitas dialihkan melalui perusahaan-perusahaan investasi lain.
Untuk membongkar manipulasi tersebut, Nizar meminta bantuan adiknya, Tarik Irham, seorang pemuda yang memiliki banyak koneksi di dunia peretas. Penyelidikan mereka mengarah pada Dracorian, kelompok tujuh peretas muda yang beroperasi dari tujuh kota besar.
Dracorian ternyata mengendalikan perusahaan-perusahaan tambang ilegal di Sijunjung, memanipulasi kepemilikan saham PT Alam Daya Agung, dan mengalirkan dana kepada proyek pertambangan rahasia. Mereka juga mendatangkan insinyur-insinyur asing serta menjalin kerja sama dengan Golden Dragon, perusahaan emas raksasa asal China.
Di balik seluruh jaringan itu berdiri Ares Rajasa. Ia menggunakan Dandy sebagai pencuri data, Sierra sebagai manipulator, Roki sebagai pelaksana lapangan, dan Dracorian sebagai senjata digital untuk melemahkan PT Alam Daya Agung. Salah satu anggota Dracorian, Candy, bahkan merupakan cucu Ares yang telah diangkat menjadi anaknya.
Hari, Nizar, Maya, Adnan, Abby, dan Jaden kemudian bekerja sama dengan aparat pemerintah untuk mengumpulkan bukti, memulihkan data transaksi, dan memburu para anggota Dracorian. Ketika kelompok itu mulai terpecah dan menyadari bahwa Ares berniat menjadikan mereka kambing hitam, salah satu anggotanya membuka akses menuju server utama.
Bukti-bukti yang ditemukan mengungkap hubungan antara Ares, tambang ilegal, manipulasi saham, Dandy, Sierra, dan Golden Dragon. Operasi penangkapan pun dilakukan secara serentak. Dandy, Sierra, Roki, Ares, dan para anggota Dracorian akhirnya berhasil ditangkap.
Saham PT Alam Daya Agung dipulihkan, aset-aset perusahaan milik Ares dibekukan, dan proyek pertambangan ilegal dihentikan. Namun, kemampuan Dracorian dianggap terlalu berharga untuk disia-siakan. Setelah menjalani proses hukum, ketujuh peretas muda itu ditempatkan dalam program khusus di bawah pengawasan badan intelijen negara.
Ketika PT Alam Daya Agung mulai bangkit kembali, sebuah simbol naga tiba-tiba muncul di salah satu sistem perusahaan. Jejak akses itu menghilang hanya dalam hitungan detik, menyisakan pertanyaan: apakah Dracorian benar-benar telah berada di bawah kendali negara, atau mereka hanya sedang menunggu kesempatan untuk kembali?
Di tengah rencana perampingan karyawan, Hari juga dipercaya untuk sementara mengambil alih posisi Chief Human Resources Officer. Bersama Abiyasha, Human Resource Manager, ia menugaskan tiga staf rekrutmen—Adelia Dini Estera, Nizar Irham, dan Ignatius Theo—untuk mengevaluasi para pegawai perusahaan. Tugas tersebut menjadi rumit karena Adel terjebak dalam cinta segitiga dengan Nizar dan Ignatius. Meskipun hubungan pribadi mereka penuh ketegangan, ketiganya berusaha tetap profesional di tengah ancaman pemecatan massal.
Saat memeriksa data perusahaan, Nizar menemukan jejak pengalihan dana dari sejumlah investor besar PT Alam Daya Agung menuju perusahaan-perusahaan kecil yang diduga mengelola pertambangan emas tanpa izin di Sijunjung. Penyelidikannya mengarah pada PT Martha Abdi Dana, perusahaan investasi milik Ares Rajasa yang justru meningkatkan kepemilikan saham di PT Alam Daya Agung ketika perusahaan itu sedang terpuruk.
Kecurigaan semakin kuat ketika Nizar menemukan bahwa PT Martha Abdi Dana memiliki data rahasia mengenai cadangan emas di Pancurendang dan rencana penundaan pertambangannya. Data tersebut seharusnya hanya diketahui oleh orang-orang tertentu di dalam PT Alam Daya Agung. Hari pun membentuk penyelidikan internal bersama Maya Widaya, Chief Data Officer, serta dua petugas kepatuhan, Abby Martadipura dan Jaden Adinegara.
Pada saat yang sama, Ignatius mengusulkan pemecatan Dandy Silvano, staf digital senior yang diketahui melakukan tindakan tidak pantas di tempat kerja. Dari komputer Dandy ditemukan koleksi pornografi hasil manipulasi digital yang menggunakan wajah Joannita Widaya, istri Ramy Agustino, Chief Marketing Officer perusahaan.
Setelah Dandy dipecat, Ignatius dan Adel tanpa sengaja melihatnya bertemu Ares Rajasa di sebuah kafe bersama seorang perempuan bernama Serafina Rajasa, atau Sierra, adik Ares. Rekaman pertemuan tersebut menjadi bukti bahwa Dandy bukan sekadar pegawai bermasalah, melainkan kemungkinan sumber kebocoran data perusahaan.
Sebelum dapat diperiksa, Dandy menghilang dengan alasan menjalani kontrol kesehatan di Jepang. Namun, ia tiba-tiba kembali dalam pesta ulang tahun PT Alam Daya Agung bersama Sierra. Kehadiran mereka ternyata merupakan bagian dari rencana untuk mempermalukan Joannita dan menghancurkan reputasi Ramy.
Sierra menjebak Joannita di area restroom, sementara Dandy mencoba memaksanya dan merekayasa situasi agar tampak seperti sebuah perselingkuhan. Rencana itu gagal ketika Maya memergoki tindakan Dandy. Dalam kepanikan, Dandy menculik Maya dan membawanya ke rumah Sierra.
Di tempat tersebut, Maya disekap dan terancam dibunuh. Ignatius datang untuk menyelamatkannya, tetapi tertembak saat melindungi Maya dan jatuh dari lantai atas ke kolam renang. Hari tiba bersama pasukan polisi, tetapi Dandy dan Sierra berhasil melarikan diri dengan bantuan Roki, pengawal Ares yang bersenjata.
Di tengah kekacauan itu, Hari menerima kabar bahwa saham-saham PT Alam Daya Agung yang sebelumnya dikuasai PT Martha Abdi Dana tiba-tiba menghilang dari catatan pasar modal. Seluruh jejak transaksi telah dihapus dan kepemilikan ekuitas dialihkan melalui perusahaan-perusahaan investasi lain.
Untuk membongkar manipulasi tersebut, Nizar meminta bantuan adiknya, Tarik Irham, seorang pemuda yang memiliki banyak koneksi di dunia peretas. Penyelidikan mereka mengarah pada Dracorian, kelompok tujuh peretas muda yang beroperasi dari tujuh kota besar.
Dracorian ternyata mengendalikan perusahaan-perusahaan tambang ilegal di Sijunjung, memanipulasi kepemilikan saham PT Alam Daya Agung, dan mengalirkan dana kepada proyek pertambangan rahasia. Mereka juga mendatangkan insinyur-insinyur asing serta menjalin kerja sama dengan Golden Dragon, perusahaan emas raksasa asal China.
Di balik seluruh jaringan itu berdiri Ares Rajasa. Ia menggunakan Dandy sebagai pencuri data, Sierra sebagai manipulator, Roki sebagai pelaksana lapangan, dan Dracorian sebagai senjata digital untuk melemahkan PT Alam Daya Agung. Salah satu anggota Dracorian, Candy, bahkan merupakan cucu Ares yang telah diangkat menjadi anaknya.
Hari, Nizar, Maya, Adnan, Abby, dan Jaden kemudian bekerja sama dengan aparat pemerintah untuk mengumpulkan bukti, memulihkan data transaksi, dan memburu para anggota Dracorian. Ketika kelompok itu mulai terpecah dan menyadari bahwa Ares berniat menjadikan mereka kambing hitam, salah satu anggotanya membuka akses menuju server utama.
Bukti-bukti yang ditemukan mengungkap hubungan antara Ares, tambang ilegal, manipulasi saham, Dandy, Sierra, dan Golden Dragon. Operasi penangkapan pun dilakukan secara serentak. Dandy, Sierra, Roki, Ares, dan para anggota Dracorian akhirnya berhasil ditangkap.
Saham PT Alam Daya Agung dipulihkan, aset-aset perusahaan milik Ares dibekukan, dan proyek pertambangan ilegal dihentikan. Namun, kemampuan Dracorian dianggap terlalu berharga untuk disia-siakan. Setelah menjalani proses hukum, ketujuh peretas muda itu ditempatkan dalam program khusus di bawah pengawasan badan intelijen negara.
Ketika PT Alam Daya Agung mulai bangkit kembali, sebuah simbol naga tiba-tiba muncul di salah satu sistem perusahaan. Jejak akses itu menghilang hanya dalam hitungan detik, menyisakan pertanyaan: apakah Dracorian benar-benar telah berada di bawah kendali negara, atau mereka hanya sedang menunggu kesempatan untuk kembali?
Tokoh Utama
Hari Sakti
Adel
Ulasan kamu
Ulasan kamu akan ditampilkan untuk publik, sedangkan bintang hanya dapat dilihat oleh penulis
Apakah kamu akan menghapus ulasanmu?
Disukai
2
Dibaca
95
Tentang Penulis
Vitri Dwi Mantik
Still a little girl, who believes in her heart, in fulfilling her calling to draw the colours of the Wonderland.
Bergabung sejak 2021-10-07
Telah diikuti oleh 565 pengguna
Sudah memublikasikan 102 karya
Menulis lebih dari 178,029 kata pada novel
Rekomendasi dari Thriller
Novel
INSIDER TRADING
Vitri Dwi Mantik
Novel
Hampir, Tapi Tak Pernah
Bear Winter
Cerpen
Putri Nikah Siri
Fazil Abdullah
Novel
Tetangga Keempat
Yunita R Saragi
Novel
NOW OR NEVER
Tuan Typo
Novel
Liana Casablanca
Ariya Gesang
Novel
Social media killer
Pradiky winata
Flash
KESERAKAHAN
Feffi
Novel
The Candles and Their Owners
Aning Lacya
Novel
The Rogue
IyoniAe
Novel
ASTAGHFIRULLAAH (Suropati)
Hermawan
Novel
Z FLAKKA 20
Adine Indriani
Novel
Jurnal Hati Naya
Vina Marlina
Novel
Hush Little Baby
Noura Publishing
Flash
As Long As I Dreaming
Clairo
Rekomendasi
Novel
INSIDER TRADING
Vitri Dwi Mantik
Novel
TRAUMA GENERASI
Vitri Dwi Mantik
Cerpen
Bronze
Aku Dan Ariadne
Vitri Dwi Mantik
Novel
Rumah Di Atas Bukit
Vitri Dwi Mantik
Novel
Satu Tahun Lagi
Vitri Dwi Mantik
Flash
Air Hujan Surga
Vitri Dwi Mantik
Novel
Paleis Bobrok
Vitri Dwi Mantik
Flash
309
Vitri Dwi Mantik
Skrip Film
RAJAWALI ORDER
Vitri Dwi Mantik
Novel
Fate & Future
Vitri Dwi Mantik
Skrip Film
RANJANG OPA & KERANJANG OMA
Vitri Dwi Mantik
Flash
Pernikahan Beda Agama
Vitri Dwi Mantik
Flash
Berburu Ropen
Vitri Dwi Mantik
Skrip Film
Keris Bima Sakti: The Return of Jena Teke
Vitri Dwi Mantik
Novel
Borderline
Vitri Dwi Mantik