Apakah kamu akan memberikan Novel ke ?
Berikan Novel ini kepada temanmu
Masukan nama pengguna
Blurb
Di dunia yang dipenuhi nasib buruk, sepasang remaja yang dianggap sebagai kakak-adik, berbeda jalan dalam menyikapinya; Alfan bergabung dengan geng preman dan Alfin melanjutkan pendidikan sambil kerja atas kebaikan hati keluarga Alifia yang traumatik.
Hujan. Deras sekali.
Siapa yang bertanggungjawab atas banjir? Siapa yang menjadi payung? Haruskah Alfan terus-menerus menjadi sampah yang tidak diharapkan siapa pun? Bagaimana Alfin menghadapi perundungan teman sekolah dan penelantaran seorang ibu kandung? Bagaimana kejiwaan Alifia yang bertubi-tubi dikepung kesedihan dan kehilangan yang tak kunjung berujung?
"Aku sayang kamu, itu sebabnya aku takkan pernah membiarkan hujan membasahimu. Akulah payungmu, kini dan esok nanti."
Hujan. Deras sekali.
Siapa yang bertanggungjawab atas banjir? Siapa yang menjadi payung? Haruskah Alfan terus-menerus menjadi sampah yang tidak diharapkan siapa pun? Bagaimana Alfin menghadapi perundungan teman sekolah dan penelantaran seorang ibu kandung? Bagaimana kejiwaan Alifia yang bertubi-tubi dikepung kesedihan dan kehilangan yang tak kunjung berujung?
"Aku sayang kamu, itu sebabnya aku takkan pernah membiarkan hujan membasahimu. Akulah payungmu, kini dan esok nanti."
Tokoh Utama
Alfan
Alfin
Alifia
#1
Episode 1 Di Bawah Hujan, Payung Dibawa Ajian
#2
Episode 2 Menghentikan Hujan
#3
Episode 3 Tak Ada Hujan Hari ini
#4
Episode 4 Bandaraya
#5
Episode 5 Sore yang Mendung, Burung-Burung Bersenandung
#6
Episode 6 Terlilit Ivan Illich
#7
Episode 7 Veni, Vidi, Vici
#8
Episode 8 Perebus Dosa
#9
Episode 9 Bandung yang Mendung
#10
Episode 10 Ansel Zavier
#11
Episode 11 Bagai Kabut di Lereng Gunung Sindoro
#12
Episode 12 Apa Ada Angin di Jakarta?
#13
Episode 13 Apakah Kita Membiarkan Hujan yang Menghunjam?
#14
Episode 14 Pencarian dalam Hujan
#15
Episode 15 Tergelincir Takdir
#16
Episode 16 Ajeng Zulaikha
#17
Episode 17 Apakah Kita Rida pada Hujan yang Tak Kunjung Reda dan Rada Gila?
#18
Episode 18 Setelah Tujuhbelas Tahun tanpa Payung
#19
Episode 19 Ketika Zulaikha Terluka
#20
Episode 20 Dan Duka Maha Tuan Bertakhta
#21
Episode 21 Selepas Kepergian Nenek
#22
Episode 22 Pembebasan
#23
Episode 23 Berbagi Nasib dengan Putri Es
#24
Episode 24 Dor! Dor! Dor!
#25
Episode 25 Dua Perempuan yang Melesatkan Busur Panah
#26
Episode 26 Ibunya Seorang Pelacur
#27
Episode 27 Sel untuk Ansel
#28
Episode 28 Hujan Tak Berpayung
#29
Episode 29 Menunggu Payung
#30
Profil Penulis
Ulasan kamu
Ulasan kamu akan ditampilkan untuk publik, sedangkan bintang hanya dapat dilihat oleh penulis
Apakah kamu akan menghapus ulasanmu?
Kamu harus masuk terlebih dahulu untuk mengirimkan ulasan, Masuk
Baru membaca beberapa episode pertama, tapi ceritanya sudah berhasil menarik perhatian. Konflik anak-anak dan keluarga yang sudah jarang sekali diangkat. Alurnya mengalir, bahasanya ringan dan mudah dipahami, diselipkan beberapa kosa kata yang bisa memberikan pengetahuan, sehingga membuat penasaran untuk lanjut ke episode berikutnya. Judul setiap episodenya juga unik dan terasa puitis, selaras dengan suasana cerita. Penulis mampu membangun emosi dan rasa ingin tahu pembaca sejak awal. Konfliknya cukup menarik dan perkembangan karakternya juga lumayan kuat. Semangat terus berkarya, Kak!"
Disukai
91
Dibaca
2.2k
Tentang Penulis
Syaiful Alim
Syaiful Alim. Lahir di Sidoarjo. Masa remaja di Sekayu Musi Banyu Asin. Tinggal di Malang, Jawa Timur.
Seorang doktor jebolan UIN Maliki Malang. Menulis fiksi dan nonfiksi.
Manuskrip puisinya, Syekh Siti Jenar dan Sepinggan Puisi dalam Kobaran Api, memenangkan sayembara Dewan Kesenian Jakarta, 2024.
Tahun 2025, menjadi nominator (lima besar) anugerah nasional bergengsi, Kusala Sastra Khatulistiwa.
Karya terbarunya, novel Bibirku Berzikir di Bibirmu (Intranspublishing, 2024).
Seorang doktor jebolan UIN Maliki Malang. Menulis fiksi dan nonfiksi.
Manuskrip puisinya, Syekh Siti Jenar dan Sepinggan Puisi dalam Kobaran Api, memenangkan sayembara Dewan Kesenian Jakarta, 2024.
Tahun 2025, menjadi nominator (lima besar) anugerah nasional bergengsi, Kusala Sastra Khatulistiwa.
Karya terbarunya, novel Bibirku Berzikir di Bibirmu (Intranspublishing, 2024).
Bergabung sejak 2024-06-30
Telah diikuti oleh 71 pengguna
Sudah memublikasikan 1 karya
Menulis lebih dari 28,237 kata pada novel
Rekomendasi dari Drama
Novel
Hujan Tak Berpayung
Syaiful Alim
Cerpen
Bahagia Kecuali Aku (Repackage)
Willia Mangun Putr
Novel
120 Hours With You
Intan Sanjaya
Novel
Goresan Pena Azmia (catatan kecil Bram)
R Hani Nur'aeni
Skrip Film
JODOH YANG TERTUNDA
Rahmayanti
Flash
Lahar dan Kemarahan
Nunik Farida
Cerpen
Bercinta di Atas Kertas
Ida Ayu Saraswati
Flash
Perundingan Utusan Yanto Plongo dengan si Jagoan
Santama
Cerpen
Ohrwurm
Foggy FF
Flash
Ambisius
Sathya Vahini
Flash
Payung Patah
Lathifah Nur
Flash
Lelaki Pembuang Jam (Membicarakan Adam 4)
Silvarani
Novel
Posesif
Bentang Pustaka
Flash
Kamu
Khay khay
Novel
Ariana of Zarya
Ravistara
Rekomendasi