Kirim izin baca kepada penulis skrip ini?
Blurb
Selama bertahun-tahun, Rania menabung demi satu impian yang tak pernah berubah: menjadi tamu Allah di Tanah Suci. Ketika hari keberangkatan Umrah akhirnya semakin dekat, hidupnya justru dipenuhi rangkaian déjà vu yang semakin nyata. Satu demi satu peristiwa yang dilihatnya selalu terjadi, seolah masa depan telah memperlihatkan dirinya lebih dahulu.
Namun, di antara semua kilasan itu, ada satu hal yang tidak pernah ia lihat.
Dirinya sendiri di Tanah Suci.
Ketiadaan itulah yang perlahan mengubah keyakinannya menjadi ketakutan. Jika semua déjà vu selalu menjadi kenyataan, apakah impian terbesarnya memang tidak pernah ditakdirkan terjadi? Semakin keras Rania berusaha memastikan masa depannya, semakin ia menyadari bahwa tidak semua hal dapat dikendalikan oleh manusia.
Fate & Future adalah kisah tentang takdir, ikhtiar, dan tawakal—tentang seorang wanita yang mampu melihat hampir seluruh masa depannya, kecuali perjalanan yang paling ingin ia jalani. Sebab, mungkin ada masa depan yang sengaja disembunyikan agar manusia belajar percaya, bukan sekadar mengetahui.
Namun, di antara semua kilasan itu, ada satu hal yang tidak pernah ia lihat.
Dirinya sendiri di Tanah Suci.
Ketiadaan itulah yang perlahan mengubah keyakinannya menjadi ketakutan. Jika semua déjà vu selalu menjadi kenyataan, apakah impian terbesarnya memang tidak pernah ditakdirkan terjadi? Semakin keras Rania berusaha memastikan masa depannya, semakin ia menyadari bahwa tidak semua hal dapat dikendalikan oleh manusia.
Fate & Future adalah kisah tentang takdir, ikhtiar, dan tawakal—tentang seorang wanita yang mampu melihat hampir seluruh masa depannya, kecuali perjalanan yang paling ingin ia jalani. Sebab, mungkin ada masa depan yang sengaja disembunyikan agar manusia belajar percaya, bukan sekadar mengetahui.
Premis
Menjelang impian terbesarnya untuk menunaikan ibadah Umrah, seorang wanita berusia empat puluh lima tahun mengalami déjà vu yang selalu menjadi kenyataan. Namun, di antara semua kilasan masa depan yang dilihatnya, ia tak pernah sekali pun melihat dirinya berada di Tanah Suci. Keyakinannya pada kemampuan itu berubah menjadi kegelisahan, hingga ia harus memilih antara mempercayai apa yang dilihatnya atau mengimani takdir yang belum diperlihatkan Tuhan.
Pengenalan Tokoh
Sejak suaminya meninggal, Rania menjalani hidup dalam kesunyian. Di usianya yang keempat puluh lima tahun, ia hanya memiliki satu impian yang terus disimpan di dalam hati: menunaikan ibadah Umrah sebagai bentuk syukur atas perjalanan hidupnya dan sebagai ikhtiar untuk menyempurnakan fitrahnya sebagai seorang Muslimah di hadapan Allah.
Bertahun-tahun ia menabung sedikit demi sedikit hingga akhirnya kesempatan itu datang. Namun, menjelang keberangkatan, hidupnya berubah oleh rangkaian déjà vu yang semakin sering muncul. Bukan sekadar perasaan pernah mengalami suatu kejadian, melainkan kilasan masa depan yang selalu menjadi kenyataan. Bersamaan dengan itu, ingatan dan ketajaman berpikirnya berkembang luar biasa, membuatnya mampu memprediksi berbagai peristiwa sebelum terjadi.
Akan tetapi, di antara semua masa depan yang dapat ia lihat, ada satu hal yang tidak pernah muncul.
Ia tidak pernah melihat dirinya berada di Tanah Suci.
Ketiadaan itu perlahan berubah menjadi kegelisahan. Jika semua déjà vu selalu terbukti benar, mengapa perjalanan yang paling ia impikan justru tidak pernah diperlihatkan? Apakah Allah belum mengizinkannya menjadi tamu-Nya, ataukah ada makna yang belum ia pahami?
Semakin keras Rania berusaha memastikan keberangkatannya, semakin banyak peristiwa di luar kendalinya yang terjadi. Ia mulai menyadari bahwa selama ini ia lebih sibuk mencari kepastian tentang masa depan daripada memperkuat kepercayaannya kepada Sang Penentu masa depan. Di tengah pergulatan antara logika, firasat, dan keimanan, Rania dihadapkan pada pilihan terbesar dalam hidupnya: terus bergantung pada apa yang dapat ia lihat, atau berserah kepada kehendak Allah yang tak selalu dapat dipahami.
Fate & Future adalah novel psikologis dan spiritual tentang takdir, ikhtiar, dan tawakal. Sebuah perjalanan yang mengajarkan bahwa tidak semua masa depan perlu diperlihatkan kepada manusia, karena ada doa yang dijawab bukan dengan pengetahuan, melainkan dengan kesempatan untuk benar-benar menjalaninya. Dan terkadang, perjalanan menuju Baitullah bukan sekadar perpindahan tempat, melainkan perjalanan pulang menuju fitrah dan ketenangan jiwa.
Bertahun-tahun ia menabung sedikit demi sedikit hingga akhirnya kesempatan itu datang. Namun, menjelang keberangkatan, hidupnya berubah oleh rangkaian déjà vu yang semakin sering muncul. Bukan sekadar perasaan pernah mengalami suatu kejadian, melainkan kilasan masa depan yang selalu menjadi kenyataan. Bersamaan dengan itu, ingatan dan ketajaman berpikirnya berkembang luar biasa, membuatnya mampu memprediksi berbagai peristiwa sebelum terjadi.
Akan tetapi, di antara semua masa depan yang dapat ia lihat, ada satu hal yang tidak pernah muncul.
Ia tidak pernah melihat dirinya berada di Tanah Suci.
Ketiadaan itu perlahan berubah menjadi kegelisahan. Jika semua déjà vu selalu terbukti benar, mengapa perjalanan yang paling ia impikan justru tidak pernah diperlihatkan? Apakah Allah belum mengizinkannya menjadi tamu-Nya, ataukah ada makna yang belum ia pahami?
Semakin keras Rania berusaha memastikan keberangkatannya, semakin banyak peristiwa di luar kendalinya yang terjadi. Ia mulai menyadari bahwa selama ini ia lebih sibuk mencari kepastian tentang masa depan daripada memperkuat kepercayaannya kepada Sang Penentu masa depan. Di tengah pergulatan antara logika, firasat, dan keimanan, Rania dihadapkan pada pilihan terbesar dalam hidupnya: terus bergantung pada apa yang dapat ia lihat, atau berserah kepada kehendak Allah yang tak selalu dapat dipahami.
Fate & Future adalah novel psikologis dan spiritual tentang takdir, ikhtiar, dan tawakal. Sebuah perjalanan yang mengajarkan bahwa tidak semua masa depan perlu diperlihatkan kepada manusia, karena ada doa yang dijawab bukan dengan pengetahuan, melainkan dengan kesempatan untuk benar-benar menjalaninya. Dan terkadang, perjalanan menuju Baitullah bukan sekadar perpindahan tempat, melainkan perjalanan pulang menuju fitrah dan ketenangan jiwa.
Sinopsis
Disukai
0
Dibaca
0
Tentang Penulis
Vitri Dwi Mantik
Still a little girl, who believes in her heart, in fulfilling her calling to draw the colours of the Wonderland.
Bergabung sejak 2021-10-07
Telah diikuti oleh 566 pengguna
Sudah memublikasikan 102 karya
Menulis lebih dari kata
Rekomendasi dari Drama
Novel
Jika Mentari Tak Kembali
Ananda Galih Katresna
Skrip Film
Fate & Future
Vitri Dwi Mantik
Novel
Kutemukanmu Di Rerumputan Ilalang
Diva Aelah
Skrip Film
BATAS WAKTU
Ragiel JP
Skrip Film
The Killer Teacher
Nur Fitriani
Cerpen
Pak Khairul dan Ayamnya Yang Usil
Yovinus
Novel
Kembali, Pulang
Regina Mega P
Skrip Film
Hello, Brother!
Lilis Alfina Suryaningsih
Novel
Lipstik ~Novel~
Herman Siem
Novel
Semoga Kita Bertemu Lagi
Diva Aelah
Skrip Film
PILIHAN
Indra Andries
Flash
Andai Waktu Bisa Diulang
pelantunkata
Flash
Lelaki Kemarin Sore (Membicarakan Adam 6)
Silvarani
Novel
My Twenty
qwerty
Novel
Goodbye.
Diyanti Rita
Rekomendasi
Skrip Film
Fate & Future
Vitri Dwi Mantik
Skrip Film
Sihir Marongge
Vitri Dwi Mantik
Skrip Film
A YOTTABYTE R.A.M
Vitri Dwi Mantik
Flash
309
Vitri Dwi Mantik
Skrip Film
PENYIHIR DARI KUBURAN KARANG ANYAR
Vitri Dwi Mantik
Skrip Film
Ibu Angkat VS Ibu Injak
Vitri Dwi Mantik
Cerpen
Cyber Security
Vitri Dwi Mantik
Flash
Pernikahan Beda Agama
Vitri Dwi Mantik
Novel
The Estuary
Vitri Dwi Mantik
Cerpen
Bronze
Lost Stars
Vitri Dwi Mantik
Flash
Andromeda"s Cry
Vitri Dwi Mantik
Skrip Film
Terputih Dalam Hitam
Vitri Dwi Mantik
Novel
Paleis Bobrok
Vitri Dwi Mantik
Novel
Fate & Future
Vitri Dwi Mantik
Novel
Borderline
Vitri Dwi Mantik