Apakah kamu akan memberikan Novel ke ?
Berikan Novel ini kepada temanmu
Masukan nama pengguna
Blurb
Sejak pingsan di sekolah, Celine tak pernah benar-benar sendirian.
Tubuhnya melemah, mimpi-mimpinya dipenuhi api dan hutan, dan ada suara nenek tua yang memanggilnya dengan nama lain—nama seorang anak yang seharusnya sudah mati puluhan tahun lalu.
Tak ada diagnosis medis.
Tak ada penjelasan logis.
Yang ada hanya satu kenyataan: sesuatu sedang tumbuh di dalam dirinya.
Di Hutan Kembang Kuning, dendam lama yang lahir dari wabah, cinta obsesif, dan pembakaran manusia masih berakar. Arwah seorang nenek yang kehilangan segalanya menolak melepaskan cucunya—dan kini mencari inang kedua untuk kembali hidup.
Sementara itu, Ardian—sang ayah—terjebak dalam penyesalan yang terlambat.
Spesimen botani yang ia curi dari hutan sepuluh tahun lalu ternyata bukan penemuan ilmiah, melainkan undangan bagi petaka. Ia yang membawa benih itu masuk ke rumah, dan kini ia harus mematahkan logika sainsnya sendiri untuk membunuh "organisme" yang ia beri makan tanpa sadar.
Raka, senior dingin yang terbiasa melihat dunia gaib, mengenali tanda itu terlalu cepat. Keluarganya pernah terikat pada hutan yang sama. Dan ia tahu, menyelamatkan Celine berarti membayar utang darah yang seharusnya tak pernah diwariskan padanya.
Semakin dalam Celine terhisap ke masa lalu yang bukan miliknya, semakin tipis batas antara belas kasih dan pengkhianatan, antara cinta dan kepemilikan.
Ia harus memilih:
tinggal dalam pelukan yang menjanjikan keabadian—atau kembali ke dunia manusia yang menyakitkan, rapuh, tapi nyata.
Inang Kedua adalah kisah tentang tubuh yang dijadikan rumah,
tentang sains yang berlutut di hadapan dendam,
dan tentang pengorbanan yang meninggalkan luka—bukan untuk dilupakan,
melainkan untuk diingat sebagai bukti bahwa seseorang pernah berjuang agar kita bisa pulang.
Tubuhnya melemah, mimpi-mimpinya dipenuhi api dan hutan, dan ada suara nenek tua yang memanggilnya dengan nama lain—nama seorang anak yang seharusnya sudah mati puluhan tahun lalu.
Tak ada diagnosis medis.
Tak ada penjelasan logis.
Yang ada hanya satu kenyataan: sesuatu sedang tumbuh di dalam dirinya.
Di Hutan Kembang Kuning, dendam lama yang lahir dari wabah, cinta obsesif, dan pembakaran manusia masih berakar. Arwah seorang nenek yang kehilangan segalanya menolak melepaskan cucunya—dan kini mencari inang kedua untuk kembali hidup.
Sementara itu, Ardian—sang ayah—terjebak dalam penyesalan yang terlambat.
Spesimen botani yang ia curi dari hutan sepuluh tahun lalu ternyata bukan penemuan ilmiah, melainkan undangan bagi petaka. Ia yang membawa benih itu masuk ke rumah, dan kini ia harus mematahkan logika sainsnya sendiri untuk membunuh "organisme" yang ia beri makan tanpa sadar.
Raka, senior dingin yang terbiasa melihat dunia gaib, mengenali tanda itu terlalu cepat. Keluarganya pernah terikat pada hutan yang sama. Dan ia tahu, menyelamatkan Celine berarti membayar utang darah yang seharusnya tak pernah diwariskan padanya.
Semakin dalam Celine terhisap ke masa lalu yang bukan miliknya, semakin tipis batas antara belas kasih dan pengkhianatan, antara cinta dan kepemilikan.
Ia harus memilih:
tinggal dalam pelukan yang menjanjikan keabadian—atau kembali ke dunia manusia yang menyakitkan, rapuh, tapi nyata.
Inang Kedua adalah kisah tentang tubuh yang dijadikan rumah,
tentang sains yang berlutut di hadapan dendam,
dan tentang pengorbanan yang meninggalkan luka—bukan untuk dilupakan,
melainkan untuk diingat sebagai bukti bahwa seseorang pernah berjuang agar kita bisa pulang.
Tokoh Utama
Celine
Raka
Nini
Ardian
Rina
#1
Bab 1 Titik Merah di Peta
#2
Bab 2 Ardiania celinea
#3
Bab 3 Tamu Pertama
#4
Bab 4 Pasien Kecil Dari Hutan
#5
Bab 5 Tamu Dari Kota
#6
Bab 6 Arsip Yang Tidur
#7
Bab 7 Bibir Merah di Sandikala
#8
Bab 8 Bangsal Melati
#9
Bab 9 Segel Yang Tak Utuh
#10
Bab 10 - Tanda Dari Dalam Tubuh
#11
Bab 11 Matahari dan Kalung Kayu
#12
Bab 12 Bayangan Yang Salah
#13
Bab 13 Tidur Yang Tak Lelap
#14
Bab 14 Akar di Atas Kertas
#15
Bab 15 Arsip Lama dan Nama Terlarang
#16
Bab 16 Penumpang Ketiga
#17
Bab 17 Anak Tangga Terakhir
#18
Bab 18 Nama Yang Salah
#19
Bab 19 Pewaris Damar
#20
Bab 20 Tembang Pengantar Tidur
#21
Bab 21 Mantra di Kelas Sejarah
#22
Bab 22 Jejak Yang Tak Pernah Hilang
#23
Bab 23 Perjamuan Tulang
#24
Bab 24 Wajah Yang Tak Dikenali
#25
Bab 25 Tamu Pukul Tiga
#26
Bab 26 Menuju Desa Girah
#27
Bab 27 Spesimen 2015
#28
Bab 28 - Anatomi Memori
#29
Bab 29 Reaksi Berantai
#30
Bab 30 Alkimia Garam dan Jeritan
#31
Bab 31 Detak Jantung Buatan
#32
Bab 32 Dosa Yang Pulang
#33
Bab 33 Jantung Hutan
#34
Bab 34 Kamar Yang Menjerit
#35
Bab 35 - Kenangan Yang Bukan Milikku
#36
Bab 36 Hutan Yang Mati
#37
Epilog - Bekas Luka Yang Sama
Ulasan kamu
Ulasan kamu akan ditampilkan untuk publik, sedangkan bintang hanya dapat dilihat oleh penulis
Apakah kamu akan menghapus ulasanmu?
Disukai
2
Dibaca
890
Tentang Penulis
Camèlie
-
Bergabung sejak 2020-01-01
Telah diikuti oleh 128 pengguna
Sudah memublikasikan 2 karya
Menulis lebih dari 49,009 kata pada novel
Rekomendasi dari Horor
Novel
Fantasteen The Lagaziv School of Vathana
Mizan Publishing
Novel
Inang Kedua
Camèlie
Flash
Panggilan
Galdev
Novel
Fantasteen Wooley Dolley
Mizan Publishing
Novel
Pendakian Terakhir
Uki.Sari
Flash
RUMAH DUKA ELISABETH
Okhie vellino erianto
Flash
Parade Kunang-kunang
Ragiel JP
Novel
Mysterious Murder
Mizan Publishing
Cerpen
Kutukan Merapi Tua
Christian Shonda Benyamin
Flash
MIMPI
Rara Kurnia
Skrip Film
Pulang
Paulus Agus Kun Karyadi
Skrip Film
Lucid Dream
Silah Fauzun Akbar
Novel
Kisah Penyap dari Rimbun Bambu di Belakang Taubah
Ariyanto
Novel
REMPANG-GALANG NIGHTMARE
Je Yatmoko
Flash
Hati Palasik
Aniqul Umam
Rekomendasi