Novel
Genre → Sejarah Telah Selesai
Berbagi Hati
Oleh Houtman Z Arifin
Mulai membaca
Beli Sekarang
Digital Rp25,000
Blurb
Aku mengajak tukang ojek sepeda itu makan bersama di hotel mewah.

"Bapak pilih saja yang paling enak, saya yang bayar," kataku.

"Saya minum kopi susu saja. Sudah 20 tahun saya nggak meminumnya," jawabnya.

Setelah habis, kutawari segelas kopi susu lagi dan menu yang lain. Lalu dia berujar,"Yang enak dan nikmat itu yang pertama, Pak. Yang kedua dan seterusnya adalah rakus."

Tak hanya sekali Houtman Z. Arifin meresa tercerahkan oleh orang-orang yang dia bantu. Baginya pengamen cilik, tukang ojek sepeda, dan orang cacat yang dia temui di jalan adalah guru kehidupan. Berbagi dengan sesama adalah sumber kebahagiaan yang besar dalam hidupnya.

Buku ini merupakan kumpulan kisah yang di susun Houtman Z. Arifin kala dirinya tengah bergelut dengan kanker darah. Ajal memang telah membubuhkan titik bagi napasnya, tetapi tidak bagi inspirasinya.

"kumpulan kisah reflektif ini adalah hadiah Pak Houtman untuk pembaca. Tak hanya harus dibaca, tetapi juga diambil inspirasinya ."

--Ismail A.Said ,Presiden Direktur Dompet Dhuafa.

[Mizan, Noura Books, Nourabooks, Memoar, Inspirasi, Indonesia]
Tokoh Utama
Houtman Z Arifin
#1
Prolog
#2
Prodeo: Ya, pasrah dan berserah kepada Yang Mahakuasa. Ketika seorang manusia merasa hidupnya begitu buntu, kedua rasa inilah yang kemudian meningkat tajam.
#3
Setiap Malam: Kita harus sadar. Harus eling, harus ikhlas. Bukankah kita sudah diberi kesempatan mereguk segala kenikmatan?
#4
Solidaritas Pengamen: Kumandang azan shalat Isya telah lama berlalu, menandakan sudah waktunya bagi sebagian orang menghentikan kegiatan sehari-hari.
#5
Anak Bijak: Jelajahilah dunia untuk dijadikan bahan pelajaran. Sebagaimana orang bijak terdahulu berpesan: banyak berjalan banyak dilihat, banyak pengalaman banyak pelajaran.
#6
Tamu Istimewa: Sungguh berbeda tingkatan keyakinan dan keimanan manusia yang berilmu dengan manusia yang sekadar menjalani hidup tanpa ilmu. Bagi saya, ilmu adalah senjata untuk mengatasi segala macam masalah.
#7
Ning Sewu Wulan: Apa kita berani mengatakan Tuhan tidak ada, tidak menyaksikan, tidak memberikan rezeki, hingga mengambil keputusan yang menyesatkan?
#8
Dedikasi: Bayangan masyarakat umum terhadap seorang tentara itu beragam. Kerap kali berubah menurut waktu, tempat, dan apa yang dialami ketika itu.
#9
Ujub: Wibawa tidak identik dengan kegagahan, status sosial di masyarakat, atau kekayaan.
#10
Preman Cap Terong: Berbuat baiklah dengan cara yang tepat.
#11
Doa Pilihan: Hidup selalu berubah. Satu-satunya yang tidak berubah adalah perubahan itu sendiri. Jadi jangan pernah putus harapan.
#12
Guru Kehidupan: Pelajaran hidup bisa datang dari siapa saja dan di mana saja.
#13
Kesempatan Pantalon: Kita boleh berencana, tetapi Tuhan yang menentukan.
#14
We are Nothing: Kehidupan adalah sebuah kesempatan yang dihadirkan begitu istimewa di depan kita. Di antara dua titik lahir dan mati itu, terbentang kesempatan bagi setiap insan untuk mengukir manfaat di dalamnya.
#15
Menjadi yang Terbaik: Siapa pun kita, apa pun kesempatan yang mampir dalam hidup kita, hendaknya kita jalani dengan kemampuan terbaik.
#16
Makna Sukses: Jadi, bila ada seseorang menyatakan dirinya sukses, tetapi secara batin tak bahagia, kita harus pertanyakan kesuksesannya.
#17
Nikmat: Tidak merasa gembira meski memiliki segunung kekayaan? Itu berarti kita tidak lagi memiliki kepekaan pengalaman akan rasa
#18
Penculikan di bulan Puasa: Bahwa kenikmatan itu adalah "cukup", bukan "lebih", karena yang lebih itu akan memancing ketamakan.
#19
Meraih Sukses: Tanpa restu, ridha Allah, dan unsur-unsur yang melengkapi segala sesuatunya, takkan terjadi sebuah kebajikan.
#20
Kepekaan Hati: Di mana dan kapan pun terdapat undangan berbuat kebajikan. Bukalah peluang itu sebesar-besarnya dalam berbagai kesempatan sehari-hari.
#21
Ingin Sedekah: Banyak orang yang tidur dengan miliaran rupiah, tapi tidak memberi manfaat pada dirinya dan orang lain.
#22
Menjadi Penolong Masyarakat: Keberuntungan itu ada bila kita senantiasa tunduk pada aturan-Nya dan berada di belakang peluang munculnya kebajikan.
#23
Hidup yang Bermakna: Mulailah berbagi dan mengambil peran bagi sesama.
#24
Epilog
Kamu harus masuk terlebih dahulu untuk mengirimkan ulasan, Masuk
Belum ada Ulasan
Disukai
0
Dibaca
637
Tentang Penulis
Noura Publishing
Noura Publishing penerbit dari #UrbanRomance, #UrbanThriller, #MizanFantasi, dan masih banyak buku fiksi dan nonfiksi lainnya.

Follow IG @nourapublishing, @noura.pop dan @mizanfantasi serta FB fanpage Noura Publishing.

Jangan lupa juga mampir ke nourabooks.co.id untuk membaca artikel-artikel terbaru kami.
Bergabung sejak 2020-01-01
Telah diikuti oleh 339 pengguna
Sudah memublikasikan 210 karya
Menulis lebih dari 12,220,638 kata
Rekomendasi dari Sejarah
Rekomendasi