Daftar isi
#1
Salindia Dedikasi
#2
Prolog | Deklarasi Nestapa Niraksara
#3
Bab 1 | Dinamika Doktrin Suksesor Otoriter
#4
1.1 | Jelaga Nista Dermaga
#5
1.2 | Selendang Hitam yang Menikam Malam
#6
1.3 | Bersemuka Dialektika
#7
1.4 | Menziarahi Melati Mati
#8
1.5 | Iris Ungu yang Layu
#9
1.6 | Kaktus yang Tetap Tumbuh di Pot Tandus
#10
1.7 | Supervisor Sang Suksesor
#11
1.8 | Bayang Bertamu, Selayang Bertemu
Apakah Anda akan menghapus komentar ini?
Apakah Anda akan menghapus komentar ini?
#10
1.7 | Supervisor Sang Suksesor
Bagikan Chapter
[1] Nederlandsche Handel-Maatschappij (NHM): Perusahaan dagang dan institusi keuangan raksasa milik Kerajaan Belanda yang didirikan oleh Raja Willem I pada tahun 1824. Sering disebut sebagai "penerus" Vereenigde Oostindische Compagnie (VOC); Di era kolonial, NHM adalah tulang punggung finansial yang memiliki peran sentral dalam sistem Tanam Paksa dan pembiayaan mayoritas industri perkebunan besar (tebu dan kopi) di Hindia Belanda, bertindak sebagai penghubung utama antara produksi di tanah jajahan dan pasar global di Eropa.
[2] Uitstekend: Luar Biasa
[3] Baswara: cahaya
[4] Bagaskara: matahari
[5] Indische Empire Style: Gaya arsitektur yang berkembang di Hindia Belanda pada abad ke-19 hingga awal ke-20. Cirinya adalah denah simetris, langit-langit tinggi untuk sirkulasi udara tropis, serta penggunaan pilar-pilar gaya Yunani/Romawi (Doric atau Ionic) yang memberikan kesan megah dan otoriter.
[6] Nadir: jarang ada (langka)
[7] Goedemiddag: Selamat Sore
[8] Tingkeban adalah syukuran tujuh bulanan ibu hamil di Jawa yang digelar sebagai bentuk rasa syukur serta mendoakan ibu dan janin agar persalinan dimudahkan, dilancarkan, dan dijauhkan dari bala. Ritual adat ini umumnya meliputi siraman (memandikan ibu), ganti busana tujuh kali, memecahkan telur, membelah kelapa gading, dan menjual rujak dengan uang dari genteng (talawengkar).
[2] Uitstekend: Luar Biasa
[3] Baswara: cahaya
[4] Bagaskara: matahari
[5] Indische Empire Style: Gaya arsitektur yang berkembang di Hindia Belanda pada abad ke-19 hingga awal ke-20. Cirinya adalah denah simetris, langit-langit tinggi untuk sirkulasi udara tropis, serta penggunaan pilar-pilar gaya Yunani/Romawi (Doric atau Ionic) yang memberikan kesan megah dan otoriter.
[6] Nadir: jarang ada (langka)
[7] Goedemiddag: Selamat Sore
[8] Tingkeban adalah syukuran tujuh bulanan ibu hamil di Jawa yang digelar sebagai bentuk rasa syukur serta mendoakan ibu dan janin agar persalinan dimudahkan, dilancarkan, dan dijauhkan dari bala. Ritual adat ini umumnya meliputi siraman (memandikan ibu), ganti busana tujuh kali, memecahkan telur, membelah kelapa gading, dan menjual rujak dengan uang dari genteng (talawengkar).
Chapter Sebelumnya
Chapter 9
1.6 | Kaktus yang Tetap Tumbuh di Pot Tandus
Chapter Selanjutnya
Chapter 11
1.8 | Bayang Bertamu, Selayang Bertemu
Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)
Rekomendasi
Novel
Just Friend's Scenario
Cerpen
Pelukan Terakhir dari Alam Twilight
Novel
SELEPAS AKAD DENGANMU
Cerpen
Kupu-Kupu Dalam Gua
Flash
Ngidam
Flash
Pilihan Hati
Novel
Di Antara Ribuan Jeda
Novel
SEMPITERNAL
Flash
Disaat Kau Sendiri
Novel
BACK TO 18 AGAIN
Cerpen
Pertarungan Dua Darah
Flash
Apa Aku Memang Selalu Begitu?
Novel
The Forgotten Queen
Novel
Seberkas Cinta untuk Dia (SETIA)
Flash
Sakit
Novel
The Trials of Apollo: The Hidden Oracle
Novel
I am Your Boss 2: Merawat Harmoni
Flash
Keris Bima Sakti: The Return of Jena Teke
Novel
ASAM LAMBUNG (Kisah Anak Perempuan Pertama )
Novel
SOULMATES